IBADAH

Ramadan Bulan Doa

ramadan bulan doa
Orang yang tidak berdoa sombong kepada Allah SWT.

mukjizat.co – Ramadan sangat istimewa bagi seorang Muslim. Di antaranya, Ramadan bulan doa. Banyak beribadah membuat kondisi kita sangat baik untuk berdoa.

Allah SWT. Maha Dekat

Kata “dekat” tidak bisa kita pahami letterlijk. Karena tidak membutuhkan tempat, sehingga bisa kita katakan berada di tempat yang dekat atau jauh. Oleh karena itu, maksudnya adalah Allah SWT. tidak akan mengecewakan orang yang berdoa kepada-Nya. Semua yang berdoa pasti akan mendapatkan apa yang dia minta. Tidak ada yang menghalangi Allah SWT. dari melakukan hal tersebut.

Sebab turunnya ayat ini, seorang Badui bertanya kepada Rasulullah saw., “Allah SWT. itu jauh atau  dekat? Bagaimana kita berkata kepada-Nya?”

Di antara yang menunjukkan kedekatan Allah SWT. dengan hamba-Nya, dan dalam memberikan jawaban doa Allah SWT. tidak menggunakan perantara, ayat ini tidak menggunakan “قل إني قريب” seperti ayat-ayat yang lain:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji.” [Al-Baqarah: 189].

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak.” [Al-Baqarah: 215].

Allah SWT. dekat tapi tidak bisa kita lihat. Mungkin sebagian orang akan menyangkal. Oleh karena itu, terdapat huruf “فإني” untuk menekankan kebenaran isi berita ini.

Allah SWT. Mengabulkan Doa-Doa

Seorang muslim hendaknya berdoa, karena doa adalah ibadah berdoa adalah perintah Allah SWT. Kalau kita berdoa, berarti sedang melaksanakan perintah Allah SWT., atau beribadah.

Dengan berdoa seseorang mengakui dirinya sebagai seorang hamba, dan Allah SWT. adalah Penciptanya. Berdoa juga berarti beriman bahwa Allah SWT. Maha Pemberi, Pengasih, Pengampun, dan sebagainya.

Dalam sebuah ayat disebutkan

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” [Ghafir: 60].

Allah SWT. membahasakan orang yang tidak mau berdoa dengan orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Nya.

Hadits-hadits Allah SWT. Mengabulkan Doa

Allah SWT. pasti akan mengabulkan doa. Tapi Allah SWT. Maha Mengetahui apa yang baik untuk kita. Tidak setiap permintaan kita akan Allah SWT. berikan seperti itu, mungkin akan Allah SWT. ganti dengan yang lebih baik.

“Allah SWT. malu jika ada seseorang menengadahkan kedua tangannya untuk meminta suatu kebaikan, kemudian dia menarik kembali kedua tangannya tanpa mendapat apa-apa.” [HR. Tirmidzi].

“Setiap muslim yang berdoa kepada Allah SWT., yang tidak mengandung keburukan dan memutus silaturahim, maka Allah SWT. akan memberinya salah satu dari tiga hal. Mungkin Allah SWT. akan langsung memberikan apa yang dimintanya. Atau Allah SWT. akan menyimpannya untuk diberikan di akhirat. Atau Allah SWT. akan menghindarkannya dari keburukan (kecelakaan) yang setimpal dengan permintaannya itu.” [HR. Ahmad].

Hal ini karena Allah SWT. lah yang mengetahui kemashlahatan kita, bukan diri kita sendiri. Di antara hikmahnya juga, agar kita selalu dekat dengan Allah SWT.

“Wahai manusia sekalian, jika kalian berdoa kepada Allah SWT., maka berdoalah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Sesungguhnya Allah SWT. tidak akan mengabulkan doa yang dipanjatkan dari hati yang sedang lalai.” [HR. Ahmad].

Syarat Pengabulan Doa

Saat berdoa kita harus ikhlas kepada Allah SWT. bahwa kita benar-benar memohon kepada-Nya. Seperti disebutkan:

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya?” [An-Naml: 62].

Kita juga menjaga kehalalan makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Rasulullah saw. menceritakan orang yang melakukan perjalanan jauh (kemungkinan haji dan umrah), rambutnya kusut, dan badannya berdebu, orang itu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa, “Ya Allah, Ya Allah.” Tapi makanannya haram, minumnya haram, pakaiannya haram. Bagaimana mungkin akan dikabulkan.

Harus penuh pengharapan saat berdoa. Seperti Allah SWT firmankan:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” [As-Sajdah: 16].

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir.” [At-Taubah: 60].

Berdoa tidak boleh terburu-buru atau putus asa ketika belum mendapatkan apa yang kita minta. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap doa kalian pasti akan Allah kabulkan selama dia tidak terburu-buru, yaitu dengan berkata, ‘Aku sudah berdoa tapi tidak juga mendapatkan yang kuminta.’” [HR. Malik]. Lalu dia tidak berdoa lagi.

Kita harus yakin bahwa doa kita akan Allah SWT kabulkan. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai manusia sekalian, jika kalian berdoa kepada Allah SWT., maka berdoalah dengan penuh keyakinan akan Allah kabulkan. Sesungguhnya Allah SWT. tidak akan mengabulkan doa yang dipanjatkan dari hati yang sedang lalai.” [HR. Ahmad].

Ramadhan Bulan Terkabulnya Doa-Doa

Kenapa Ramadan bulan doa? Ayat yang menyebutkan Allah SWT. mengabulkan doa terletak di antara ayat-ayat tentang hukum berpuasa. Ini mengisyaratkan bahwa di bulan Ramadan Allah SWT. akan mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan.

Rasulullah saw. bersabda:

“Ada tiga doa yang tidak akan Allah SWT. tolak: doa orang yang berpuasa, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdhalimi.” [HR. Ahmad].

Apalagi sangat baik berdoa setelah melaksanakan amalan ibadah dan kebaikan. Karena amal ibadah itu akan mengangkat doa kita. Allah SWT. berfirman:

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

“Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” [Fathir: 10].

Oleh karena itu, doa yang sangat baik adalah apabila kita panjatkan ketika kita sujud mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah saw. bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Kedudukan paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud. Maka banyaklah memanjatkan doa.” [HR. Muslim].

Hal yang Mempercepat Pengabulan Doa

Sebagaimana Allah SWT. cepat dalam mengabulkan doa permohonan kita, hendaknya kita juga cepat dalam menyambut seruan Allah SWT.

Seperti yang Rasulullah SAW. lakukan. Belia beribadah dengan motivasi bersyukur kepada Allah SWT.

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَوَرَّمَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Rasulullah SAW. melaksanakan qiyamullail hingga bengkak kedua kakinya. Lalu ada yang bertanya kepada beliau, “Bukankah telah Allah SWT. ampuni seluruh doanya?” Maka Rasulullah SAW. menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?” [HR. Bukhari].

Ini merupakan adab berdoa kepada Allah SWT. Kita berdoa mengharap jawaban positif, maka ketika Allah SWT. memerintahkan sesuatu, hendaknya kita menyambutnya.

Beriman Saat Berdoa

Hendaknya kita beriman kepada Allah SWT. saat berdoa. Maksudnya adalah agar kita selalu berusaha istiqamah dalam keimanan. Beriman kepada Allah SWT. sebagai Ilah dan Rabb.

Allah SWT. Maha Kaya. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan

يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم اجتمعوا في صعيد واحد فسألوني فأعطيت كل واحد مسألته ما نقص ذلك من ملكي إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر

“Wahai Hamba-Ku, seandainya saja seluruh manusia dan jin, dari yang pertama hingga yang terakhir, berkumpul dalam satu tempat, lalu mereka meminta kepada-Ku, lalu setiap permintaan itu Kukabulkan, hal itu hanya mengurangi kekuasaan-Ku seperti air yang menempel di sebatang jarum yang dimasukkan ke dalam samudera.” [Muslim].

Kita juga hendaknya beriman bahwa Allah SWT. Maha Kuasa dalam mengabulkan doa, sebesar apapun hal yang kita mohonkan.

Kita beriman bahwa Allah SWT. Maha Berkehendak memilih waktu yang tepat untuk mengabulkan doa. Sehingga ketika doa belum dikabulkan, hal itu tidak mengurangi keimanan.

Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:

Orang yang banyak beribadah di bulan Ramadhan akan mempunyai kelembutan hati yang membuatnya pantas untuk berdoa kepada Allah SWT.

Namun ketika berdoa, hasil yang didapatkan bisa berupa dua macam:

  • Mendapatkan apa yang kita minta
  • Menjadi hamba yang shalih (banyak beribadah, dan terus berdoa kepada Allah SWT. walaupun belum mendapatkan apa yang dimohon).

Itulah keistimewaan Ramadan bagi kita. Ramadan bulan doa. Kita tunduk dan memohon kebaikan-kebaikan kepada Allah SWT. di bulan yang sangat baik ini. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda