HOW TO

Membentuk Akhlak dengan Memikirkan Akibat Buruk Akhlak Tercela

Membentuk Akhlak Mulia dengan Memikirkan Akibat Buruk Akhlak Tercela
Orang yang berakhlak buruk akan kehilangan kemuliaannya di Sisi Allah SWT, dan menjadi orang yang terhina di mata manusia.

mukjizat.co – Pembentukan akhlak mulia mempunyai banyak faktor dan cara. Dengan memikirkan akibat buruk berakhlak tercela, misalnya. Kita lihat contoh hidup Rasulullah SAW mengajarkan cara membentuk akhlak sahabat, generasi umat Islam pertama.

Memikirkan tentang efek buruk sesuatu bisa membuat kita menjauhi sesuatu itu. Demikian juga dengan memikirkan akibat buruk akhlak tercela, bisa menjauhkan kita dari memilikinya. Seperti dikatakan para ulama, akibat buruk akhlak tercela di antaranya:

Kehilangan kemuliaan di Sisi Allah SWT

Orang yang paling mulia di Sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa. Paling jauh dari kemaksiatan, paling bersemangat dalam melakukan kebaikan.

Orang yang taat sudah tentu memiliki akhlak mulia. Karena di antara ketaatan itu adalah bersikap kepada orang lain dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan ketika bermaksiat kepada Allah SWT, dia telah melanggar aturan-aturan-Nya. Kalau sudah berani durhaka kepada Allah SWT, sudah tentu akan lebih berani lagi berbuat buruk kepada sesama manusia. Akhlaknya kepada orang lain pun akan menjadi buruk. Karena itulah orang yang berakhlak buruk akan kehilangan kemuliaannya di Sisi Allah SWT, dan menjadi orang yang terhina.

Merenungkan kerugian yang sangat besar ini akan sangat membantu dalam membentuk akhlak mulia, dan berhati-hati agar tidak menjadi orang yang berakhlak buruk.

Kehilangan kemuliaan dalam penilaian sesama manusia

Ketika seseorang berakhlak buruk, maka Allah SWT sudah tentu membencinya, lalu hilang kemuliaannya di Sisi Allah SWT. Kalau sudah seperti itu, orang-orang juga tidak akan lagi memuliakannya. Karena hati manusia berada di Tangan Allah SWT. Raca cinta dan hormat mereka adalah Allah SWT yang menentukan.

Padahal setiap manusia membutuhkan pengakuan dan perlakuan baik dari orang lain. Ketika seseorang hidup tanpa penghormatan dari orang lain, maka hidup dan keberadaannya akan terkucil, tidak dibutuhkan, tidak diharapkan, bahkan mungkin tidak disukai. Semua itu tentu akan sangat berpengaruh kepada hilangnya kebahagiaan dalam hidupnya.

Rasa takut mengalami hal-hal itu seharusnya bisa membentuk akhlak seseorang sehingga menjadi orang yang berakhlak baik dan mulia.

Namanya akan bersanding dengan gelar keburukan

Akibat orang berakhlak buruk, akan hilang gelar orang yang beriman, orang bajik, orang suka kebaikan, orang yang bertakwa, orang yang taat, kekasih Allah, orang yang menjauh dari perbuatan dosa, orang yang shalih, orang yang ahli ibadah, orang yang takut kepada Allah, orang yang baik hatinya, dan lain sebagainya.

Kerugian besar akibat akhlak buruk ini ini tidak sebanding dengan rasa enaknya yang didapatkan dari melakukan akhlak buruk dan kemaksiatan. Seharusnya hal ini bisa membentuk akhlak mulia seseorang di dunia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang yang mengalami kerugian besar akibat akhlak buruk yang dilakukannya. Beliau bersabda:

إنَّ فلانة تقوم الليل وتصوم النَّهار، وتفعل وتصَّدَّق، وتؤذي جيرانها بلسانها؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا خير فيها، هي من أهل النار

“Sesungguhnya ada seorang wanita yang banyak berpuasa sunnah, banyak bersedekah sunnah, tapi dia menyakiti hati tetangga dengan lisannya. Bagaimana dia? Rasulullah saw. menjawab, “Tidak ada kebaikan yang dimilikinya. Dia termasuk penduduk neraka.” [Ahmad].

Seperti apa kondisi orang berakhlak buruk di akhirat?

Terasa sangat merugi orang yang berakhlak buruk. Ternyata di akhirat akibat berakhlak buruk lebih besar lagi. Dia akan sangat merasa rugi ketika melihat orang lain yang berakhlak baik dan mulia di dunia. Seharusnya mengetahui akibat buruknya akan membentuk seseorang yang berakhlak baik dan mulia.

Sebaiknya anda membaca juga:

إنَّ من أحبِّكم إليَّ وأقربكم منِّي مجلسًا يوم القيامة، أحاسنكم أخلاقًا، وإنَّ من أبغضكم إليَّ وأبعدكم مني يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون، قالوا: يا رسول الله، قد علمنا الثرثارين والمتشدقين، فما المتفيهقون؟ قال: المتكبرون

“Sesungguhnya orang yang paling kucintai dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sesungguhnya orang yang paling kubenci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak berbicara, memperindah kata-katanya, dan sombong.” [Tirmizi].

Demikianlah, pembentukan akhlak mulia mempunyai banyak faktor dan cara. Dengan memikirkan akibat buruk berakhlak buruk dan tercela, misalnya. Kita lihat contoh hidup dalam hadits Rasulullah SAW yang mengajarkan cara membentuk akhlak sahabat, generasi umat Islam pertama. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda