mukjizat.co – Apa hukum menelan dahak saat berpuasa? Benarkah menelan dahak membatalkan puasa kita? Masalah ini sering orang menanyakannya di bulan Ramadan.
Air Liur
Air liur biasa yang tidak mengandung zat lain hukumnya boleh menelannya ketika berada di rongga mulut. Hukumnya boleh karena sangat sulit menjaga diri kita dari menelan air liur kita sendiri. Sehingga kita tidak wajib untuk meludahnya setiap kali berkumpul banyak di rongga mulut.
Sering meludahkan air liur saat berpuasa tentunya akan membuat kita semakin kehausan, dan tenggorokan kita akan terasa sangat kering. Apalagi memang menelan air liur tidak termasuk kategori makan dan minum. Air liur juga bukanlah asupan makanan yang jika kita memasukkannya bertentangan dengan makna puasa.
Dahak
Adapun air dahak yang berasal dari dada maupun yang berasal dari bagian kepala, jika sudah sampai ke rongga mulut orang yang berpuasa, maka wajib meludahkannya dalam pendapat mazhab Syafi’i. Karena menelannya termasuk dalam kategori memasukkan sesuatu ke dalam perut kita dari jalur terbuka yang membatalkan puasa. Lalu menghindari dari menelan dahak juga mudah melakukannya.
Beberapa ulama lain berpendapat bahwa menelan dahak dalam kondisi seperti itu tidak membatalkan puasa selagi belum melewati bibir kita.
Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:
- Hukum Obat Penunda Haid untuk Puasa
- Meraih Lailatul Qadar dengan Amalan 24 Jam
- Mengukur Takwa Kita Saat Berpuasa
- Hadits Puasa Untuk Allah, Apa Maksudnya?
- Kenapa Masih Ada Maksiat Padahal Setan Telah Dibelenggu?
Ulama lain menyamakan hukumnya dengan hukum air liur biasa, yang menelannya tidak membatalkan puasa. Pendapat ini memudahkan orang yang sedang sakit yang membuatnya banyak menghasilkan dahak. Jadi selain orang yang sakit, bisa mengikuti salah satu dari dua pendapat sebelumnya.
Walaupun ada pendapat mengatakan menelan dahak membatalkan puasa, kita tetap tidak boleh meludahkannya saat kita sedang melaksanakan shalat di masjid. Karena itu mengotori masjid yang syariat Islam melarangnya. Maka jalan keluarnya adalah mengeluarkannya menggunakan tisu dengan gerakan tangan yang tidak terlalu banyak. (sof1/mukjizat.co)
Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah
Anda bisa kami juga di Media Sosial
Tulis komentar terbaik Anda di sini