BAHASA

Rahasia Makna Ayat Al-Qur’an

rahasia makna ayat al-qur'an
Mencari dan menggali rahasia Al-Qur'an bisa menambah keimanan.

mukjizat.co – Al-Qur’an meletakkan banyak rahasia dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam ayatnya. Al-Qur’an adalah mukjizat, banyak rahasia makna ayat Al-Qur’an. Tidak ada asal-asalan ketika Al-Qur’an menggunakan sebuah kata.

Pada suatu malam yang tenang, di tengah tiupan angin malam musim panas, terjadi sebuah perbincangan santai antara seorang guru dengan beberapa muridnya. Beberapa di antara murid itu ada yang sudah hafal Al-Qur’an dan mempelajari buku-buku tafsir di kampus Al-Azhar.

Salah satu di antara mereka ada yang bertanya tentang rahasia makna ayat Al-Qur’an. Dia bertanya kepada gurunya, “Syaikh, aku bingung dengan sebuah ayat dalam surat Shaad. Yaitu ayat yang menyebutkan doa Nabi Sulaiman as. Ayat itu adalah:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Dia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” [Shaad: 35].

Kisah Nabi Sulaiman

Dalam ayat ini ada dua permintaan Nabi Sulaiman as. Pertama adalah minta ampun. Doa permintaan ini mengesankan adanya perasaan bahwa Nabi Sulaiman telah melakukan sebuah kekurangan.

Sedangkan permintaan kedua adalah agar Allah Taala memberi beliau kerajaan yang sangat besar. Bahkan tidak ada satu pun raja yang memiliki kerajaan sebesar itu. Doa permintaan ini memberi kesan bahwa Nabi Sulaiman as. dalam kondisi yang Allah Taala ridhai sehingga beliau menggunakannya untuk mengajukan permohonan istimewa.”

Murid itu lalu menyampaikan kebingungannya, “Jadi apa rahasia makna ayat Al-Qur’an ini? Bagaimana mungkin dua keadaan diri yang berbeda dialami oleh orang yang sama, di waktu yang sama. Bagaimana mungkin Nabi Sulaiman as. merasa kurang tapi sekaligus juga merasa sedang dalam keadaan yang Allah Taala ridhai?”

Sambil tersenyum penuh bijak, Sang Guru memulai penjelasan tentang rahasia makna ayat Al-Qur’an ini, “Begini, Nak. Dulu Nabi Sulaiman as. pernah mempunyai tekad kuat. Beliau mengatkaan, “Sungguh malam ini aku akan mendatangi 100 istriku. Masing-masing mereka akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan berjihad di jalan Allah Taala.”

Sulaiman as. adalah seorang nabi dan sekaligus raja yang kekuasaannya sangat luas. Beliau pun sangat mencintai jihad di jalan Allah Taala. Tekad yang beliau ungkapkan itu adalah untuk lebih menegakkan agama Allah Taala di bumi ini.

Perkataan Nabi Sulaiman as. mengesankan bahwa beliau menjadikan banyaknya anak, banyaknya tentara, dan besarnya pasukan adalah faktor-faktor kemenangan yang akhirnya agama Allah Taala tegak di atas bumi ini.

Selang beberapa waktu, ternyata dari 100 orang istri beliau itu, hanya satu orang istrinya yang hamil dan mengandung jabang bayinya. Lalu ketika terlahir, satu-satunya bayi itu ternyata lahir dalam keadaan cacat.

Tobat Nabi Sulaiman

Di situlah Nabi Sulaiman as. menyadari kesalahannya, bahwa faktor kemenangan militer dan besarnya kekuasaan kerajaannya adalah kehendak dan kuasa Allah Taala. Maka Nabi Sulaiman as. pun bertobat dan meminta ampun, seperti Allah Taala kisahkan dalam ayat di atas.

Nabi Sulaiman as. mengakui bahwa kekuasaan dan kerajaan adalah murni karunia pemberian dari Allah Taala. Sehingga untuk mengamalkan keyakinan dan pengakuan itu, Nabi Sulaiman as. pun berdoa memohon kekuasaan yang luas dan tidak pernah ada seorang raja pun yang memilikinya.

Nabi Sulaiman as. meminta hal itu dengan kata “وَهَبْ لِي” (beri aku, anugerahkan kepadaku), dan menutupnya dengan pujian “إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ” (sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi). Dengan redaksi seperti itu, Nabi Sulaiman as. bermaksud membersihkan diri dari keyakinan ada faktor terwujudnya sesuatu selain Allah Taala.”

Silakan baca juga:

Jawaban ini sangat memuaskan murid yang bertanya. Bahkan rekan-rekannya pun turut terkesima mendengarkan jawaban Syaikh yang demikian jelas. Bukan hanya jelas, tapi sebuah pelajaran tafsir yang sangat kental nuansa keimanan yang kuat.

Malam yang tinggal beberapa saat berakhir pun mereka habiskan dengan melaksanakan qiyamullail, berdoa, bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah Taala. Di pagi harinya, mereka demikian kuat memegang keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah Taala. Al-Qur’an adalah mukjizat, memahami rahasia makna ayat Al-Qur’an ternyata sangat menguatkan iman. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda