TADABUR

Tadabbur Al-Anfal 58: Kebijakan Politik dalam Al-Qur’an

Persaudaraan Khusus Antara Muhajirin dan Anshar
Kemaslahatan dan kehati-hatian sangat penting.

mukjizat.co – Tadabbur Al-Qur’an berarti kita membaca Al-Qur’an dengan memahami arti dan merenungi maksudnya. Selanjutnya tafakkur dan tazakkur sehingga mengamalkan ajaran dan aturan Allah Taala dan hidup. Berikut tadabbur ayat Surat Al-Anfal.

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَٱنۢبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْخَآئِنِينَ

8:58. Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa pembatalan perjanjian dilakukan ketika ada kekhawatiran terjadinya pengkhianatan dari pihak lain. Tidak disyaratkan bahwa pengkhianatan itu sudah terjadi.

Hal itu karena dalam urusan-urusan interaksi politik dan peperangan, banyak keputusan dan tindakan dilakukan berdasarkan prediksi dan dugaan dari gejala yang dilihat. Tidak perlu menunggu hal yang diprediksi itu benar-benar terjadi.

Kalau menunggu, maka para pemimpin umat akan sangat terlambat dalam mengambil keputusan dan kebijakan, yang tentunya akan sangat berbahaya. Banyak masalah yang bisa terjadi, dan banyak kepentingan yang bisa hilang. (sof1/mukjizat.co)

Sumber: Ibnu Asyur, 10/52

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda