IBADAH

Dalam Perjalanan Lebih Baik Puasa atau Tidak?

dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak
Setiap kali berhadapan dengan pilihan, maka Rasulullah SAW pasti memilih hal yang paling mudah.

mukjizat.co – Saat dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak? Pertanyaan ini sering diajukan orang yang bepergian di bulan Ramadan. Karena memang bentuk safar (bepergian) kita berbeda-beda sifatnya, maka keutamaan berpuasa atau tidak pun berbeda.

Ulama Berbeda Pendapat

Dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak, dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa tetap berpuasa adalah lebih utama. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i.

Tentunya pendapat ini adalah untuk orang-orang yang kuat berpuasa, dan tidak merasakan keberatan. Dalil pendapat ini adalah hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa saat dalam perjalanan. Tentunya yang dipilih Rasulullah SAW adalah pilihan yang paling utama. Lalu ketika mengambil keringanan (rukhsah), ada kekhawatiran kita akan malas mengganti hari yang kita tinggalkan. Sangat mungkin meninggal dunia, sebelum kewajiban selesai kita tunaikan.

Sedangkan Imam Auza’I, Imam Ahmad, dan Ishak, berpendapat bahwa tidak berpuasa dalam perjalanan adalah lebih utama. Hal itu karena mengamalkan hukum rukhsah (keringanan) yang telah Allah SWT syariatkan untuk orang yang berada dalam perjalanan. Ada beberapa hadits yang menganjurkan kita untuk menggunakan keringanan yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

Ada juga juga perkataan sahabat yang berbunyi, “Siapa saja yang tidak berpuasa dalam perjalanan maka hal itu adalah baik. Siapa saja yang tetap berpuasa dalam perjalanan maka hal itu tidak mengapa.” Kalau kita renungkan perbedaan dalam ungkapan “hal itu adalah baik” dan “hal itu tidak mengapa”, kita akan mengetahui bahwa tidak berpuasa adalah lebih utama.

Pendapat Paling Kuat

Tentang pendapat yang paling kuat dalam masalah dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak, adalah perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, “Setiap kali berhadapan dengan pilihan, maka Rasulullah SAW pasti memilih hal yang paling mudah.

Oleh karena itu, orang yang merasa mudah berpuasa, di tengah-tengah orang-orang yang sedang berpuasa, lalu dia khawatir akan kesulitan menggantinya karena saat itu dia harus berpuasa sedangkan orang-orang sedang tidak berpuasa, maka orang yang keadaannya seperti ini sebaiknya tetap berpuasa walaupun sedang dalam perjalanan.”

Namun demikian, ada banyak hal yang bisa berpengaruh menentukan apakah dalam perjalanan berpuasa yang lebih utama atau tidak berpuasa.

Orang yang Lebih Baik Tetap Berpuasa

Dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak? Tetap berpuasa lebih baik bagi orang yang khawatir akan kerepotan mengganti puasanya di hari lain. Bisa karena kesibukan maupun malas menggantinya karena harus berpuasa sendirian. Orang seperti ini lebih baik tetap berpuasa, mengambil azimah (hukum awal, tanpa keringanan).

Orang yang melakukan perjalanan tidak terlalu berat, dan tidak ada pekerjaan yang menguras tenaganya dalam perjalanan. Seperti kebanyakan perjalanan saat ini, walaupun jauh tapi tidak melelahkan karena hanya duduk di dalam pesawat.

Demikian juga orang yang sedang tidak bergerak dalam perjalanan, walaupun masih memiliki status musafir. Sebenarnya dia masih mendapatkan keringanan tidak berpuasa di bulan Ramadan, tapi dianjurkan tetap berpuasa karena tidak sedang melakukan aktivitas yang menguras tenaganya.

Juga orang yang melakukan safar yang masih menjadi perdebatan ulama tentang kesahihannya sebagai safar. Seperti perjalanan di bawah jarak 90 km. Orang seperti ini sebaiknya tidak meninggalkan puasa, karena lumrahnya tidak dinamakan sebagai seorang musafir.

Atau orang yang profesinya adalah melakukan perjalanan safar. Seperti pilot beserta awak pesawat, nahkoda beserta awak kapal, sopir angkutan umum, dan sebagainya. Walaupun hukum membolehkan mereka tidak berpuasa, sebaiknya mereka tetap berpuasa kalau tidak dalam kondisi yang berat melaksanakan puasa. Karena mereka juga akan tetap kesulitan menemukan waktu untuk mengganti puasanya.

Orang yang Lebih Baik Tidak Berpuasa

Ada banyak hal yang bisa turut menentukan pilihan dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak? Beberapa hal berikut adalah hal-hal yang membuat lebih baik kita tidak berpuasa dalam perjalanan.

  • Ada kondisi berat untuk melaksanakan puasa, maka lebih baik tidak berpuasa. Misalnya perjalanan yang menguras tenaga karena berada di bawah terik matahari yang menyengat. Pernah Rasulullah SAW. berjumpa dengan orang yang sedang keletihan dan sedang dirawat oleh orang lain. Ketika tahu bahwa penyebabnya adalah karena puasa, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk kebaikan berpuasa dalam perjalanan.”
  • Ketika musafir berada di tengah rombongan yang memerlukan pelayanan membutuhkan tenaga fisik. Dalam kondisi ini lebih baik tidak berpuasa. Rasulullah SAW pernah melakukan perjalanan. Sebagian sahabat berpuasa, dan sebagian lain tidak berpuasa. Maka sahabat yang tidak berpuasa mengerjakan hampir semua pekerjaan. Saat itu Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak berpuasa membawa pergi banyak pahala hari ini.”
  • Orang yang tidak berpuasa untuk mengajarkan hukum perjalanan. Misalnya seorang ulama yang melakukan perjalanan bersama orang-orang yang masih beranggapan bahwa tidak boleh meninggalkan puasa saat dalam perjalanan. Bahkan mereka beranggapan bahwa tidak berpuasa saat itu adalah sebuah perbuatan buruk. Maka ulama itu hendaknya mencontohkan langsung dengan tidak berpuasa. Apalagi jika dia adalah ulama yang menjadi tuntunan banyak orang.
  • Saat kita berada dalam perjalanan yang saat itu semua orang mengambil keringanan tidak berpuasa. Dalam kondisi seperti itu hendaknya kita tidak berpuasa supaya ada keseragaman dengan jamaah. Apalagi jika ada urusan yang harus dilakukan bersama, seperti makan bersama dengan iuran seluruh peserta perjalanan.
  • Demikian juga jika pemimpin menganjurkan kita tidak berpuasa, maka hendaknya semua peserta perjalanan tidak berpuasa. Hal ini bertujuan agar jamaah safar mempunyai keseragaman, dan seakan mereka adalah satu keluarga. Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Mekah pada bulan Ramadan. Awalnya beliau berpuasa, di tengah perjalanan beliau membatalkan puasanya, dan memerintahkan semua sahabat juga membatalkan puasanya. Ada sebagian sahabat yang tetap berpuasa, maka Rasulullah SAW bersabda, “Mereka adalah pembangkang. Mereka adalah pembangkang.”

Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:

Demikianlah pembahasan dalam perjalanan lebih baik puasa atau tidak? Semoga kita tetap mendapatkan keberkahan bulan Ramadan walaupun harus tidak berpuasa saat berada dalam perjalanan. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda