TADABUR

Tadabur Al-Maidah 93: Bertakwa dalam Makan dan Minum Kita

kejujuran nabi isa as.
Merasa ada pengawasan Allah SWT saat kita makan dan minum.

mukjizat.co – Tadabbur Al-Qur’an berarti kita membaca Al-Qur’an dengan memahami arti dan merenungi maksudnya. Selanjutnya tafakkur dan tazakkur sehingga mengamalkan ajaran dan aturan Allah Taala dan hidup.

لَيْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوٓا۟ إِذَا مَا ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّءَامَنُوا۟ ثُمَّ ٱتَّقَوا۟ وَّأَحْسَنُوا۟

5:93. Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan.

Ini menunjukkan betapa bernilai dan mulianya ketakwaan kepada Allah SWT. Allah SWT mensyaratkan ketakwaan agar kita selamat dalam melakukan banyak hal.

Lalu Allah SWT syaratkan lagi secara khusus dalam masalah makanan dan minuman. Ini adalah anjuran agar kita bersikap wara’ dalam makan dan minum.

Ini juga menunjukkan bahwa untuk sampai kepada derajat ihsan (merasa selalu berada dalam pengawasan Allah SWT) harus ada ketakwaan dalam masalah makan dan minum kita. (sof1/mukjizat.co)

Sumber: Al-Biqa’I, 2/539

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda