IBADAH

Banyak Tidur Saat Puasa Bolehkah?

banyak tidur saat puasa
Puasa sumber energi yang sangat kuat.

mukjizat.co – Puasa tapi banyak tidur. Apa hukum banyak tidur saat puasa Ramadan? Apakah puasanya batal? Banyak yang bertanya karena memang mereka mengalaminya sendiri.

Ada sebuah hadits dhaif yang sangat terkenal:

نومُ الصَّائمِ عبادةٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.” [Baihaqi].

Hadits ini menambah satu lagi keistimewaan berpuasa, bahwa tidur saja dinilai sabagai ibadah yang bernilai pahala.

Pandangan Para Ulama

Dalam Islam, semua perbuatan yang tidak buruk memang bisa menjadi bernilai ibadah jika diniatkan untuk kebaikan.

  • Misalnya minum kopi agar tidak mengantuk saat membaca Al-Quran.
  • Makan agar bisa kuat beribadah.
  • Tidur di awal malam agar bisa bangun di tengah malam.

Lalu bagaimana dengan tidur sepanjang hari saat berpuasa, apa hukumnya?

Ijma’ ulama menyatakan bahwa seorang yang berpuasa, jika bangun sebentar saja di siang hari, maka puasanya mendapat hukum sah.

Sedangkan mayoritas (jumhur) ulama menyatakan bahwa walaupun tidak sempat bangun sama sekali puasanya tetap sah.

Hal itu karena tidur bukanlah hal yang membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa adalah makan, minum, berhubungan suami-istri, dan sejenisnya.

Sebuah Kekurangan

Tidur adalah hal yang mubah, bukan kemaksiatan. Tapi jika menjadi sebab kita kehilangan sesuatu yang sangat bernilai, maka sesuatu yang mubah itu tidak mubah lagi. Bisa menjadi makruh hukumnya.

Sama dengan sesuatu yang mubah dan menjadi sebab terlaksananya sesuatu yang wajib, maka yang mubah itu juga menjadi wajib.

Walaupun puasanya sah, tapi dengan banyak tidur saat puasa, seseorang jadi tidak memanfaatkan Ramadan dengan baik. Karena Ramadan adalah bulan mulia yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Apakah dia tidak menginginkan pahala yang banyak berlipat-ganda? Benarkah dia merindukan surga? Sehingga mazhab Hanbali menilai banyak tidur saat puasa sebagai makruh.

Puasa Adalah Sumber Energi

Banyak tidur saat puasa sebenarnya bertentangan dengan kenyataan bahwa puasa adalah energi yang sangat besar. Orang yang berpuasa keimanannya sedang sangat kuat. Oleh karena itu banyak sekali kemenangan umat Islam bisa diraih dalam bulan Ramadan:

  • Perang Badar, perang besar pertama.
  • Fathu Makkah, melawan musyrikin Mekah
  • Ain Jalut, melawan Tartar
  • Hithin, melawan Pasukan Salib
  • Bahkan kemerdekaan RI juga diproklamirkan pada bulan Ramadan.

Maqashid Puasa

Dalam puasa adalah maqashid. Yaitu agar kita bertakwa (لعلكم تتقون). Saat kondisi kita lemah, lalu kita tetap takut kepada Allah SWT, menaati-Nya, beribadah kepada-Nya, saat itu kita bisa merasakan nikmatnya ketaatan berpuasa.

Jangan banyak tidur saat puasa, karena lemahnya tubuh saat berpuasa adalah lemah yang baik. Lemah yang membuat kita tunduk di hadapan Allah SWT. sehingga terus beriman dan beramal shalih.

Bahkan pahala ibadah kita juga disesuaikan dengan kesulitan kita dalam melaksanakannya.

Rasulullah saw. pernah berkata kepada Ibunda Aisyah saat kerepotan dalam melaksanakan ibadah haji:

إنَّ لك من الأجرِ على قدرِ نصَبِك ونفقتِك

“Sesungguhnya pahalamu yang kau dapatkan sesuai dengan keletihanmu dan biaya yang kau keluarkan.” [Hakim].

Artikel berikut juga baik dan penting untuk dibaca:

Jadi dengan semakin merasakan lapar dan lemah kita berharap mendapatkan pahala yang lebih besar.

Oleh karena itu menyantap makan sahur harus kita niatkan beribadah tunduk kepada perintah Allah SWT. Demikian juga menyantap hidangan buka puasa kita niatkan beribadah bukan makan sepuasnya karena kelaparan. So, jangan banyak tidur saat puasa ya… (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Anda bisa kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda