IBADAH

Istighfar Perlindungan dari Bencana

ampunan dari Allah
Allah Taala sangat mencintai orang yang bertaubat.

mukjizat.co – Kita sangat membutuhkan perlindungan dari tertimpa masalah dan bencana. Ternyata bisa didapatkan dengan cara berzikir, dengan keutamaan bacaan istighfar di antaranya.

Istighfar artinya mengakui kekurangan kepada Allah Taala, dan meminta ghufran atau maghfirah dari Allah Taala. Apa itu ghufran dan maghfiran? Keduanya bermakna penutup. Penutup dari apa?

  • Penutup kekurangan kita, sehingga amal kita menjadi sempurna.
  • Penutup kesalahan kita sehingga tidak dipermalukan pada Hari Akhirat.
  • Penutup diri kita dari terkena api neraka.

Oleh karena itu, istighfar harus dibarengi dengan perasaan salah, kurang, dan khawatir dengan ancaman neraka Allah Taala.

Selain itu, ternyata istighfar juga menutupi diri dan kehidupan kita di dunia dari malapetaka, bencana, dan siksaan Allah Taala.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka beristghfar.” [Al-Anfal: 33].

Ayat ini menyamakan kondisi kita sedang beristighfar sama dengan kondisi kita sedang bersama Rasulullah saw. Keduanya sama-sama terlindung dari siksaan dari Allah Taala.

Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah saw. selalu menjadi solusi berbagai permasalahan para sahabat.

  • Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.
  • Sahabat meminta doa Rasulullah saw.
  • Sahabat meminta bantuan Rasulullah saw.

Demikianlah yang bisa disediakan istighfar. Menggantikan posisi Rasulullah saw. saat beliau sudah meninggalkan kita semua. Kita akan selalu mendapatkan hidayah dari Allah Taala. Istighfar perlindungan dari bencana.

Merasa Bersalah Itu Penting

Dari pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa merasa bersalah adalah hal yang sangat penting. Karena akan menggiring kita untuk berzikir istighfar kepada Allah Taala.

Ada orang yang tidak bisa merasa salah. Apa yang dilakukannya selalu diyakini sebagai benar dan baik.

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا. الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” [Al-Kahfi: 103-104].

Ada juga orang yang yakin dirinya salah, tapi tidak mau berubah. Sebanyak apapun nasihat dan hidayah yang diberikan tidak akan mendorongnya untuk berubah memperbaiki sikap.

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Sama bagimu, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak memberikan peringatan, mereka tidak akan pernah beriman.” [Al-Baqarah: 6].

Ayat ini turun menceritakan tentang orang-orang kafir Quraisy yang dipastikan mati dalam kekafiran. Merekalah orang-orang yang mati dalam Perang Badar.

Tapi ternyata hal serupa bisa terjadi kepada orang lain. Siapakah mereka?

  • Orang kafir yang hidup dari kekafirannya.
  • Ahli maksiat yang hidup dari maksiatnya.
  • Pejabat yang mendapatkan jabatannya dari mendukung kemungkaran.
  • Orang terkenal yang mendapat popularitas dari berani menentang Allah Taala.
  • Pengusaha yang mendapatkan peluangnya karena membeli penguasa yang jahat.

Orang-orang seperti ini, walaupun menyadari kesalahannya, tidak akan pernah beristighfar kepada Allah Taala. Karena takut kehilangan semua yang telah didapatkannya. Padahal istighfar perlindungan dari bencana.

Allah Mencintai Orang yang Bertaubat

Allah Taala sangat ingin kiat bertaubat dan beristighfar. Ada dua ayat yang sangat menakjubkan dalam hal taubat dan istighfar ini.

Allah Taala berfirman:

تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ

“Mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya.” [Al-Baqarah: 160].

Dalam ayat ini Allah Taala menerima taubat orang yang serius dalam meminta taubat.

Namun ada yang lebih dari itu.

تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا

“Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya.” [At-Taubah: 118].

Ayat ini menyebutkan bahwa Allah Taala memberikan ampunan agar mereka bertaubat. Apa maksudnya? Mungkinkah ayat ini terbalik?

Allah Taala mendatangkan kesulitan, kesengsaraan hidup, agar mereka tersadar dan ingat Allah Taala, lalu akhirnya mereka bertaubat. Mereka ditegur dengan kesulitan. Semua itu hanya karena Allah Taala ingin kita semua bertaubat.

Bahkan ada orang yang diperosokkan ke dalam kemaksiatan hanya karena agar merasa diri penuh kekurangan, lalu akhirnya melakukan taubat dan istighfar. Ada ulama yang mengatakan:

إذا أراد الله بعبده خيراً ألقاه في ذنب يكسره

“Jika Allah swt. Menghendaki kebaikan bagi seorang hamba-Nya, maka akan menjatuhkannya kepada maksiat yang membuatnya rendah hati.”

Istighfar Solusi Berbagai Masalah

Beristighfar adalah ciri utama orang yang bertakwa, dia beristighfar karena dia merasa takut kepada Allah Taala.

Sedangkan Allah Taala berjanji untuk orang yang bertakwa akan memberikan jalan keluar bagi semua masalah yang menimpanya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” [Ath-Thalaq: 2].

Oleh karena itu, ketakwaan kita hendaknya selalu diejawantahkan dengan banyak beristighfar penuh perasaan kurang dan memohon ditutupi Allah Taala.

  • Orang yang selalu menyadari kesalahannya dalam membina keluarga, akan diberi keluar dari masalah tidak harmonis dalam berkeluarga.
  • Orang yang menyadari kekurangannya dalam mendidik anak, akan diberi jalan keluar dari masalah tidak berbaktinya anak kepada orang tua.
  • Orang yang menyadari kekurang hati-hatiannya dalam mencari rezeki yang halal, akan diberi jalan keluar dari masalah hancurnya rezeki kita.

Sebaiknya Anda baca juga:

Allah Taala berjanji untuk kaum Nabi Nuh as. Akan memberikan banyak sekali kebaikan yang mereka butuhkan.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12].

Demikianlah kita sangat memerlukan taubat dan istighfar dengan harapan mendapatkan perlindungan dari Allah Taala.  (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda