SEJARAH

Kisah Al-Qur’an Tentang Bangsa yang Ingin Tetap Dijajah

Kisah Al-Qur’an Tentang Bangsa yang Ingin Tetap Dijajah
Janganlah kita bermental seorang budak.

mukjizat.co – Semua bangsa ingin hidup merdeka seutuhnya. Tapi ada kisah Al-Qur’an tentang bangsa yang ingin tetap dijajah, walaupun sudah mendapatkan janji kemerdekan jika mereka siap berjuang bersama seorang nabi.

Yang pertama harus dilakukan seorang pelopor pejuangan kemerdekaan adalah menyakinkan bangsanya untuk mau hidup merdeka. Karena lama hidup di bawah penjajahan bisa menghilangkan jiwa merdeka, jiwa pemberani, jiwa petualang, dan jiwa pejuang.

Hidup di bawah penjajahan adalah hidup sebagai budak. Budak tidak mempunyai kehendak. Kehendaknya adalah kehendak tuannya. Budak tidak akan berani, bertualang, dan berjuang. Belum juga berjuang, mereka sudah yakin bahwa perjuangan hanya akan berujung dengan kegagalan yang akan membuat hidup mereka lebih mengenaskan lagi.

Budak akan menerima keadaan, walaupun hina. Berat menggadaikan jiwa dan raga demi untuk memperjuangkan sesuatu yang masih semu dalam pandangan mereka. Sang pelopor harus membangkitkan jiwa manusia merdeka dalam hati bangsanya. Karena hanya dengan itulah, mereka akan bersedia sekadar memperjuangkan diri mereka sendiri.

Allah SWT berfirman:

قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ. قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا قَالَ عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ.

“Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”.

Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Firaun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.” [Al-A’raf: 128-129].

Ayat Al-Qur’an ini berisi janji yang sangat nyata bahwa jika mereka siap berjuang, maka Allah SWT bukan hanya memberikan kemerdekaan, tapi juga kekuasaan yang luas di bumi ini.

Ini adalah kisah Nabi Musa AS dan bangsanya. Setting kehidupan dan perjuangan Nabi Musa as. adalah saat bangsanya, Bani Israil, hidup dalam perbudakan di Mesir. Misi utama Nabi Musa as. adalah memerdekakan mereka dari perbudakan. Tidak layak bangsa yang beriman dan bertauhid diperbudak oleh penyembah berhala.

Namun lama hidup sebagai budak telah meredupkan api keimanan tersebut, membuat mereka tidak bersabar menahan penderitaan saat berjuang memerdekakan diri di bawah kepemimpinan dan kepeloporan Nabi Musa as.

“Perjuangan hanya membuahkan penderitaan, tidak ada bedanya menderita sebagai budak,” pikir mereka, seakan-akan mereka memilih hidup sebagai budak daripada harus berjuang.

Silakan baca juga:

Syaikh Al-Maraghi mengatakan, Nabi Musa as. meyakinkan bangsanya bahwa jika mereka bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT, yang akan terjadi bukanlah apa yang dikatakan Firaun. Yang akan terjadi adalah apa yang dijanjikan Allah SWT. Mereka akan selamat dari penjajahan, bahkan akan berkuasa atas negeri Mesir.

Janji dari Allah SWT itu memang sangat besar. Memperjuangkan hal yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar pula. Pengorbanan yang besar itulah yang nanti akan menjadikannya menghargai hasil perjuangan, dan mendorongnya untuk terus mempertahankan kemerdekaan. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda