KEJIWAAN

Detik-detik Kemerdekaan dalam Al-Qur’an

detik detik kemerdekaan dalam al-quran
Kemerdekan membutuhkan tekad yang sangat kuat untuk mewujudkannya.

mukjizat.co – Detik-detik pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah hal yang sangat penting. Itulah detik-detik yang lalu diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia sepanjang zaman. Mensyukuri nikmat kemerdekaan. Al-Qur’an juga menyebutkan bagaimana pentingnya saat-saat itu.

Ada sebuah sejarah singkat tentang sekelompok elit. Harta berlimpah, fasilitas serba istimewa, jaminan keamanan, penghormatan dari semua orang. Itulah yang mereka rasakan saat ini. Seakan sempurna sudah kebahagiaan hidup mereka. Tapi ada satu yang kurang dan tidak mereka dapatkan, mereka harus hidup tunduk kepada kehendak dan titah seorang penguasa kejam.

Keahlian mereka memang langka, sementara raja sangat membutuhkannya untuk menundukkan musuh-musuh politik yang merongrong kekuasaan. Cocok. Keistimewaan-keistimewaan itu pun bisa dipastikan akan terus diberikan raja. Ada kepentingan yang menyatukan mereka.

Tapi manusia tetaplah manusia. Allah Taala telah membekalinya fitrah untuk hidup merdeka. Karena manusia diciptakan untuk tunduk hanya kepada Penciptanya. Bukan kepada sesama manusia.

Allah Taala berfirman:

قَالُوا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ. وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ.

“Ahli-ahli sihir itu menjawab: “Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” [Al-A’raf: 125-126].

Al-Qur’an menggambarkan detik-detik terpenting dalam kehidupan para ahli sihir di istana Firaun. Saat proklamasi kemerdekaan mereka yang sejati, yaitu merdeka memilih dan menentukan keyakinan tanpa harus tunduk lagi kepada penguasa kejam dan zalim.

Nikmat merdeka itu bahkan tidak melemah berhadapan dengan besarnya kekuatan materi milik penguasa. Kekuatan yang hanya bisa menguasai fisik tanpa sedikit pun bisa menembus ke hati dan keinginan mereka. Karena hati mereka sudah penuh dengan keimanan yang tidak akan pernah goyah sedikitpun.

Silakan baca juga:

Bandingkan mereka dengan kaum ‘Ad, “Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).” [Huud: 59].

Kemewahan yang berujung kehancuran. Karena tunduk kepada penguasa kejam adalah kejahatan yang mendatangkan siksa dunia sebelum akhirat. Membutuhkan ketegangan detik-detik kemerdekaan seperti yang Al-Qur’an kisahkan. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah I Al-An’am

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda