BINGKAI

Membuka Lembaran Baru di Tahun Baru

tahun baru secara islami
Alangkah baiknya pergantian tahun dijadikan sebagai sarana untuk berintrospeksi.

mukjizat.co – Perayaan malam Tahun Baru tahun ini tidak hingar bingar seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah melakukan pembatasan ruas-ruas jalan utama Jakarta untuk menghalangi berdatangannya warga membuat keramaian dan kerumunan. Mengingat sedang terjadi peningkatan infeksi Covid-19 yang sangat parah. Bukan seperti itu menghabiskan malam Tahun Baru secara islami.

Pergantian tahun memang bukan untuk dirayakan dengan menghambur-hamburkan uang. Alangkah baiknya pergantian tahun dijadikan sebagai sarana untuk berintrospeksi menyadari kekurangan-kekurangan kita di tahun lalu, agar bisa memperbaikinya di tahun yang menyingsing.

Kita semua senang dengan lembaran baru. Menulis dan mewarnainya dengan mudah karena tidak terganggu dengan adanya coretan-coretan.

Yang harus kita yakini, amalan adalah tulisan. Amalan baik menjadi tulisan baik, dan amalan buruk menjadi tulisan buruk. Allah Taala berfirman:

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُم بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?  Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.” [Az-Zukhruf: 80].

Sangat mungkin lembaran tahun lalu kita penuh dengan coretan-coretan yang buruk, dengan warna-warna yang sangat tidak menarik.

Oleh karena itu kita memerlukan lembaran baru. Agar kita fokus untuk menulis dan mewarnai lembaran buku kita dengan baik.

Tidak terganggu dengan adanya coretan-coretan dan warna-warna yang menyeramkan.

Oleh karena itu, kita memang memerlukan lembaran baru. Lalu bagaimana membuka lembaran baru dalam catatan hidup kita?

Bertaubat Kepada Allah

Bertaubat kepada Allah Taala dari seluruh dosa adalah seperti membuka lembaran baru. Itulah cara menghabiskan malam Tahun Baru secara islami.

Allah Taala berfirman tentang taubat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu.” [At-Tahrim: 80]

Rasulullah saw. bersabda:

التوبةُ تَجُبُّ ما قبلَها

“Taubat menghapus dosa-dosa sebelumnya.”

Ini adalah kemuliaan dari Allah Taala kepada kita. Sungguh beruntung kita menjadi hamba Allah Taala.

Dosa sebesar apapun kalau kita bertaubat dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat-syaratnya, maka akan lenyap begitu saja. Kata ulama:

لا كبيرة مع الاستغفار ولا صغيرة مع الإصرار

“Tidak ada yang besar kalau kita bertaubat, dan tidak ada yang kecil kalau kita ulang-ulang.”

Jangan sia-siakan kemuliaan dari Allah Taala ini. Hendaknya kita isi lembaran baru hidup kita dengan amal-amal kebaikan.

Ketika kita jatuh pada perbuatan dosa lagi pun, Allah Taala tetap akan menerima taubat kita. Allah Taala berfirman dalam hadits qudsi:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Hamba-Ku, sesungguhnya kalian telah berbuat salah malam dan siang. Sedangkan Aku mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.” [Muslim].

Mengisi Sisa Umur dengan kebaikan

Bertobat bukan hanya meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa, tapi juga menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik. Demikian kiranya memaknai Tahun Baru secara islami. Allah Taala berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” [Hud: 114]

Rasulullah saw. bersabda:

أتبع السيئة الحسنة تمحها

“Lanjutkanlah keburukan dengan kebaikan, untuk menghapusnya.”

Tanda taubat yang diterima Allah Taala adalah adanya perubahan dalam perbuatan kita.

  • Hendaknya kita melakukan kebaikan sejenis dan seukuran perbuatan dosa yang telah kita tinggalkan.
  • Meenggunjing orang diganti dengan menebar kebaikan orang.
  • Mendengarkan suara-suara yang haram diganti dengan mendengarkan Al-Quran. Sesering kita mendengarkan yang haram itu.
  • Memecah-belah persaudaraan diganti dengan mengislah hubungan persaudaran.
  • Menebar berita negatif diganti dengan menebar berita positif.
  • Menebar kebencian diganti dnegan menebar rasa cinta.

Banyak Melakukan Amalan Sunnah

Kita harus selalu memikirkan akhirat. Apalagi di zaman pandemi ini akhirat terasa demikian dekat dengan kita.

Di akhirat ada fase qisas (membalas serupa) dalam perbuatan dosa kita dengan sesama manusia. Bahkan sesama binatang pun ada qisas, apalagi manusia yang merupakan makhluk mukalaf.

Melakukan ibadah sunnah sebanyak-banyaknya adalah sebagai persiapan kalau-kalau orang yang pernah kita rugikan di dunia tidak memaafkan kita di akhirat. Dia akan mengambil pahala-pahala kita. Maka sebagai persiapannya adalah banyak beribadah sunnah.

Silakan baca juga:

Kita tidak bisa mengandalkan maaf yang diberikan kepada kita dunia. Karena sangat mungkin orang itu memaafkan karena tidak tahu dosa yang kita lakukan kepadanya. Atau karena merasa tidak enak. Sedangkan di akhirat tidak ada lagi perasaan tidak enak. Terpampang dengan nyata surga dan neraka di depan mata.

Semoga lembaran putih yang telah Allah Taala berikan kepada kita tidak kita kotori lagi. Dan seandainya ada bercak hitam, segera kita bersihkan dengan terus bertobat setiap waktu. Bisa memaknai Tahun Baru secara islami. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.