Kabar

Profesor Pengembang Roket Gaza Ini Telah Gugur

Jamal-Al-Zibdeh
Jamal Al-Zibdeh adalah seorang akademisi yang unik, mempunyai kecerdasan luar biasa, dan juga seorang prajurit yang tangguh.

mukjizat.co – Selama ini, Profesor Jamal Al-Zibdeh, pakar ilmu teknik dan mekanika, tidak dikenal sebagai seorang pemimpin Gerakan Perlawanan Palestina (Hamas) di Gaza. Ternyata seorang guru besar di Universitas Islam Gaza ini mempunyai aktivitas rahasia yang bahkan sebagian keluarganya pun tidak mengetahuinya.

Jamal Al-Zibdehlah yang bertanggung jawab mengolah bahan-bahan yang sangat terbatas menjadi alat perang canggih yang menggentarkan militer penjajah Israel. Di kampus Jamal Al-Zibdeh melahirkan ribuan sarjana teknik, di waktu yang sama bisa merekrut ratusan di antara mereka untuk memperkuat barisan teknisi Hamas. Tugas utama mereka adalah mengembangkan teknologi roket dan drone.

Jamal Al-Zibdeh sudah menjadi incaran Israel sejak tahun 2010. Usaha pembunuhan terhadapnya pada tahun di akhir perang 2012 mengalami kegagalan.

Profesor asal Palestina ini telah mendapatkan gelar doktor dalam ilmu teknik dan mekanika 35 tahun yang silam dari Virginia Polytechnic Institute, Amerika. Saat itu dia bersama keluarganya bahkan telah menjadi warga negara Amerika, dan mendapatkan banyak tawaran menggiurkan untuk menetap di Amerika.

Riset-risetnya banyak berkenaan dengan mesin pesawat tempur F-16, dan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan tipe terbarunya F-35. Beliau adalah pakar aerodynamics dan delta wing yang digunakan dalam berbagai pesawat tempur canggih.

Pada tahun 1994 Jamal Al-Zibdeh memutuskan untuk pulang ke Gaza, bekerja sebagai dosen di fakultas teknik Universitas Islam Gaza. Di Gaza Jamal tidak berhenti mengembangkan kemampuannya dalam riset-riset ilmiah. Selain teknik, dia juga mengembangkan bidang programming.

Suatu ketika, salah seorang murid bertanya kepadanya, “Paman, kok ada orang mau meninggalkan Amerika untuk kembali ke Gaza?” Dengan penuh patriotisme, Jamal Al-Zibdeh menjawab, “Negeri ini adalah amanah dan ada hal yang harus kita perjuangkan. Maka orang yang sekadar mempunyai loyalitas kepada negerinya, seribu Amerika pun tidak akan bisa menggoyahkan idealismenya.”

Baru pada tahun 2006 Jamal Al-Zibdeh bekerja dalam gerakan perlawanan Hamas. Dia masuk ke dalam tim yang sangat rahasia berisi para pakar teknik yang bertanggung jawab mengembangkan persenjataan Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas. Termasuk di dalamnya adalah program pengembangan roket yang pada tahun 2009 hanya bisa menjangkau 35 kilometer, dan pada perang 2021 kali ini bisa mencapai seluruh wilayah, 250 kilometer.

Salah seorang murid mengatakan, Jamal Al-Zibdeh adalah seorang akademisi yang unik, mempunyai kecerdasan luar biasa, dan juga seorang prajurit yang tangguh. Setelah selesai tugas di kampus, Jamal Al-Zibdeh pasti akan sibuk di tempat rahasia pengembangan teknologi persenjataan Hamas berjam-jam. Hingga berkat keuletannya beserta seluruh rekannya Israel bisa dibuat malu dan ketakutan kali ini.

Tidak sendirian, Jamal Al-Zibdeh juga mengajak anaknya, Usamah, yang masih berkewarganegaraan Amerika untuk turut bergabung di Hamas. Usamah juga seorang pakar yang berjasa besar dalam pengembangan persenjataan Hamas. Istrinya mengatakan, “Mertuaku mengatakan bahwa Usamah sedang melakukan riset yang kalau diajukan di universitas pasti akan menjadi disertasi doktoral terbaik. Entah apa yang sedang dikerjakannya.”

Pada hari kedua dimulainya Perang Pedang Al-Quds, pesawat-pesawat tempur Israel menggempur tempat perlindungan bawah tanah yang di dalamnya terdapat Jamah Al-Zibdeh, putranya, dan beberapa rekan lainnya. Mereka digempur dengan 20 roket tipe GPU yang diciptakan khusus untuk menembus tempat pertahanan yang kuat. Mereka pun gugur sebagai syuhada dalam mempertahankan Masjidil Aqsa. (sof1/al-akhbar.com/www.mukjizat.co).

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda