Kabar

Yoav Limor: Hamas Kini Didukung Seluruh Palestina

Hamas Kini Didukung Seluruh Palestina
Aksi-aksi protes yang dilakukan oleh warga Arab di kota-kota Israel jauh lebih berbahaya dari perang yang saat ini sedang terjadi dengan Gaza.

mukjizat.co – Seorang pengamat militer Israel, Yoav Limor, mengatakan bahwa sebelum perang terakhir ini, pihak militer Israel masih berkeyakinan bahwa Hamas dalam kondisi yang buruk dan tidak mempunyai perhatian untuk melakukan aksi militer. Namun kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya.

Dalam surat kabar, Israel Hayom, Limor mengatakan, “Seandainya saja perang ini bisa dihentikan, tentu hasil yang bisa dipastikan adalah kuatnya trauma perang ini pada pikiran orang-orang Israel. Misalnya, besarnya demonstrasi di Masjidil Aqsa berteriak mendukung peluncuran roket dari Gaza, sebaliknya di wilayah Israel kekacauan dan kecemasan meluas di jalan-jalan kota Tel Aviv.”

Limor menambahkan, “Aksi-aksi protes yang dilakukan oleh warga Arab di kota-kota Israel jauh lebih berbahaya dari perang yang saat ini sedang terjadi dengan Gaza. Perang dengan Gaza pasti akan ada akhirnya, sedangkan masalah yang tersisa di dalam akan terus terjadi selamanya. Ini juga merupakan bagian keberhasilan Hamas dalam perang kali ini.”

Israel, menurutnya, terjebak dalam perang dengan Gaza, padahal belum mengawasinya dengan betul-betul teliti. Akhirnya, Israel mendapatkan kejutan-kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Termasuk jatuhnya beberapa roket dari Gaza di kota Al-Quds.

Beberapa hari lalu, terang Limor, menunjukkan adanya ribuan roket yang diluncurkan ke berbagai kota di Israel. Ini menyebabkan terputusnya jalur-jalur transportasi utama. Para pemukim juga terhalang untuk mendatangi pemukiman mereka di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Karena Hamas sering meluncurkan mortir anti tank ke wilayah-wilayah tersebut.

Tentang kemenangan politik dalam negeri Hamas, Limor mengatakan, “Saat ini Hamas telah menjadi pahlawan di seluruh Palestina. Termasuk Tepi Barat dan tentunya Al-Quds. Pemerintah Palestina seakan lenyap begitu saja. Abu Mazin seperti kabur. Jika pemilu dilaksanakan hari ini, tentu Hamas akan mendapatkan kemenangan mutlak. Padahal sebelumnya, Hamas telah kehilangan harapan akibat blokade politik dan materi selama ini. Sebelumnya juga sangat kecil kemungkinan Hamas untuk berkuasa di Tepi Barat pasca pembatalan pemilu.”

Kemarahan Hamas akibat pembatalan pemilu, terang Limor, sudah diantisipasi oleh intelijen Israel. Tapi intelijen tidak mengira akan secepat ini pelampiasannya. Hamas tidak menunggu lama-lama, begitu ada kasus besar di Al-Quds langsung memanfaatkannya untuk kembali menjadi pemegang kendali semua kejadian di Palestina. Hamas kembali ke permukaan untuk mengendalikan politik di Palestina.

“Hamas telah menggondol tiga hadiah hanya dengan sekali langkah. Hadiah keempat yang tidak direncanakannya adalah terus terjadinya kisruh di dalam negeri Israel. Jadi kita tidak boleh meremehkan kelihaian dalam memainkan politiknya pada pekan-pekan terakhir. Mereka bisa memanfaatkan peristiwa Bab Al-Amoud, konflik hukum distrik Syeikh Jarrah, dan media sosial yang benar-benar sukses menarik simpati seluruh warga Palestina,” Limor menyimpulkan. (sof1/paltime/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda