TADABUR

Tadabur An-Nisa 125: Terus-Menerus Berbuat Baik

maslahat hukum Allah
Kebaikan sudah menjadi sifatnya yang mengakar.

mukjizat.co – Dengan tadabbur Al-Quran kita membaca Al-Quran dengan memahami arti dan merenungi maksudnya. Lalu kita juga bisa tafakkur hidup kita untuk bisa tazakkur pelajaran dan tanda kekuasaan Allah Taala.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا

4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Allah Taala menyebutkan keyakinan yang sempurna (orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Taala), dengan mensyaratkan tetapnya keyakinan itu, dan perwujudannya dalam amal perbuatan.

Hal itu bisa dipahami dari disebutkannya kata benda (وهو) “dan dia dalam keadaan” (محسن) “mengerjakan kebaikan”. Kedua kata itu disebutkan dalam bentuk kata benda yang mempunyai karakteristik tetap dan berterusan.

Maka bisa dipahami bahwa orang itu selalu dan tetap beriman, merasa diawasi Allah Taala, tidak lalai sedikit pun. Mengerjakaan perbuatan baik menjadi sifatnya yang mengakar karena dia seorang yang “muhsin”, yaitu orang yang beribadah dengan perasaan seakan-akan melihat Allah Taala, atau minimal terus meyakini sedang dilihat dan dinilai Allah Taala. (sof1/mukjizat.co)

Sumber: Al-Biqa’I, 2/324

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda