KEJIWAAN

Alasan Tugas Utama Manusia Belajar, Beriman, dan beribadah

Alasan Tugas Utama Manusia Belajar, Beriman, dan beribadah
Marilah perhatikan fenomena pada seorang bayi atau anak kecil. Sangat lemah dan tidak dapat memenuhi keperluan dan keinginannya.

mukjizat.co – Kita harus mengetahui tugas utama manusia sebagai khalifah fil ardhi, maknanya mendapatkan tugas dari Allah SWT untuk memakmurkan bumi. Tugas manusia menurut Islam, khususnya Al-Qur’an sangatlah jelas. Belajar, beriman, dan beribadah.

Manusia mulia dengan iman

Iman akan membuat manusia menjadi manusia dengan sebenar-benarnya. Bahkan dapat membuatnya menjadi sultan atau raja. Maka tugas utamanya adalah beriman kepada Allah SWT dan berdoa kepada-Nya. Kalau iman membuat manusia menjadi seperti itu, di sisi lain, kekafiran akan membuat manusia menjadi binatang yang sangat lemah.

Banyak sekali bukti dan dalil yang dapat menguatkan hal ini. Bukti itu misalnya adanya perbedaan dan keterpautan antara manusia dan binatang ketika datang ke dunia ini.

Membandingkan manusia dan binatang

Keterpautan antara manusia dan binatang ketika datang ke dunia ini dapat menjelaskan bahwa kesempurnaan manusia dan keberhasilannya menjadi manusia yang benar-benar manusia (khalifah fil ardhi) hanya dapat diperoleh dengan keimanan.

Hal ini dapat dipahami, karena ketika datang ke dunia binatang seakan-akan telah sempurna terlebih dahulu di alam yang lain, baru kemudian didatangkan ke dunia. Dalam waktu satu-dua jam, sehari-dua hari, sebulan-dua bulan, binatang telah bisa belajar semua persyaratan untuk dapat hidup di dunia ini, berhubungan dengan makhluk yang lain, dan mempelajari peraturan atau hukum alam.

Dengan cepat binatang dapat menguasai keahlian. Burung atau lebah misalnya, dapat belajar tentang kemampuan untuk hidup melalui ilham dan hidayah dari Allah SWT. Kedua makhluk itu dapat mempelajari semua itu dalam waktu 20 hari, padahal manusia baru bisa mempelajarinya dalam waktu 20 tahun.

Jadi tugas utama binatang dalam kehidupan bukanlah bagaimana berusaha untuk menjadi sempurna melalui cara belajar, atau meningkatkan kemampuan diri dengan ilmu dan pengetahuan, atau meminta bantuan dan pertolongan dengan menampakkan segala kelemahan. Tugas mereka dalam kehidupan adalah bekerja sesuai dengan potensi yang telah diberikan Allah SWT, atau dapat dikatakan sebagai penghambaan total dan sebenarnya.

Manusia belajar mencapai kesempurnaan

Sedangkan tugas manusia adalah sebaliknya sama sekali. Walaupun diciptakan sebagai khalifah di bumi, ketika datang ke dunia manusia berada dalam keadaan yang sangat membutuhkan kepada proses belajar untuk mengetahui dan menguasai segala sesuatu. Karena dia datang ke dunia ini dalam keadaan yang sangat bodoh terhadap peraturan atau hukum kehidupan.

Karena kebodohannya, tidak jarang, manusia tidak juga mengetahui persyaratan dan hukum kehidupannya itu walaupun umurnya sudah mencapai 20 tahun. Bahkan, kadang manusia akan terus memerlukan proses belajar ini selama hidupnya.

Ditambahkan lagi, manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang sangat lemah. Dia baru dapat berdiri dengan tegak setelah berumur 2 tahun. Dia baru dapat membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan setelah berumur 15 tahun. Dan dia hanya dapat mencukupi semua keperluan hidupnya, menolak bahaya yang mengancamnya, setelah bekerja sama dan hidup bersama dengan manusia yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi apa tugas utama manusia di bumi?

Belajar untuk mendapatkan makrifatullah

Dari penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa tugas utama manusia adalah berusaha mencapai kesempurnaan dengan cara belajar, atau dapat dikatakan dengan meningkatkan kemuliaannya dengan cara mencari ilmu dan pengetahuan, dan menyempurnakan penghambaannya dengan cara berdoa.

Artinya, dia mengetahui dalam dirinya dan mempertanyakan, “Dengan kasih sayang dan rahmat siapakah aku diperlakukan dengan sebaik ini? Dengan kedermaan siapakah aku dibina dengan pembinaan yang demikian penuh kasih sayang? Dengan kebaikan siapakah aku diciptakan dalam bentuk yang seindah ini?”

Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti inilah manusia akan semakin yakin bahwa tugas utamanya dalam kehidupan ini adalah berdoa, memohon, dan mengharap dengan lisan yang penuh kefakiran dan kelemahan, kepada Zat Yang Maha Melaksanakan keperluan hambaNya.

Kenapa manusia harus berdoa?

Dengan doa dan permohonan ini, semua keinginan dan keperluan hamba akan dipenuhi olehNya. Tak satu pun dari sekian banyak keperluannya akan dipenuhinya sendirian, melainkan akan ditolong oleh Allah SWT. Oleh karena itu, tugas utama manusia di sini adalah meningkatkan rasa ketidakmampuan dan kefakiran dalam hatinya, sehingga benar-benar merasa menjadi hamba yang sangat memerlukan pertolongan.

Jadi, dapat kita katakan bahwa tujuan manusia didatangkan ke dunia ini adalah untuk mencapai kesempurnaan dengan cara belajar mencari pengetahuan, dan berdoa atau memohon. Karena setiap bagian dari diri manusia adalah mendorong untuk terus mencari pengetahuan. Sedangkan setiap pengetahuan mempunyai dasar, sumber, ruh, dan cahaya berupa makrifatullah (mengetahui keagungan Allah SWT). Lalu dasar dari makrifatullah adalah bertauhid (mengesakan Allah SWT).

Manusia sangat mungkin untuk tertimpa musibah, ujian, dan serangan para musuhnya. Itu semua terjadi karena manusia sebenarnya benar-benar lemah. Di sisi yang lain, manusia mempuyai keperluan yang luar biasa banyak, walaupun dirinya berada dalam kemiskinan yang sangat.

Dari dua keadaan ini, dapat disimpulkan bahwa yang dituntut dari manusia adalah dia harus berdoa setelah kuat menanamkan keimanan. Doa adalah inti dan otak dari semua ibadah yang dilakukan manusia.

Belajar dari bayi

Marilah kita perhatikan fenomena yang ada pada seorang bayi atau anak kecil. Bayi adalah fase manusia yang sangat lemah, tidak dapat memenuhi keperluan dan keinginannya. Pada saat menginginkan sesuatu, dia pasti akan menangis, merengek dan meminta dipenuhi keinginannya baik dengan cara berucap atau berbuat sesuatu. Setelah melakukan hal itu, keinginannya pasti akan dipenuhi.

Demikian juga manusia. Manusia adalah termasuk makhluk Allah SWT yang sangat kecil, lemah, dan tidak mempunyai apa-apa. Dia itu sama kedudukannya dengan seorang anak kecil. Ketika memerlukan dan menginginkan sesuatu, tidak ada jalan lain baginya kecuali dengan mendatangi Allah yang Maha Pengasih, dan memohon di hadapanNya.

Baik dengan cara menangis dan mengadukan segala kelemahannya, atau memohon dengan cara memberitahukan keadaannya yang fakir dan memerlukan banyak hal, hingga semua keinginan dan keperluannya dipenuhi oleh Allah SWT.

Sebaiknya anda membaca juga:

Apa yang harus dilakukan setelah berdoa?

Setelah itu, yang harus dilakukan manusia adalah bersyukur. Jika tidak, maka dia seperti anak kecil yang berkata, “Aku telah sanggup menggunakan semua hal ini untuk kepentinganku. Aku melakukan hal itu dengan kekuatan pikiranku dan usahaku.”

Padahal kekuatan untuk dapat menggunakan semua yang ada di sekitar manusia agar bermanfaat bagi dirinya adalah kemampuan yang sangat besar. Lebih besar beribu kali lipat dari kemampuan manusia yang sangat kecil.

Jika manusia berkeyakinan seperti itu, maka hal ini adalah kekafiran terhadap nikmat Allah SWT. Itu juga adalah sebuah kemaksiatan yang sangat bertolak-belakang dengan fitrah dan keadaan manusia yang sebenarnya. Kekafiran dan kemaksiatan ini pada akhirnya akan  menyebabkan turunnya siksa dari Allah SWT.

Demikianlah tugas utama manusia sebagai khalifah fil ardhi, maknanya tugas dari Allah SWT untuk memakmurkan bumi. Tugas manusia menurut Islam, khususnya Al-Qur’an. Yang paling utama adalah belajar, beriman, dan beribadah. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda