PERISTIWA

Kisah Tentang Ikhlas, Ulama Menjaga Kebersihan Hati

Kisah Tentang Ikhlas, Ulama Menjaga Kebersihan Hati
Makna ikhlas benar-benar para ulama pahami. Sehingga kisah-kisah mereka menunjukkan perjuangan berat dalam melaksanakannya.

mukjizat.co – Ikhlas dalam agama Islam adalah hal penting. Seorang Muslim pun harus mengetahui arti dan makna ikhlas. Ada juga cerita pendek dan kisah tentang ikhlas para sahabat dan ulama yang bisa membantu kita bagaimana bisa ikhlas dalam beramal, beribadah, dan menjaga hati bersih.

Majelis terbaik terburuk

Kisah tentang ikhlas menunjukkan bahwa para sahabat dan ulama memahami dan mengamalkan hadits tentang ikhlas. Kisah mereka tanda hati bersih mereka.

Suatu hari Fudhail bin Iyad duduk bersama Sufyan Ats-Tsauri. Mereka duduk sambil menyebutkan kalimat-kalimat yang menyentuh hati masing-masing hingga akhirnya menangis berdua.

Sufyan mengatakan, “Aku berharap majelis kita hari ini akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT.”

Tapi Fudhail malah mengatakan, “Tapi kalau aku malah takut majelis ini membahayakan kita. Bukankah engkau telah memilih kata-kata terbaikmu, dan aku memilih kata-kata terbaikku? Lalu kita menghiasi kata-kata kita?”

Maka Sufyan pun menangis, dan mengatakan, “Engkau telah membuatku mulia, semoga Allah SWT memuliakanmu.”

Jiwa sulit untuk ikhlas

Makna ikhlas benar-benar para ulama pahami. Sehingga kisah-kisah mereka menunjukkan perjuangan berat dalam melaksanakannya.

Sahal bin Abdullah At-Tsaturi mengatakan, “Tidak ada hal yang lebih berat bagi jiwa melebihi keikhlasan. Karena jiwa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari keikhlasan.”

Subhanallah, ulama besar mengatakan itu karena memahami makna dan arti ikhlas. Sehingga orang yang merasa sudah ikhlas dalam beramal dan ibadah karena belum memahami makna dan arti ikhlas.

Berenang tapi baju tetap kering

Ikhlas juga harus kita wujudkan dalam berdakwah, beramar makruf nahi munkar. Karena arti ikhlas dalam Islam itu luas, dan mencakup seluruh kehidupan kita.

Contoh ikhlas yang ulama tunjukkan dalam berdakwah dan amar makruf nahi munkar adalah apa yang Imam Sufyan Ats-Tsauri katakan saat ada seseorang yang mengatakan mengatakan kepada beliau, “Kenapa kau tidak mengunjungi sultan di istananya?”

Beliau menjawab, “Aku takut ditanya Allah SWT tentang apa yang kukatakan kepada sultan.”

Orang itu mengatakan lagi, “Kan engkau bisa berhati-hati dalam bicara.” Maka Sufyan mengatakan, “Kau menyuruhku berenang di lautan tanpa basah bajuku?”

Keluar air dari kakinya

Berikut ini cerita tentang ikhlas yang luar biasa. Kisah yang baru Abdul Wahid bin Zaid ceritakan Ayub kecuali setelah Ayub (pemilik kisah) wafat.

Abdul Wahid mengatakan, “Suatu kali aku sedang bersama Ayub. Kami kehausan hingga hampir mati. Maka Ayub berkata, “Kamu mau merahasiakan?” Aku menjawab, “Iya, kecuali setelah kau wafat.”

Ayub mencelupkan kakinya ke dalam tempat air, maka tak lama kemudian tempat itu penuh dengan air. Kami minum sepuasnya, dan masih banyak air yang kubawa.”

Para ulama memiliki rahasia amal kebaikan yang hanya mereka dan Allah SWT saja yang mengetahuinya. Hingga ketika mereka berdoa kepada Allah SWT, langsung Allah SWT kabulkan. Itu karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam beribadah kepada Allah SWT.

Ibadahku tidak ikhlas

Di antara bentuk ikhlas adalah mengakui bahwa ibadah-ibadah yang sudah kita lakukan masih sangat jauh dari makna ikhlas.

Dikisahkan bahwa Ibnu Uyainah mengatakan, “Di antara doa Al-Mutharif bin Abdullah adalah, ‘Ya Allah, aku memohon ampunan-Mu untuk ibadah-ibadah yang kuanggap ikhlas karena-Mu, tapi ternyata tercampuri perusak yang pasti Kau ketahui.’”

Silakan baca juga:

Yahudi pun taubat

Cerita tentang ikhlas berikut ini sungguh menakjubkan. Suatu kali Abdul Ghani Al-Maqdisi dipenjara di Palestina. Di dalam penjara di melaksanakan shalat malam penuh keikhlasan. Dia menangis sepanjang malam hingga pagi. Saat itu di dalam penjara ada sekelompok orang Yahudi dan Nasrani.

Di pagi hari mereka berteriak meminta dibebaskan, “Bebaskan kami, kami sudah masuk Islam.” Penjaga bertanya, “Apakah Abdul Ghani mendakwahi kalian kepada Islam?” Mereka menjawab, “Tidak. Hanya saja malam tadi memang telah mengingatkan kami dengan Hari Akhir.”

Demikianlah betapa ikhlas dalam agama Islam adalah hal penting. Seorang Muslim yang mengetahui arti dan makna ikhlas akan berusaha terus mewujudkannya. Cerita pendek dan kisah tentang ikhlas para sahabat dan ulama bisa membantu kita bagaimana bisa ikhlas dalam beramal, beribadah, dan menjaga hati bersih. (sof1/mukjizat.co).

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda