Kabar

Tak Disangka, dari Bahan Inilah Roket-Roket Hamas Dibuat

Tak Disangka, dari Bahan Inilah Roket-Roket Hamas Dibuat
Hamas dan gerakan perlawanan lainnya berhasil meluncurkan roket ke wilayah yang berjarak 220 kilometer dari Jalur Gaza.

mukjizat.co – Perlawanan Hamas dan lainnya di Jalur Gaza dalam serangan Israel akhir-akhir ini tidak hanya mengejutkan Israel, tapi juga semua pihak.

Hamas dan gerakan perlawanan lainnya berhasil mengguncangkan kota-kota terdalam Israel, termasuk Tel Aviv, dengan serangan roket-roketnya.

Sistem pertahanan Iron Dome yang begitu dibanggakan Israel selama ini tidak kuasa menghadang ribuan roket yang diluncurkan bertubi-tubi. Lebih dari 4 ribu roket telah diluncurkan yang mengakibatkan puluhan warga Israel tewas, dan jutaan orang harus bersembunyi di bunker-bunker.

Dari mana roket-roket Hamas itu berasal? Bukankah Jalur Gaza selama 15 tahun ini hidup terisolir dan terkepung sehingga bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?

Dalam sebuah program televisi Aljazeera, “Maa Khafiya A’zham” (Yang Tersembunyi Lebih Besar). Dijelaskan bahwa ternyata roket-roket itu benar-benar diproduksi di Jalur Gaza. Banyak SDM yang ternyata bisa mengembangkannya.

Tentang bahan-bahan pembuatannya, inilah yang sangat mengagetkan.

Ternyata Hamas memanfaatkan mortir dan bom yang dijatuhkan Israel pada Perang Tahun 2014. Ada ribuan mortir dan bom Israel yang tidak berhasil meledak.

Lalu pada tahun 2017 Hamas berhasil menemukan jalur pipa Israel yang berusaha mencuri air tanah dari Gaza. Pipa ini juga menjadi bahan logam untuk pembuatan roket.

Lalu bahan peledaknya dari mana? Unit Katak dalam pasukan Hamas berhasil menemukan dua kapal perang Inggris yang tenggelam di Laut Gaza pada Perang Dunia I. Banyak sekali yang bisa ditemukan di dalam kapal tersebut, yang tentunya mempunya daya ledak hebat untuk pembuatan roket.

Dalam perang kali ini, Hamas dan gerakan perlawanan lainnya berhasil meluncurkan roket ke wilayah yang berjarak 220 kilometer dari Jalur Gaza, yaitu di bandara internasional Ramon di Be’er Ora, Israel. (sof1/aljazeera/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda