TADABUR

Tadabbur Al-Anfal 46: Larangan Saling Berbantahan

Persaudaraan Khusus Antara Muhajirin dan Anshar
Harus menciptakan suasana kondusif untuk berjuang.

mukjizat.co – Tadabbur Al-Qur’an berarti kita membaca Al-Qur’an dengan memahami arti dan merenungi maksudnya. Selanjutnya tafakkur dan tazakkur sehingga mengamalkan ajaran dan aturan Allah Taala dan hidup. Berikut tadabbur ayat Surat Al-Anfal.

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

8:46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Adanya larangan saling berbantahan menunjukkan adanya perintah untuk melakukan hal-hal yang bisa membantu mewujudkannya seperti saling memahami, senang bermusyawarah, siap mengoreksi dan dikoreksi, sehingga akhirnya terwujud kesatuan sikap dan pendapat.

Lalu ketika masih saling berbantahan, maka hendaknya masalah dikembalikan kepada para pemimpin sesuai dengan firman Allah SWT:

“Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka.” [An-Nisa: 83].

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya).” [An-Nisa: 59].

Larangan saling berbantahan lebih umum dari sekadar perintah untuk menaati para pemimpin. Karena jika kita dilarang berbantahan, maka lebih dilarang lagi berbantahan dengan para pemimpin. (sof1/mukjizat.co)

Sumber: Ibnu Asyur, 10/30

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am I Al-A’raf I Al-Anfal

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda