BAHASA

Kasih Sayang Allah dalam Surat Al-Fatihah

mencium istri saat puasa bolehkah?
Dari satu bagian rahmat Allah SWT itu, seluruh makhluk saling berkasih sayang.

mukjizat.co – Kasih sayang Allah SWT sering dibahasakan dengan rahmah atau rahmat Allah SWT. Surat Al-Fatihah menggambarkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya terutama umat Islam dan orang yang beriman.

Kasih Sayang Allah

Kata rahmat atau rahmah (الرحمة) berarti kelembutan hati yang membuat seseorang memberikan segala kebaikan kepada orang lain.

Bagi Allah rahmah berupa berbagai pemberian kepada ciptaan-Nya. Ketika menjadi sifat Allah SWT maka kata rahmat berubah bentuk menjadi (الرحمن) dan (الرحيم).

Ada kata lain yang mirip dengan rahmat, yaitu ra’fah (الرأفة). Kata ini berarti kelembutan hati yang membuat seseorang melindungi orang lain dari keburukan dan bahaya. Sehingga salah satu sifat Allah SWT adalah Ar-Ra’uf (الرؤوف).

Ada perbedaan makna antara (الرحمن) dan (الرحيم):

  • Ar-Rahman: Yang Maha Memiliki kasih sayang yang luas.
  • Ar-Rahim: Yang Maha memberi rahmat kepada orang yang beriman.

Kasih Sayang Umum dan Khusus

Ternyata ada perbedaan dalam cakupan kasih sayang Allah SWT. Dengan Sifat Ar-Rahman, Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya.

Sedangkan dengan Sifat Ar-Rahim, Allah SWT memberikan rahmat-Nya hanya kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” [Al-Ahzab: 43].

Dalam kaidah tafsir, jika penyebutan objek ada di awal maka menunjukkan adanya pembatasan hanya kepada objek tersebut saja.

Dalam ayat ini, “orang-orang yang beriman” penyebutannya lebih dulu daripada “Dia Maha Penyayang kepada”. Jadi kesimpulannya, bahwa dengan Sifat Ar-Rahim Allah SWT hanya memberikan rahmat kepada orang-orang yang beriman.

Diberikan kepada lebih sedikit orang, tidak berarti rahmat itu sedikit. Justru rahmat yang diberikan kepada orang-orang yang beriman jauh lebih besar daripada yang diberikan kepada seluruh makhluk Allah SWT.

Kita bisa menyimpulkan hal itu dari hadits Rasulullah saw.

جعل الله الرحمة مائة جزء، فأمسك عنده تسعة وتسعين، وأنزل في الأرض جزءًا واحدًا، فمن ذلك الجزء يتراحم الخلائق، حتى ترفع الدابة حافرها عن ولدها خشية أن تصيبه

“Allah SWT menjadikan rahmat-Nya 100 bagian. Allah SWT menahan 99 bagian, dan menurunkan ke bumi satu bagian saja. Dari satu bagian itu, seluruh makhluk saling berkasih sayang. Bahkan sampai dalam bentuk binatang mengangkat kakinya karena khawatir mengenai anaknya adalah salah satu bentuk rahmat Allah SWT.” [Bukhari].

Kasih Sayang Menghilangkan Rasa Takut

Dalam Surat Al-Fatihah, kata (الرحمن الرحيم) disebutkan setelah kata (رب العالمين). Hal ini berfungsi untuk penyebutan targhib setelah tarhib. Targhib adalah pemberian harapan besar mendapatkan kebaikan, sedangkan tarhib adalah pemberian ancaman yang menghasilkan rasa takut.

Kenapa kata (رب العالمين) memberikan efek takut pada diri kita? Allah SWT Rabb seluruh alam semesta. Artinya, Allah SWT adalah Pencipta, Pemilik, Pengatur, dan Pemegang kendali terhadap apapun yang terjadi di alam semesta.

Tentunya keyakinan seperti ini bisa melahirkan rasa takut kepada Allah SWT karena kekuasaan milik Allah SWT demikian besarnya atas diri dan kehidupan kita semuanya.

Tapi rasa takut itu kembali tawar dengan firman Allah SWT dengan kata (الرحمن الرحيم). Ternyata Allah SWT Yang menciptakan, memiliki, mengatur dan mengendalikan alam semesta ini adalah memilik rahmat yang sangat luas, mencakup seluruh makhluk-Nya, dan Allah SWT memberikan rahmat yang sangat besar kepada orang-orang yang beriman.

Kasih Sayang Allah di Hari Pembalasan

Setelah kata (الرحمن الرحيم), Allah SWT berfirman (مالك يوم الدين) “Yang menguasai Hari Pembalasan.”

Seperti kita ketahui, kata (مالك) yang berarti pemilik menunjukkan bahwa Allah SWT berkuasa melakukan apapun terhadap yang Allah SWT miliki.

Ada setelah (الرحمن الرحيم) untuk membuka harapan pemberian rahmat yang luas. Karena rahmat yang sangat luas itu ternyata adalah milik Allah SWT. Merenungi hal tersebut, hati orang-orang yang beriman pun akhirnya menjadi penuh harap.

Dari sinilah kita Allah SWT melarang kita putus asa dari rahmat Allah SWT. Betapa banyaknya rahmat yang Allah SWT sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Menjadi hak Allah SWT untuk memberikan rahmat-Nya kepada siapapun di akhirat nanti.

Oleh karena itu jangan pernah memvonis orang lain akan menjadi penghuni neraka hanya karena melakukan dosa-dosa, bahkan dosa besar sekali pun. Allah SWT berfirman

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [An-Nisa’: 48].

Dosa syirik yang tidak Allah SWT ampuni adalah dosa syirik yang orang bawa mati tanpa bertobat. Sedangkan jika dia bertobat maka dosa syirik itu pun akan mendapatkan ampunan Allah SWT.

Sementara itu, dosa-dosa lain di bawah tingkatan syirik masih mungkin mendapat ampunan Allah SWT. Walaupun seseorang meninggal dunia tanpa sempat bertobat dari dosa-dosa tersebut. Ini adalah rahmat yang sangat besar dari Allah SWT.

Dosa sebesar apapun akan mendapat ampunan Allah SWT ketika bertobat kepada Allah SWT.

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ، وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي

“Manusia, selama kau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu apapun dosamu, dan Aku tidak peduli. Manusia, seandainya dosamu setinggi langit, lalu kau minta ampunan-Ku, Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli.” [Tirmizi]

Silakan baca juga:

Agar Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Ada hal yang bisa kita lakukan agar mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Misalnya yang Rasulullah SAW sabdakan. Yaitu hendaknya kita mengasihi dan menyayangi sesama makhluk Allah SWT.

ارحَموا مَن في الأرضِ يَرحَمْكُم مَن في السَّماءِ

“Sayangilah yang berada di bumi, maka kalian akan mendapat kasih sayang yang ada di langit.”

مَن لا يَرحَمْ لا يُرحَمْ

“Orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.” [Bukhari].

Demikian besarnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Terlebih kepada orang-orang yang beriman. Semoga kita termasuk golongan yang mendapat rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Amin. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda