BINGKAI

Menyelamatkan Muda-Mudi dari Perbuatan Zina Valentine’s Day

perbuatan zina valentine's day
Harus membangun benteng yang kuat dalam diri muda-mudi Islam yang melindungi mereka dari bahaya perbuatan zina.

mukjizat.co – Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017 diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine (Valentine’s Day) setiap tanggal 14 Februari. Selain mengarah kepada perbuatan zina, juga ada alasan lain, yaitu:

  • Karena Hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam.
  • Hari Valentine dinilai menjerumuskan pemuda muslim pada pergaulan bebas seperti seks sebelum menikah.
  • Hari Valentine berpotensi membawa keburukan.

Islam memang memerintahkan umat Islam menghindari perbuatan dosa zina. Banyak hukum dan aturan yang secara preventif menghindarkan umat Islam dari perbuatan dosa keji itu. Merayakan Valentine’s day bisa menjadi salah satu sebab orang berbuat zina. Karena Valentine’s day tradisi bobrok moral Barat.

Perbuatan Zina Harus Dibenci

Seorang sahabat meminta izin Rasulullah saw. untuk berzina. Rasulullah saw. menjawab, “Apakah engkau rela ada yang melakukan itu kepada ibumu? Putrimu? Saudaramu? Bibimu?” Kemudian Rasulullah mendoakan:

اللَّهمّ اغفر ذنبه وطهر قلبه، وحَصِّنْ فرْجَه

“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan bentengilah kemaluannya.” [HR. Ahmad].

Ternyata setelah itu, pemuda itu menjadi sangat membenci perbuatan zina. Dari kisah ini, kita bisa menyimpulkan bahwa harus membangun benteng yang kuat dalam diri muda-mudi Islam yang melindungi mereka dari bahaya perbuatan zina.

Di antaranya perbuatan zina harus menjadi sesuatu yang sangat mereka benci. Sehingga benar-benar mendekat saja mereka tidak mau, apalagi melakukannya.

Al-Qur’an mengabarkan bahwa sekadar mendekati perbuatan zina saja sudah sangat berbahaya. Allah Taala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Isra’: 32].

Sebaliknya, hatinya mencintai kebaikan, karena yang halal pasti baik, dan yang haram pasti buruk.

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Al-Hujurat: 7].

Larangan Mendekati Perbuatan Zina Mengada-ada?

Mungkin ada di antara kita, berfikir bahwa ayat ini terlalu mengada-ada. Lalu beranggapan bahwa peringatan ini bukan untuk dirinya, tapi untuk orang lain yang akhlaknya sangat buruk misalnya sehingga mudah berbuat zina jika ada kesempatan.

Sebaiknya kita tidak membayangkan kehidupan anak-anak kita seperti zaman kehidupan kita orangtuanya dulu. Karena semakin ke sini kiamat semakin dekat, dan kerusakan akan semakin terlihat nyata.

Allah Taala berfirman:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

“Pada hari itu bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit.” [Ibrahim: 48].

Wajah bumi akan berubah total. Demikian juga wajah kehidupan sosial. Akan ada masanya zina menjadi fenomena atau yang Rasulullah saw. bahasakan dengan istilah (ظهور الزنا).

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Di antara tanda datangnya hari kiamat adalah sedikitnya ilmu, nempaknya kebodohan, dan nampaknya zina.” [Bukhari].

Semakin lama orang semakin tidak malu banyak orang mengetahui dan bahkan melihat perbuatan zinanya. Karena zina sudah memfenomena, maka menjaga kesucian akan terasa hal yang aneh. Seaneh anggapan kaum Nabi Luth as. kepada keluarga yang menjaga kesucian. Allah Taala berfirman:

أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

“Usirlah keluarga Nabi Luth dari negeri kalian, karena mereka adalah orang-orang yang menjaga kesucian.” [An-Naml: 56].

Jangan sampai kita mengalami hal yang seburuk itu. Orang buruk bukan saja tidak bisa membendung dirinya melakukan keburukan, tapi juga tidak sanggup melihat adanya kebaikan, sehingga memusuhinya.

Cara Menjauhi Perbuatan Zina Menurut Al-Qur’an

Di antara cara Al-Quran menjauhkan kita dari keinginan berbuat zina adalah dengan menakut-nakuti kita dengan azab yang sangat pedih.

Misalnya, Allah Taala berfirman:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” [Huud: 82].

Ayat ini menceritakan siksaan yang Allah Taala kepada kaum Sodom. Kisah kaum Sodom terjadi karena perbuatan haram akan terus berkembang hingga menjadi penyimpangan yang sangat jauh dan parah.

Hukuman Perbuatan Zina Sangat Mengerikan

Perbuatan zina bukan sembarangan. Allah Taala menentukan hukuman yang sangat berat bagi pelakunya. Allah Taala berfirman:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” [An-Nuur: 2].

Cambukan itu akan bisa menjadi pengingat saat seseorang terbawa hawa nafsu untuk melakukan perbuatan zina, maka ada hukuman yang demikian menyakitkan sedang menunggunya. Dengan mengingat hal seperti itu, maka kesadaran dan kewarasannya akan kembali.

Perbuatan zina itu adiktif. Orang akan terbawa untuk terus melakukannya. Sebuah penemuan di Rusia, kondisi orang yang sudah ketergantungan ini akan bisa sembuh dengan keluarnya hormon penghilang zat akdiktif tersebut. Ternyata caranya adalah dengan dicambuk.

Ketika Islam menentukan hukuman, pasti ada unsur pendidikan dan pengobatan. Bukan sekadar hukuman yang memberatkan dan menyakitkan.

Oleh karena itu, penyakit ketergantungan kepada perbuatan zina tidak akan sembuh dengan hukuman lain, penjara misalnya.

Kasihan Kepada Pelaku Perbuatan Zina

Allah Taala berfirman, “dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat.”

Mungkin akan ada perasaan kasihan melihat orang kesakitan mendapatkan deru cambukan. Tapi kita harus meyakini bahwa segala sesuatu dari Allah pasti baik. Hal itu akan baik untuk pelaku, dan baik juga untuk umat Islam secara keseluruhan. Syaratnya “Jika kalian beriman kepada Allah.”

Rasa kasihan itu tidak mengapa, asalkan tidak menggerakkan kita untuk memprotes pelaksanaannya sehingga membatalkan hukum Allah Taala.

Hukuman ini minimal bisa menyadarkan kita dengan adanya hukuman Allah di akhirat nanti “Jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir.”

Hukuman yang Menjadi Tontonan

Allah Taala berfirman, “dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.”

Zina adalah perbuatan keji yang sembunyi-sembunyi. Maka hukumannya adalah akan Allah Taala nampakkan kepada banyak orang. Ini adalah hukuman psikis yang sangat berat. Membuat seseorang trauma atau tepatnya jera sehingga tidak berpikir unutk melakukannya lagi.

Saat ini yang paling membahayakan kita adalah alat komunikasi kita yang sudah terinternetkan. Dengan mudahnya keburukan bisa menerobos keluarga kita tanpa kita sadari. Zina dalam perayaan valentine’s day adalah tradisi Barat yang telah masuk ke umat Islam.

Silahkan baca juga:

Inilah yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw.

“Setiap manusia sudah ditentukan bagiannya dari berzina. Hal itu pasti akan dirasakannya. Zina kedua mata adalah dengan memandang. Kedua telinga berzina dengan mendengar. Lisan berzina dengan berucap. Zina tangan adalah dengan memukul. Zina kedua kaki adalah dengan melangkah. Hati itu bisa suka dan berkeinginan, sedangkan kemaluan bisa melaksanakan hal itu atau pun tidak melaksanakannya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Semoga diri kita, keluarga kita, Allah Taala lindungi dari perbuatan zina dan bahayanya. Sehingga selamat di dunia hingga akhirat. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.