HOW TO

Hidup Bersama Al-Qur’an Penuh Berkah

puasa memperbaiki hati
Kenikmatan yang tidak bisa diketahui selain oleh orang yang merasakannya.

mukjizat.co – Hidup bersama Al-Qur’an janjikan indahnya kehidupan. Perlu pembahasan tentang bagaimana Al-Qur’an jadi pedoman, agar dilaksanakan orang yang ingin hidupnya berkah.

Hidup bersama Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak bisa diketahui selain oleh orang yang merasakannya. Hidup bersama Al-Quran akan memberkahi umur kita.

Hidup bersama Al-Qur’an sangat memuliakan kita. Karena Allah Taala berbicara kepada kita, padahal kita hanyalah makhluk yang kecil dan lemah.

Hidup bersama Al-Qur’an akan membawa kita naik ke ketinggian, sehingga bisa melihat:

  • Kehidupan jauh dari Islam yang sedang dijalani kebanyakan orang.
  • Remehnya ambisi kehidupan mereka.
  • Mereka seperti anak kecil dalam pengetahuan, keyakinan, dan ambisi mereka.
  • Kita menjadi seperti seorang dewasa yang melihat lucunya anak-anak kecil yang sedang sibuk dan asyik dengan mainan lucunya.
  • Tapi anehnya, kenapa mereka asyik dengan hal yang remeh itu, lalu tidak mau mendengarkan panggilan Allah Taala untuk hidup dengan kehidupan yang mulia.

Bahagianya Hidup Bersama Al-Qur’an

Hidup bersama Al-Qur’an membuat kita mengetahui dengan jelas adanya kita dan adanya kehidupan ini. Sungguh sangat berbeda dengan apa yang ada dalam benak dan pikiran kebanyakan orang. Mereka hidup dalam kubangan anyir, terbenam dalam, dan gelap. Padahal mereka sudah ditawari tempat dan suasana yang jauh lebih indah.

Hidup bersama Al-Qur’an membuat kita bisa melihat keserasian gerak alam yang hermonis dengan hidup kita jika sesuai tuntunan hidup dari Allah Taala. Sedangkan banyak manusia tersiksa, yaitu saat mereka bergeser dari tuntunan Allah Taala. Saat itu pula mereka tidak berdamai dengan gerak alam.

Mereka lebih percaya kepada tuntutan-tuntunan buatan manusia yang malah merusak kehidupan manusia sendiri. Walaupun ada untuk manusia, semua tuntunan itu malah melawan dan mengerdilkan fitrah asal manusia.

Hidup bersama Al-Qur’an membuat kita bisa melihat bahwa kehidupan itu jauh lebih besar dari yang selama ini kita lihat. Ada kehidupan yang terlihat, ada pula kehidupan yang tertutup. Ada kehidupan dunia, ada pula kehidupan akhirat.

  • Setiap manusia akan melalui alur kehidupan yang sangat panjang, dunia salah satu bagiannya.
  • Kematian bukanlah akhir dari kehidupan; tapi hanya merupakan peralihan fase dari satu bagian kepada bagian lainnya.
  • Semua bagian itu saling terkait. Apa yang tidak tercapai di sini bisa tercapai di akhirat; apa yang hilang di sini akan ditemukan di akhirat.
  • Di akhirat tidak ada kezaliman dan kesia-siaan.

Hidup bersama Al-Qur’an akan menambah kemuliaan kita. Kita akan mengetahui bahwa manusia telah ditiupkan kepadanya ruh oleh Allah Taala, dijadikan khalifah, dan segala sesuatu ditundukkan untuk manusia.

Hidup bersama Al-Qur’an akan membuat seorang Mukmin mempunyai nasab yang sangat tinggi. Nasabnya yang tersambung dengan para nabi; Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Isa, Muhammad saw. Kita tidak lain adalah penerus para nabi itu dalam beriman dan beribadah kepada Allah Taala.

Sama saja apa yang kita amalkan dengan yang mereka amalkan. Sama saja rintangan yang kita hadapi dan yang mereka hadapi. Sama juga cita-cita yang ingin kita raih dengan yang mereka ingin raih.

Hidup Bersama Al-Qur’an dan Takdir Kejadian

Hidup bersama Al-Qur’an akan membuka tabir bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan.

  • Segala sesuatu terjadi sesuai yang digariskan.
  • Segala yang terjadi pasti mengandung hikmah, walaupun kadang tidak terlihat dengan jelas bagai manusia yang tidak menghayatinya.
  • Tidak semua usaha mendatangkan hasil. Karena usaha bukan faktor penentu. Faktor penentunya adalah kehendak dan kekuasaan Allah Taala.
  • Orang yang beriman melakukan usaha sembari berkeyakinan bahwa Allah Taala yang memberikan hasilnya atau tidak. Sikap ini pun menghadirkan ketenangan dalam hatinya.

Hidup bersama Al-Qur’an membuktikan adanya ada ‘tangan’ Allah Taala dalam setiap kejadian. Karena gerak kehidupan tidak diserahkan kepada hukum kehidupan. Hukum kehidupan tidaklah hidup dan memiliki kehendak. Jadi memang ada hukum, tapi ada pula yang mengendalikannya.

Kehendak yang menentukan itu tidak bisa dipaksa, dikendalikan, dicampurtangani oleh siapapun. Da bekerja dengan caranya sendiri.

Hidup Bersama Al-Quran Adalah Perjalanan yang Jauh

Hidup bersama Al-Qur’an memastikan bahwa aturan kehidupan dari Allah Taala benar-benar ada untuk manusia dalam setiap fase dan suasana kehidupannya. Aturan yang mengakui potensi manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Manusia tidak direndahkan dari posisinya; tidak juga ditinggikan melebihi kodratnya. Aturan inilah yang akhirnya memelihara kedudukan manusia. Tidak seperti aturan lain yang menghilangkan kemuliaannya.

Oleh karena itu, aturan ini berlaku dan berjalan untuk gerak perjalanan yang sangat jauh. Jangan terburu-buru; jangan memaksa. Waktu masih terbentang panjang di depan; tidak dibatasi umur manusia maupun generasi.

Biarkanlah dia berjalan tenang dan penuh kedamaian. Seperti musafir yang sudah tahu tempat tujuannya, jelas jalannya, paham rintangannya. Dia akan berjalan tenang dan tidak mudah cemas.

Seperti pekebun yang tahu betul perkembangan pohon tanamannya; membiarkannya tumbuh alami walaupun butuh waktu lama dan diserang hama.

Karena kebenaran adalah sesuatu yang pasti dalam aturan ini. Kebenaran tidak akan pernah bergeser. Dia pasti akan muncul, sebesar apapun usaha untuk menutupinya.

Kebenaran seperti air yang bermanfaat; sementara pembencinya seperti buih yang akan segera hilang. Kebenaran seperti pohon yang akarnya menghujam ke bumi, dan batangnya menjulang ke langir. Memberi naungan dan buah sepanjang zaman.

Silakan baca juga:

Hidup bersama Al-Qur’an memberikan keyakinan bahwa kebaikan bumi tidak akan terwujud tanpa kembali kepada Allah Taala. Kembali kepada Allah dilakukan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan.

Karena manusia akan bahagia hanya jika sesuai fitrahnya. Kunci fitrah hanya ada pada Pembuat manusia. Penyakit manusia hanya Penciptanya bisa mengobatinya. Demikian indahnya hidup bersama Al-Qur’an. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda