KEJIWAAN

Memperbaiki Hubungan dengan Al-Qur’an

hidup bersama al-qur'an
Hidup kita akan berada di bawah naungan Al-Quran.

mukjizat.co –  Hubungan dengan Al-Qur’an adalah hal sangat penting bagi seorang Muslim. Memperbaiki hubungan itu akan menambah kualitas keimanan dan amalannya. Kehidupannya akan berada di bawah naungan Al-Qur’an.

Al-Qur’an mampu mengubah jiwa, menyinari dan membimbingnya ke jalan yang lurus. Membaca Al-Qur’an dapat menambah keimanan kepada Allah Taala. Misalnya, seseorang yang baik dalam membaca Al-Quran akan bertambah tawakalnya kepada Allah Taala:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” [Al-Anfal: 2]

Untuk mendapatkan kondisi itu orang yang membaca Al-Qur’an hendaknya mengagungkan Allah Taala dengan sebenar-benar pengagungan, dan takut kepada Allah Taala dengan sebenar-benar takut. Hatinya tentu akan terpengaruh dengan Al-Qur’an saat membaca atau mendengarkan Al-Qur’an. Allah Taala berfirman:

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayat-Nya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.” [Az-Zumar: 23]

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” [Al-Hasyr: 21]

Satu ayat saja kita memperbaiki hubungan dengan Al-Quran, tentu pengaruhnya akan mengalir dan menggerakkan perasaan. Hati akan tersinari seperti arus listrik ketika dinyalakan. Arus itu akan mengalir, menyinari dan memunculkan kekuatan dahsyat. Namun ketika dibiarkan saja tanpa dimanfaatkan, maka tidak ada aliran. Sama sekali tidak ada pengaruh yang ditimbulkan.

Al-Qur’an mengupas masalah keimanan dari segala aspeknya. Memberikan banyak sekali argumen tentang keimanan itu. Sehingga manusia menjadi mudah mengimaninya. Dengan demikian akan bertambah keimanan orang yang telah beriman setiap kali ia mempunyai hubungan dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca atau mendengarkannya.

Al-Qur’an menjelaskan apa misi yang harus kita tunaikan dalam hidup di dunia ini. Kita dilarang menyimpang dari misi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam firman Allah Taala:

“Dan tidaklah Aku menjadikan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [Adz-Dzariyat: 56]

Ini adalah kekuatan dahsyat jika benar-benar kita yakini dan amalkan. Al-Qur’an mengajari dan membimbing kita bagaimana seharusnya seorang mukmin menghadapi dan menyikapi berbagai kondisi. Kita pun menjadi dapat meniti memberi nafas keimanan dalam setiap perkataan dan perbuatan kita.

Kita berlindung kepada Allah saat mengalami kefakiran, tertimpa penyakit, mendapat kesulitan, dan ketika bertemu musuh. Kita bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat yang diberikan, dan begitu seterusnya. Al-Qur’an menjelaskan hal tersebut dalam firman-firman-Nya:

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” [Al-Qashash: 24]

“Dan (ingatlah kisah) Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya; (Ya Tuhanku). sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Penyayang diantara semua penyayang.” [Al-Anbiya: 83]

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yimus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (mempersulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim. Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.” [Al-Anbiya: 87-88]

“Tatkala mereka melihat Jalut dan tentaranya, merekapun berelo’a: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran pada kami, kokohkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” [Al-Baqarah: 250]

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empatpuluh tahun, ia berdo’a, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat melakukan amal shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [Al-Ahqaf: 15]

Hubungan dengan Al-Qur’an yang baik akan memelihara kita agar tidak berputus asa dari rahmat Allah, serta menumbuhkan ketenangan, ketenteraman, dan optimis pada Allah Taala.

“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az-Zumar: 53]

Silakan baca juga:

Dalam Al-Qur’an seorang Muslim dapat menemukan sebaik-baik penolong dan sebaik-baik bekal perjalanan. Sebab Al-Quran akan mengajarinya bersikap yang benar dalam menghadapi berbagai kondisi dalam hidupnya. Bagaimana ketika mendapatkan nikmat, bagaimana ketika mendapatkan musibah, bagaimana ketika menginginkan sesuatu, bagaimana bersikap dengan bermacam-macam orang yang dihadapinya, dan sebagainya.

Kalau demikian, maka hidup seorang Muslim benar-benar berada di bawah naungan Al-Quran. Demikian damai, sejuk, bahagia, dan tercukupi semua yang dibutuhkannya sebagai manusia. Memperbaiki hubungan dengan Al-Quran adalah sebuah keniscayaan bagi kita. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda