KESEHATAN

Seperti Ini Paru-Paru Kita, Sudahkah Bersyukur?

Seperti Ini Paru-Paru Kita, Sudahkah Bersyukur?
Saluran pernafasan kita kalau kita jumlahkan panjangnya bisa mencapai sekitar 2400 KM.

mukjizat.co – Seperti apa paru paru kita? Bagaimana Allah SWT menjaga kesehatan pernafasan kita? Ternyata struktur organ paru-paru dan fungsinya sangat luar biasa. Sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT.

Ketahanan Paru-Paru

Allah SWT ini telah menitipkan paru-paru kepada kita. Pada saat pandemi covid menerpa dunia, paru-paru inilah uamh menjadi salah satu target. Organ paru-paru itu seakan-akan tenggelam di dalam air sehingga penderita merasa sesak. Ini adalah sebuah pelajaran bagi kita.

Allah SWT telah menciptakan paru-paru didalam tubuh kita itu jauh sebelum kita lahir. Allah SWT telah menciptakan bakal paru-paru pada hari ke-21, ketika kita di kandungan. Pada saat lahir, dalam 10 detik paru-paru kita langsung mengembang.

Sejak saat itulah paru-paru kita menghembuskan nafas menghirup nafas, tanpa henti-hentinya, tanpa istirahat, dan tanpa jeda waktu. Hebatnya lagi paru-paru bernafas tanpa kita sadari dan tanpa harus kita kerjakan. Dia bekerja melalui autoregulasi yang ada di otak.

Begitu karbondioksida meningkat, misalnya, maka laju nafas akan meningkat pula. Begitu olahraga, begitu kebutuhan kepada oksigen meningkat, tanpa kita suruh paru-paru tetap akan meningkatkan kinerjanya supaya kebutuhan oksigen di dalam tubuh kita itu terpenuhi.

Kesempurnaan Paru-Paru

Kalau kita perhatikan, Allah SWT telah menciptakan paru-paru dengan sebaik-baiknya bentuk. Dengan sangat-sangat sempurna. Allah SWT menciptakan dari bagian atas itu saluran pernapasan. Saluran pernapasan itu ternyata tidak bisa kolaps. Tidak bisa kempes. Kenapa?

Mereka dilindungi oleh cincin-cincin trakea. Jadi kalau pun tidur, kalau pun kita tertekan misalnya, sangat kecil kemungkinan nafas kita tertutup. Karena Allah SWT telah menciptakan cincin yang begitu kokoh sehingga seluran nafas itu terbuka.

Saluran itu masuk lagi ke dalam dada, kemudian juga bercabang menjadi dua, bercabang lagi menjadi tiga, sebelah kanan dan dua sebelah kiri, menjadi bronkus. Kemudian bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkiolus terus bercabang-cabang sampai cabang yang paling kecil. Lebih kecil saluran udara ini daripada rambut. Dan tibalah saluran udara tadi ke daerah terminal akhir yang disebut dengan alveolus.

Di alveolus inilah terjadi pertukaran. Pertukaran udara yang masuk ke dalam paru-paru, yang kaya akan oksigen dan nitrogen, kemudian ditukar dengan hasil metabolisme yang ada dalam tubuh. Zat CO2 pun keluar. Di situlah oksigen akan masuk ke dalam pembuluh darah, dan kita tidak akan sesak nafas setelah itu.

Ternyata di dalam tubuh kita ini Allah SWT telah menitipkan antara 300 juta hingga 500 juta alveoli. Begitu banyak, dan kita tidak tahu. Kita tidak pernah menyadari bahwa Allah SWT telah menitipkan sedemikian detilnya.

Ribuan Km Saluran Pernafasan Kita

Bahkan kalau kita runut saluran nafas ini, dari mulai trakea kemudian bercabang menjadi bronkus, kemudian bercabang lagi bronkiolus, bercabang sampai ke bagian terkecil, ternyata kalau kita jumlahkan panjangnya itu bisa mencapai sekitar 2400 KM. Bayangkan betapa dasyatnya ciptaan Allah SWT ini. Jarak antara Aceh dan Lampung saja itu sekitar 2044 KM. Berarti saluran nafas gitu lebih panjang dari dari jarak antara Aceh dan Lampung. Sangat dahsyat sekali.

Marilah kita lihat alveoli yang Allah SWT titipkan di dalam paru-paru kita ini, kalau diluaskan permukaannya kurang lebih antara 50-145 M2. Jumlah yang sangat luas. Sementara sekarang kita tidak tahu bahwa Allah SWT telah menitipkan fasilitas yang sangat dahsyat itu.

Sampai saat ini paru-paru belum ada gantinya. Kalau operasi jantung, jantung bisa dihentikan sementara dengan menggunakan mesin, tapi kalau paru-paru tidak ada yang bisa menggantikan perfusi oksigen ke dalam tubuh manusia sampai saat ini.

Allah SWT juga menitipkan otot-otot di dalam rangka dada kita, untuk menarik nafas, untuk memperluas dinding dada bagian dalam. Allah SWT menitipkan 11 pasang muskulus interkostalis internal, muskulus interkostalis eksternal, kemudian oleh juga menitipkan diafragma. Untuk apa? Agar kita bisa bernapas. Hebatnya nafas yang kita lakukan itu tanpa sepengetahuan, dan tanpa kesadaran kita. Mungkin kita bisa menyadarinya, tapi seringnya tidak sadar saat kita bernafas. Karena itu kita tidak pernah lupa untuk bernapas.

Berapa Kali Kita Bernafas? Berapa Udara yang Kita Hirup?

Jadi itulah kekuasaan Allah SWT yang dititipkan kepada manusia. Kalau kita merunut lebih dalam lagi, rata-rata orang dewasa bernapas sekitar 16 kali permenit.

Kalau dijumlahkan perhari sekitar 23.000 kali kita bernapas. Suatu jumlah yang sangat besar. Bayangkan andaikata saat bernapas kita harus sadar, maka sehari-hari mungkin kita hanya memperhatikan nafas saja.

Udara yang kita hirup rata-rata antara 6,3 sampai 13 liter per menit. Galon air mineral itu sekitar 19 liter isinya. Jadi mungkin sehari-semalam kita memerlukan antara 492 sampai 1000 galon untuk nafas. Sedangkan sampai saat ini kita dikasih gratis. Tapi alangkah jarangnya kita bersyukur.

Sistem Perlindungan dalam Paru-Paru

Ternyata udara yang masuk ke dalam saluran pernapasan kita ini tidak bersih. Ada jamur, bakteri, virus, polutan, dan sebagainya. Tapi ternyata sampai saat ini kita jarang sakit disebabkan saluran pernapasan. Kenapa? Karena Allah SWT menitipkan sistem pertahanan yang ada dalam tubuh kita. Begitu nafas masuk, udara masuk lewat hidung, maka dia sudah disaring lewat bulu-bulu hidung.

Begitu nafas, udara yang masuk lewat saluran nafas bagian dalam sudah dihangatkan supaya tidak terlalu dingin ke dalam. Begitu masuk lagi ke saluran nafas, ke trakea, di sana sudah disiapkan sistem pertahanan tubuh. Ada yang namanya bulu-bulu halus yang disebut dengan silia.

Baca juga:

Allah SWT juga menitipkan lendir yang diproduksi oleh sel goblet yang di dalam saluran pernapasan. Lendir itu ternyata bukan sembarang lendir, tapi lendir yang mengandung antibiotik, lendir yang mengandung antimikroba seperti defensins, antiprotease dan antioksidan. Itu lendir yang kita punya di dalam.

Kemudian di sana ada juga sistem pertahanan tubuh berupa netrofil, dan juga berupa imunoglobulin. Jadi sistem alutsista yang telah Allah SWT rancang dan pasang untuk memproteksi tubuh kita ini dari serangan-serangan virus, infeksi bakteri, jamur dan lain sebagainya. Allah SWT telah titipkan dan sediakan itu semua di dalam saluran nafas ini.

Kenapa Kita Tidak Bersyukur?

Semua ini tanpa kita minta, tanpa kita sadari. Makanya kita jadi jarang bersyukur. Kalau kita berbicara tentang gangguan saluran napas pada covid, kita juga harus ingat bahwa Allah SWT telah menciptakan beberapa alutsista yang ada di dalam tubuh kita ini, dan sampai saat ini sangat jarang kita syukuri.

Oleh sebab itulah, marilah kita sama-sama mengambil pelajaran dari kasus demi kasus ini. Bahwa selama waktu kita hidup ternyata Allah SWT lebih banyak menitipkan waktu sehatnya daripada waktu sakitnya. Dengan covid ini Allah SWT ingin menegur kita, udara yang tadinya bebas, yang tadinya kita hirup sekitar 492-1000 galon perhari, sekarang kita merasakan betapa berharganya udara bebas ini.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran surah Al-Mulk ayat 23:

“Katakanlah:Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.”

Seperti itulah paru paru kita. Allah SWT telah menjaga kesehatan pernafasan kita. Struktur organ paru-paru dan fungsinya sungguh sangat luar biasa. Maka dengan pandemi ini marilah kita banyak-banyak bersyukur agar Allah SWT menambahkan nikmat-Nya kepada kita. (sof1/www.mukjizat.co).

Disarikan dari: dr. Asep Hermana, Sp.B

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda