IBADAH

Membersihkan Gigi Ketika Puasa

apa hukum membersihkan gigi ketika puasa?
Sebuah hadits bisa dipahami berbeda oleh para ulama.

mukjizat.co – Bau mulut sangatlah tidak mengenakkan, apalagi saat bicara dengan orang lain. Lalu apa hukum membersihkan gigi ketika puasa? Sikat gigi saat puasa?

Memelihara bau mulut ketika puasa

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di Sisi Allah daripada kasturi.”

Sedangkan dalam hadits riwayat Imam Abu Daud, dan Tirmizi, sahabat Amir bin Rabi’ah mengatakan, “Aku melihat Rasulullah SAW sering bersiwak padahal beliau sedang berpuasa.”

Imam Syafi’i menyimpulkan dari hadits pertama bahwa membersihkan gigi ketika berpuasa, dengan siwak atau sikat gigi, adalah makruh hukumnya. Hukum ini khusus untuk membersihkan gigi setelah waktu zawal (waktu setelah tengah hari). Hukum ini untuk memelihara bau mulut yang ternyata memiliki keutamaan yang sangat besar.

Mulut menjadi berbau kurang sedap adalah karena tidak makan dan minum. Ini biasanya terjadi setelah waktu zhuhur. Imam Syafi’i tidak menggunakan hadits kedua (riwayat Abu Daud dan Tirmizi) sebagai dalil karena derajatnya lebih rendah daripada hadits pertama (riwayat Bukhari dan Muslim).

Imam Syafi’i  juga menguatkan pendapatnya dengan hadits riwayat Imam Baihaqi, “Jika puasa, maka bersiwaklah di awal hari, dan jangan bersiwak di akhir hari.”

Sudut Pandang Berbeda dalam Memahami

Hukum membersihkan gigi ketika berpuasa dalam tiga mazhab lainnya (Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad) adalah tidak makruh sama sekali. Baik sebelum waktu zawal atau setelahnya.

Dalil mereka adalah hadits Amir riwayat Abu Daud dan Tirmizi di atas. Sedangkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim bukan sedang menyebutkan keutamaan bau mulut. Tapi sedang memotivasi kita untuk berpuasa, walaupun puasa kita akan menimbulkan bau mulut yang kurang sedap.

Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:

Jadi tidak ada keutamaan dalam memelihara bau mulut ketika berpuasa. Karena bau mulut bisa juga hilang dengan berkumur saat wudhu. Wudhu akan sering kita lakukan, dan tidak ada larangan berkumur dalam wudhu ketika berpuasa. Hadits riwayat baihaqi yang Imam Syafi’I gunakan juga dha’if seperti beliau terangkan.

Ternyata di kalangan mazhab Syafi’i juga ada ulama besar yang berbeda dengan pendapat gurunya. Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Majmu’ bahwa pendapat yang terpilih adalah tidak makruh membersihkan gigi ketika puasa.

Dari berbagai pendapat ini, kita bisa menyimpulkan bahwa menghilangkan bau mulut ketika berpuasa, baik dengan cara bersiwak, menggosok / menyikat gigi, maupun cara lainnya, hukumnya adalah boleh. Asalkan air, pasta gigi, maupun darah tidak masuk ke dalam tubuh. Sehingga sikap berhati-hati adalah ketika menggunakannya di malam hari. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda