PERISTIWA

Kisah Tentang Ikhlas yang Unik, Pura-Pura Malas dan Suka Tidur

Kisah Tentang Ikhlas yang Unik, Pura-Pura Malas dan Suka Tidur
Para ulama ada bintang di langit yang menjadi patokan kita mengarungi kehidupan.

mukjizat.co – Ikhlas dalam agama Islam adalah hal penting. Seorang Muslim pun harus mengetahui arti dan makna ikhlas. Ada juga cerita pendek dan kisah tentang ikhlas para sahabat dan ulama yang bisa membantu kita bagaimana bisa ikhlas dalam beramal dan beribadah. Ada yang pura-pura malas, suka tidur, pelit, banyak tertawa, dan sebagainya

Pura-pura tidur

Kisah ikhlas berikut ini adalah tentang bagaimana rajin beribadah, tapi justru diketahui sebagai orang yang malas beribadah dan hanya senang tidur-tiduran.

Abdurrahman bin Abi Laila shalat di rumahnya. Setiap kali merasa ada orang yang datang, dia akan berhenti lalu pura-pura tidur. Harapannya, orang yang datang dan melihatnya tidur akan berkomentar bahwa dirinya hanya tidur sepanjang malam. Padahal beliau shalat sepanjang malam tanpa sepengetahuan mereka. Subhanallah.

Pilekku sangat parah

Menangis karena merasakan keagungan Allah SWT adalah amal ibadah hati yang sangat tinggi. Pahala ibadah ini sangat besar, sehingga sayang jika hilang begitu saja karena tidak ada keikhlasan di dalamnya.

Kisah ikhlas ini tentang seorang ulama bernama Al-Mutharif bin Abdullah. Beliau selalu saja menangis kalau sedang menyampaikan hadits Rasulullah SAW. Beliau menangis keras bahkan saat masih dalam majelis ilmunya. Karena itulah beliau tutupi wajahnya dengan sorban dengan mengatakan, “Pilekku sungguh sangat parah.”

Tertawa menutupi tangisan

Untuk menghidupkan hati, ulama memberi nasihat untuk banyak menangis dan sedikut tertawa. Tapi bagaimana jika menangisnya rusak karena riya’? karena itulah para ulama sangat menjaga keikhlasan menangis mereka.

Karena itulah ada kisah Muhammad bin Sirin yang dikenal sengaja sering tertawa di siang hari hingga matanya berair mata. Beliau tertawa agar tidak dikenal sebagai orang yang selalu khusyuk dan menangis. Tapi ternyata jika datang waktu malam, waktunya dihabiskan dengan shalat dan menangis. Cerita ini membuktikan bahwa menjaga keikhlasan berlawanan dengan hawa nafsu.

Senang tidur

Ulama adalah orang yang sangat mengetahui kehendak Allah SWT dalam amalan-amalan ibadah kepada-Nya. Apa yang sangat Allah SWT cintai; apa yang sangat Allah SWT benci.

Salah satu ulama itu adalah Mutharif bin Abdullah Asy-Syakhir mengatakan, “Lebih baik aku tidur sepanjang malam, dan menyesali di pagi harinya. Daripada aku shalat sepanjang malam, lalu berbangga diri di pagi harinya.”

Tidur sepanjang malam?

Menyembunyikan amal kebaikan, dan pura-pura menampakkan hal yang sebaliknya adalah salah satu cara menjaga keikhlasan dalam beramal.

Ayub As-Sakhitani memberikan contoh ikhlas. Beliau biasa melaksanakan shalat sepanjang malam tanpa diketahui orang. Di pagi hari dia pasti mengeraskan suaranya seperti orang yang baru saja bangun dari tidur sepanjang malam.

Dermawan berlagak pelit

Kisah orang ikhlas kali ini tentang pura-pura pelit untuk menjaga keikhlasan sedekahnya. Sungguh hal yang sangat berat untuk menjaga keiklasan.

Ali bin Husain Zainal Abidin biasa memikul sendiri sembako bantuannya di malam hari. Dia mengantarkannya ke rumah-rumah janda dan kaum miskin di Madinah. Mereka tidak tahu siapa yang memberikan bantuan. Karena mereka hanya mengetahui setiap saat ada sembako yang sudah tergeletak di depan pintu.

Silakan baca juga:

Ketika wafat, orang-orang melihat kulit punggung dan pundah Zainal Abidin menghitam bekas memikul beban berat. Barulah orang-orang mengetahui siapa yang selalu membantu mereka selama ini. Hal ini sama sekali tidak ada dalam benak mereka, karena dalam kesehariannya Zainal Abidin berlagak seperti orang pelit.

Demikianlah ikhlas dalam agama Islam adalah hal penting. Arti dan makna ikhlas bisa kita rasakan dari kisah tentang ikhlas yang unik-unik di atas. Cerita pendek para sahabat dan ulama tadi semoga bisa membantu kita bagaimana bisa ikhlas dalam beramal dan beribadah sehingga mendapatkan pahala yang utuh dari Allah SWT. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda