IBADAH

Hukum Obat Penunda Haid untuk Puasa

hukum obat penunda haid untuk puasa
Kaum wanita biasanya lebih bersemangat dalam melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadan.

mukjizat.co – Bolehkah hukum obat penunda haid untuk puasa Ramadan? Ketika haid atau menstruasi, seorang Muslimah tidak boleh berpuasa. Bagaimana jika dia tetap ingin meraih keutamaan bulan Ramadan dengan cara mengkonsumsi obat penunda haid?

Ramadan adalah bulan mulia. Banyak sekali keutamaan yang terdapat di dalamnya. Umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, hendaknya berlomba-lomba meraih kemuliaan tersebut.

Kewajiban Berpuasa

Allah SWT telah mewajibkan ibadah puasa kepada setiap Muslim mukalaf yang dalam keadaan mampu. Tidak sedang sakit atau bepergian jauh. Lalu memberikan keringanan boleh tidak berpuasa bagi orang yang sedang berhalangan, dan menggantinya dengan hari-hari lain di luar bulan Ramadan.

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ

“dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya.” [Al-Baqarah: 185].

Di antara orang yang Allah SWT berikan keringanan adalah kaum wanita yang sedang dalam masa haid atau menstruasi, dan nifas. Bahkan Allah SWT wajibkan mereka untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, lalu mengganti jumlah hari yang sama di luar bulan Ramadan.

Tidak Mau Kehilangan Kesempatan

Sebagaimana kita ketahui, selain bulan Ramadan tidak memiliki keistimewaan yang bulan Ramadan miliki. Karena itulah ada sebagian wanita yang berpikir untuk menahan datang bulannya agar bisa tetap mendapatkan kemuliaan ibadah bulan Ramadan. Baik berpuasa, tilawah, shalat tarawih dan sebagainya.

Kami sarankan Anda membaca artikel-artikel berikut juga:

Tidak terdapat dalil yang mengharamkan hal tersebut baik dalam Al-Qur’an, Sunah, maupun perkataan dan perbuatan ulama salaf. Justru terdapat beberapa riwayat dari ulama salaf bahwa di antara mereka ada yang membolehkan kaum wanita mengkonsumsi obat yang bisa menunda datang bulan (haidnya) sehingga bisa melaksanakan manasik haji yang mensyaratkan suci dari haid dan nifas seperti thawaf mengelilingi Ka’bah.

Pada zaman itu mereka menjadikan bagian pohon Arak (pohon batang siwak) sebagai obatnya. Ketika ada fenomena kaum wanita melakukan hal tersebut, tidak terdapat ulama yang melarang mereka. Walaupun hukum obat penunda haid untuk puasa boleh dalam fikih, alangkah baiknya kaum wanita berkonsultasi dengan dokter Muslim spesialis terkait masalah ini. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda