BAHASA

Membuktikan Kemukjizatan Al-Qur’an

bagaimana al-qur'an menenangkan hati kita?
Terbukti tidak bisa dibuat oleh manusia. Hanya Allah Taala yang Kuasa menurunkannya.

mukjizat.co – Apa itu mukjizat? Mukjizat adalah bukti kenabian. Kenapa Al-Qur’an itu mukjizat? Kemukjizatan Al-Qur’an membuktikan kenabian Muhammad saw. Al-Quran sebagai mukjizat artinya bahasa dan kandungan Al-Qur’an terbukti tidak bisa dibuat oleh manusia. Hanya Allah Taala yang Kuasa menurunkannya. Terbuktilah bahwa Muhammad saw. utusan Allah Taala.

Al-Qur’an adalah kitab mukjizat. Kemukjizatan Al-Qur’an sangat menakjubkan. Al-Qur’an bahkan merupakan mukjizat paling besar Rasulullah saw. Seluruh bangsa Arab telah diminta menandinginya, tapi terbukti tidak mampu.

Dalam kajian Ulumul Qur’an, sesuatu harus harus memenuhi minimal tiga syarat agar bisa diberi status sebagai mukjizat. Tiga syarat itu adalah:

Pertama, adanya tantangan. Seorang nabi harus menantang pihak yang menolak dakwahnya untuk bisa memberikan sesuatu seperti mukjizatnya. Dalam hal Al-Quran yang diakui keindahan bahasanya, maka yang ditantang adalah para penyair Arab. Mereka ditantang dan dipersilahkan untuk membuat sesuatu sebaik bahasa Al-Qur’an.

Kedua, adanya hal-hal yang menjadi alasan pihak yang menolak dakwah untuk melakukan perlawanan. Seperti membela keyakinan mereka, membela warisan dari nenek moyang, membela tatanan hidup, dan sebagainya.

Orang yang datang dengan dakwah baru yang bertentangan dengan semua itu, menyalahkan pemikiran dan keyakinan mereka, menganggap mereka orang-orang sesat, tentu akan mendapatkan penolakan yang besar. Apalagi jika memang orang itu sendiri juga menantang.

Ketiga, tidak adanya hal yang menghalangi orang-orang untuk melakukan perlawanan. Sekiranya di Australia muncul seseorang yang mengaku sebagai nabi. Dia menyatakan telah mendapat mukjizat berupa kitab berbahasa Arab yang diturunkan kepadanya.

Lalu menantang sebagian orang Arab untuk mendatangkan kitab serupa dengannya, dan tak seorang pun yang meladeni tantangannya. Maka tidak terbukti kemukjizatan kitabnya itu. Karena orang-orang yang diperkirakan mampu melakukannya terhalang melakukannya disebabkan jauhnya Australia.

Tiga syarat ini terpenuhi semuanya untuk membuktikan kemukjizatan Al-Qur’an. Tantangan dinyatakan dengan sangat jelas. Yang pertama adalah tantangan agar mereka membuat kitab yang serupa dengan Al-Qur’an.

“Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal dengan Al-Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar.” [Ath-Thur: 34].

Kemudian Al-Qur’an menantang mereka agar membuat 10 surat saja yang serupa dengan surat Al-Qur’an.

“Bahkan mereka mengatakan, ‘Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu’. Katakanlah, (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar.’” [Hud: 13].

Kemudian Al-Qur’an menantang mereka lagi untuk mendatangkan satu surat saja yang serupa dengannya.

“Atau (patutkah) mereka berkata, ‘Muhammad membuat-buatnya’. Katakanlah, (Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpama dengannya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.” [Yunus: 38].

Semua ayat ini disebutkan selagi di Makkah. Meskipun begitu orang-orang musyrik tidak mampu menandinginya, padahal mereka orang-orang yang menguasai sastra dan mahir dalam bahasa. Sebaliknya, Al-Qur’an malah terus-menerus mempengaruhi akal dan hati mereka, sehingga setelah tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali mengatakan,

“Janganlah kalian mendengar dengan sungguh-sungguh Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kalian dapat me-ngalahkan.” [Fushshilat: 26].

Tantangan ini diperbarui lagi pada periode Madinah. Di dalam surat Al-Baqarah mereka diseru kepada tauhid.

“Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar. Maka jika kalian tidak dapat membuatnya dan pasti kalian tidak akan dapat membuatnya, peliharalah diri kalian dari api neraka.” [Al-Baqarah: 23-24].

Bahkan dalam ayat ini Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang itu benar-benar tidak akan sanggup membuatnya sampai kapan pun. Karena di dalam ayat ini digunakan kata kerja untuk mendatang.

Silakan baca juga:

Yang demikian ini seharusnya memancing keinginan kuat mereka untuk melakukan perlawanan, jika memang mereka mempunyai kemampun untuk menentangnya. Tapi yang mereka lakukan adalah mengorbankan jiwa dan harta, berperang dan terbunuh, dan mereka tetap tidak meladeni tantangan itu.

Dengan demikian, bisa ditetapkan bahwa mereka kalah. Maka terbuktilah kemukjizatan Al-Qur’an. Maka benarlah firman Allah, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’.” [Al-Isra’: 88]. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda