IBADAH

Menyambut Ramadan dengan Bertaubat

menyambut ramadan dengan bertaubat
Apa jadinya ketika pancaran hidayah tiba, tapi hati sedang tertutup kemaksiatan. Cahaya hidayah tidak bisa menembusnya. Sungguh merugi orang yang tidak mendapatkan cahaya itu.

mukjizat.co – Ramadan sebentar lagi. Sebaiknya kita menyambut Ramadan dengan bertaubat. Kenapa harus bertaubat sebelum Ramadan? Anjuran ini khusus untuk para pendosa atau kita semua?

Kedudukan Mulia

Sebaiknya kita menyambut Ramadan dengan bertaubat karena orang yang berhasil bertaubat akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dan kebaikan yang sempurna. Setiap Muslim hendaknya selalu memperbaharui taubatnya.

Beberapa riwayat hadits mengabarkan bahwa Rasulullah saw. pun memperbaharui taubat 100 kali setiap hari.

Bukan hanya saat melakukan perbuatan dosa seseorang bertaubat kepada Allah SWT. Imam Ibnul Qayyim pun mengatakan, “Taubat adalah amalan orang yang baru berjalan mendekatkan diri kepada Allah, di tengah perjalanan, dan di akhir perjalanan.”

Taubat bukan ibadah untuk ahli maksiat, tapi ibadah para nabi.

وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى. ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى

“dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” [Thaha: 121-122].

Semangat Beribadah di Bulan Ramadan

Menyambut Ramadan dengan bertaubat adalah hal yang sangat tepat. Karena di Ramadan terlihat banyak orang yang tidak mendapatkan kebaikan dan keberkahan bulan mulia ini. Tidak bersemangat beribadah, qiyamullail, tilawah, dan mengerjakan kebaikan-kebaikan lainnya.

Itu terjadi karena mereka masih bergelimang dosa yang membuat hati gelap. Alangkah meruginya orang yang mendapat kesempatan istimewa untuk beribadah, tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.

Bertaubat sebelum Ramadan benar-benar penting agar kita tidak rugi serugi-ruginya. Karena dosa adalah luka. Kita tidak tahu luka mana yang ternyata akan mendatangkan kebinasaan kita.

Setiap Dosa Ada Pengaruhnya

Kenapa kita menyambut Ramadan dengan bertaubat? Karena memang ada anjuran untuk selalu memperbaharui taubat kita. Apalagi menjelang datangnya bulan mulia, tentu lebih utama lagi. Karena banyak dari kita melakukan kemaksiatan, lalu tidak bisa melihat pengaruh dosa kemaksiatan itu.

Dia terheran, padahal ketaatan yang tidak bisa dilakukannya adalah hukuman yang sangat besar dari Allah ditimpakan kepadanya.

Kemaksiatan membuat kita tidak mendapatkan manisnya bermunajat dan berkhalwat dengan Allah Taala. Padahal itu adalah surga yang disegerakan ke kehidupan dunia kita.

Tidak Ada Jaminan Hidup

Kita menyambut Ramadan dengan bertaubat karena kematian bisa datang setiap waktu. Bisa saja datang ketika kita hendak menyambut bulan Ramadan. Menunda taubat adalah penyakit yang sangat membahayakan kita.

Kematian bahkan bisa menjemput orang yang telah bersiap diri untuk pernikahannya. Setelah bertahun-tahun menunggu datangnya hari bahagia, justru duka nestapa yang menimpa pada saat hari itu tiba.

Kematian hendaknya menjadi penasihat kita untuk cepat-cepat bertaubat, jangan pernah merasa memiliki kesempatan yang luas.

Buka Hati Untuk Cahaya Ramadan

Jangan ragu untuk menyambut Ramadan dengan bertaubat. Karena Ramadan adalah cahaya dan hidayah untuk manusia di seluruh dunia. Semua manusia membutuhkan hidayah, semua umat Islam menunggu-nunggu datangnya hidayah tersebut.

Apa jadinya ketika pancaran hidayah tiba, tapi hati sedang tertutup kemaksiatan. Cahaya hidayah tidak bisa menembusnya. Sungguh merugi orang yang tidak mendapatkan cahaya itu.

Kita segera bertaubat karena sangat mungkin hati kita saat ini sedang mengeras sekeras batu, dan mata pun kering sehingga tak berkaca-kaca saat bertilawah.

Silakan baca juga:

Kita bertaubat agar hati melembut sehingga menjadi tempat yang subur bagi hidayah Allah yang ditebarkan. Kita pun tidak mengetahui, jangan-jangan Ramadan mendatang adalah Ramadan terakhir kita. Ulama sangat menganjurkan menyambut Ramadan dengan bertaubat, agar Ramadan kita kali ini benar-benar istimewa. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda