KEJIWAAN

Sebab Lemah Iman yang Harus Dijauhi

Sebab Lemah Iman yang Harus Dijauhi
Mengobati lemahnya iman dari akarnya.

mukjizat.co – Sebab lemah iman bisa menjadikan orang memiliki iman selemah-lemahnya. Solusinya adalah dengan menghindari penyebab lemah iman, dan selalu waspada saat melihat tanda-tanda lemahnya iman kita.

Menjauh dari suasana keimanan dalam waktu lama

Lemah iman bisa disebabkan tidak memelihara kelembutan hati. Misalnya tidak merenungkan dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an saat membacanya, tidak menyertakan hati dalam berzikir kepada Allah Taala, tidak berusaha mengingat Allah Taala dalam kejadian-kejadian yang kita alami atau kita lihat.

Bahkan Allah Taala mempertanyakan para sahabat yang Allah Taala nilai kurang cepat dalam ketundukan dan kekhusyukan hati saat membaca Al-Qur’an dan mengingat Allah Taala.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” [Al-Hadid: 16]

Jika Allah Taala menilai para sahabat seperti itu, bagaimana dengan kita? Kita kadang terlalu lama membiarkan hati terbengkalai tanpa memperhatikan apakah telah tunduk kepada Allah Taala atau belum saat membaca Al-Qur’an.

Menjauh dari belajar ilmu agama dan karya-karya ulama salaf

Membaca Al-Qur’an dan hadits membangkitkan iman dalam hati kita. Oleh karena itu, tidak sering membaca Al-Qur’an dan hadits bisa menjadi penyebab lemahnya iman.

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” [Ali Imran: 193].

Demikian juga karya-karya ulama, yang banyak ditulis dengan suasana keimanan mereka yang sangat tinggi. Ada buku-buku klasik yang sangat terasa suasana keimanan penulisnya saat kita membacanya. Karya-karya Imam Al-Ghazali, Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnul Jauzi, dan sebagainya.

Berada di komunitas yang banyak bermaksiat

Berada di komunitas yang banyak berbuat maksiat bisa penyebab lemahnya iman. Karena hati akan sering terpapar perbuatan maksiat orang lain. Hati akan terbiasa melihat kemaksiatan. Jika tidak diimbangi dengan penolakan yang kuat oleh hati, maka hati tidak akan merasakan bahwa perbuatan maksiat itu adalah hal buruk yang dilarang Allah Taala.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” [Al-Kahfi: 28].

Bangsa Bani Israil dilaknat Allah Taala karena mereka tidak beramar makruf nahi munkar. Bagaimana mereka tidak amar makruf nahi munkar? Mereka bergaul biasa dengan orang-orang yang berbuat maksiat seperti biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Sehingga Allah Taala menghukum mereka dengan menyamakan hati mereka dengan hati orang-orang yang berbuat maksiat.

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ. كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” [Al-Maidah: 78-79].

Panjang angan-angan

Sebab lemah iman berikutnya adalah panjang angan-angan. Panjang angan-angan adalah keinginan duniawi yang demikian banyak yang bisa melupakan akhirat. Ibadah dan beramal untuk akhirat hilang demi mendapatkan harta dan kebahagiaan dunia.

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan lalai oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” [Al-Hijr: 3]

Ali bin Abi Thalib ra.

إن أخوف ما أخاف عليكم اتباع الهوى وطول الأمل. فأما اتباع الهوى: فيصد عن الحق، وأما طول الأمل: فينسي الآخرة

“Hal yang paling kukhawatirkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menghalangi dari kebenaran. Sedangkan panjang angan-angan akan membuat lupa akhirat.” [Thabrani].

من قصر أمله قصر همه وتنوّر قلبه؛ لأنه إذا استحضر الموت اجتهد في الطاعة

“Orang yang tidak panjang angan-angannya, maka tidak akan panjang keinginannya dan bercahaya hatinya. Karena orang yang merasakan dekatnya kematian akan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” [Fathul Bari].

Terlalu banyak makan, minum, tidur, berkata, bergaul, dan tertawa

Mengisi waktu terlalu banyak dengan makan, minum, tidur, berbicara, dan bergaul, bisa mengakibatkan hati yang keras dan sulit terpengaruh dengan nasihat-nasihat Al-Quran. Hati pun menjadi lemah.

ولا تُكثرِ الضَّحِكَ، فإنَّ كثرةَ الضَّحِكِ تميتُ القلب

“Jangan banyak tertawa. Karena banyak tertawa akan mematikan hati.” [Tirmizi].

Bergaul dengan banyak orang lain dengan tujuan bukan tujuan kebaikan bisa melemahkan iman. Karena kebanyakan orang akan membawa kepada keburukan di akhirat. Buktinya, teman-teman akrab akan bermusuhan di akhirat. Ini menunjukkan bahwa tujuan pergaulan mereka bukanlah tujuan akhirat.

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 67].

Silakan baca juga:

Terkait dengan makanan yang menyebabkan lemahnya iman adalah memakan makanan yang haram. Tentu itu akah melemahkan iman. Sedangkan makanan halal bisa melemahkan iman jika terlalu banyak mengkonsumsinya. Karena hal itu akan menyebabakn:

  • Malas beribadah.
  • Bertambah syahwat.
  • Memberi keleluasaan setan bergerak dalam diri kita.
  • Maka syariat puasa bisa menambah ketakwaan.

Demikianlah penyebab lemahnya iman. Di antara kita mungkin ada satu dua sebab lemah iman tersebut. Di antara cara yang paling tepat dalam mengobati penyakit adalah dengan menghilangkan sebabnya. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa I Al-Maidah

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda