TADABUR

Tadabur An-Nisa 140: Nahi Munkar di Madinah

maslahat hukum Allah
Kewajiban disesuaikan dengan kemampuan.

mukjizat.co – Dengan tadabbur Al-Quran kita membaca Al-Quran dengan memahami arti dan merenungi maksudnya. Lalu kita juga bisa tafakkur hidup kita untuk bisa tazakkur pelajaran dan tanda kekuasaan Allah Taala.

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَٰبِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا۟ مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦٓ

4:140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain.

Al-An’am adalah surat makkiyah, turun sebelum Rasulullah saw. hijrah ke Madinah. Maka ketika ada orang-orang yang menghina ayat-ayat Al-Quran, hanya bisa disikapi dengan berpaling dan tidak turut duduk dalam majelis itu. Karena memang tidak ada kekuasaan yang memungkinkan untuk mengubah kemungkaran dengan tangan dan lisan.

Sedangkan ayat ini adalah madaniyah, turun setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah. Karena umat Islam sudah memiliki kekuasaan, maka jika terjadi kemungkaran, kemungkaran itu harus diubah dengan tangan dan lisan. Setiap Muslim mempunyai kemampuan untuk melakukan amar makruf nahi munkar. (sof1/mukjizat.co)

Sumber: Al-Biqa’I, 2/337

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.