IBADAH

Apa Maksud Bertakwa Sesuai Kemampuan?

maksud takwa sesuai kemampuan
Islam adalah agama yang mudah dan memaklumi ketidakmampuan sebagian orang

mukjizat.co – Ada perintah Allah SWT agar kita bertakwa sesuai kemampuan kita. Apa maksudnya?

Islam adalah agama yang mudah. Islam memerintahkan kewajiban sesuai dengan kemampuan. Sebuah agama yang fleksibel, toleran, sempurna, dan sesuai untuk semua zaman dan tempat.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah sesuai kemampuanmu.” [At-Taghabun: 16].

Apa maksudnya?

  1. Ayat ini menggunakan redaksi yang umum, sehingga penyesuaian kewajiban sesuai dengan kemampuan ini masuk dalam seluruh bagian Islam baik akidah, fikih, halal-haram, dan sebagainya.
  2. Semua kewajiban yang tidak bisa kita tidak mampu melaksanakannya menjadi tidak wajib bagi kita.
  3. Jika ada beberapa kewajiban yang kita mampu, dan ada beberapa kewajiban lain yang kita tidak mampu, maka kita wajib melaksanakan yang kita mampu saja, sedangkan yang tidak kita mampu tidak wajib atas kita.
  4. Kita harus serius dalam melaksanakan kewajiban, dan tidak boleh meremehkannya. Karena kewajiban harus kita laksanakan sesuai kemampuan kita tanpa berlebihan dan berkurangan.
  5. Jika kita telah melaksanakan apa yang wajib atas kita, maka telah terbebas dari beban dan tanggung jawab. Kita tidak akan menanggung dosa di akhirat nanti.
  6. Ayat ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT. Kelembutan Allah SWT terlihat dalam memberikan segala kebaikan kepada kita, dan melindungi kita dari segala keburukan.
  7. Dalam ayat ini terdapat bukti bahwa Islam adalah agama yang mudah dan memaklumi ketidakmampuan sebagian orang.

Contoh dalam Syariat

Dalam masalah shalat, Rasulullah SAW bersabda, “Shalatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu maka dengan duduk. Jika tidak mampu lagi maka dengan berbaring.” [Bukhari].

Saat memerintahkan ibadah puasa, Allah SWT berfirman, “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” [Al-Baqarah: 185].

Ibadah haji pun demikian, “mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” [Ali Imran: 97].

Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:

Ketika memberikan nafkah juga disesuaikan dengan kemampuan, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” [Ath-Thalaq: 7].

Inilah beberapa maksud bertakwa sesuai kemampuan. Ternyata Allah SWT memerintahkan kita bukan hanya ingin membebani kita dengan berbagai kewajiban. Perintah tentu berisi kebaikan bagi kita, dan larangan pasti berisi keburukan bagi kita. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda