KEJIWAAN

Muslim di Tahun Baru

Muslim di Tahun Baru
Bermuhasabah adalah aktivitas Muslim di Tahun Baru. Bukan sakral sehingga jatuh kepada bid’ah, tapi memanfaatkan momen untuk dapat kebaikan.

mukjizat.co – Pergantian tahun bisa menyadarkan kita tentang waktu dan tugas-tugas kita dalam kehidupan. Lalu apa yang bisa dilakukan seorang Muslim di Tahun Baru ? Sebaiknya kita muhasabah apakah sudah mengisi tahun ini dengan kebaikan? Atau malah sebaliknya.

Allah Taala berfirman:

 وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.” [Fathir: 37].

Kondisi Orang Kafir di Neraka

Allah Taala berfirman (وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا) “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: Ya Tuhan kami…”

Mereka berteriak-teriak dengan sangat keras dan berulang-ulang, meminta untuk dikembalikan ke dunia. Takut, sedih, menyesal, putus asa. Mungkin itu perasaan mereka.

Di neraka mereka beriman kepada Allah swt. Buktinya mereka memanggil Allah swt. dengan mengatakan (ربنا) “Ya Allah, Ya Tuhan kami.”

Mereka beriman karena sudah melihat tahapan-tahapan kehidupan akhirat dengan mata kepala mereka. Seperti firman Allah Taala (ليس لوقعتها كاذبة) “terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan.” [Al-Waqi’ah: 2].

Tapi iman yang berguna adalah iman dengan hal yang ghaib, (الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ) “mereka yang beriman kepada yang gaib.” [Al-Baqarah: 3]. Meyakini hal-hal yang tidak mereka lihat dan mereka dengar tapi dikabarkan oleh Rasulullah saw.

Berita-berita itu tidak perlu masuk akal, karena kita beriman kepada Rasulullah saw. bukan kepada akal kita. Ini yang sulit bagi sebagian orang.

Hingga sebaiknya kita banyak berdoa:

اللهم َلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, jangan jadikan dunia perhatian kami yang terbesar, dan batas pengetahuan kami.”

Menyesali Waktu

Allah Taala berfirman (أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ) “Keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”.

Mereka menyesal tidak bisa memanfaatkan dunia sebagai ladang mencari. Karena dunia adalah negeri beriman dan beramal. Ingin beriman dan beramal di akhirat adalah sebuah keterlambatan.

Rasulullah saw. bersabda;

أن الدنيا دار بلاء ثم دار فناء ، وليعلم أن دار الآخرة دار جزاء ثم دار بقاء

“Bahwa dunia adalah tempat ujian yang akan sirna; bahwa akhirat adalah tempat pembalasan yang kekal.” [HR. Ibnu Abi Hatim].

Orang kafir disiksa karena mereka MENUNDA, hingga TERLAMBAT, lalu GAGAL dalam melaksanakan tugas hidup mereka. Beriman dan beramal shalih. Dalam ayat lain disebutkan:

رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ

“Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” [Ibrahim: 44].

Mereka tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Nikmat yang diberikan tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala. Muslim di Tahun Baru bisa menyadari bahwa dirinya telah kehilangan kesempatan satu tahun untuk beramal kebaikan.

Permintaan yang Tentu Ditolak

Orang yang sudah meninggal tidak mungkin dikembalikan ke dunia. Kematian saja tidak bisa ditunda

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” [Al-A’raf: 34].

Keluar dari surga saja tidak boleh, apalagi keluar dari neraka. Karena ada orang-orang yang sudah masuk surga tapi ingin dikembalikan lagi ke dunia. Itu pun ditolak Allah Taala:

يا رب نريد أن ترد أرواحنا في أجسادنا حتى نقتل في سبيلك مرة أخرى

“Ya Allah, kami ingin ruh-ruh kami dikembalikan ke dalam jasad kami, agar kami bisa kembali terbunuh lagi dalam perjuangan di Jalan-Mu.” [HR. Muslim].

Allah swt. mengetahui bahwa kalaupun dikembalikan ke dunia, mereka akan kembali kafir

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ .وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

“Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.” [Al-An’am: 28-29].

Ini sudah menjadi PENYAKIT kebanyakan manusia. Muslim di Tahun Baru bisa menyadari bahwa dikembalikan ke tahun lalu saja tidak bisa, apalagi dikembalikan ke dunia setelah berada di akhirat.

Umur Kita Sudah Cukup Untuk Masuk Surga

Allah Taala berfirman (أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ) “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?”

Kesempatan yang telah diberikan Allah swt. telah cukup bagi manusia untuk berpikir, tersadar, beriman dan beramal salih.

Tapi mereka lalai dengan kehidupan akhirat:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ . كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),” [At-Takatsur: 1-3].

Kira-kira apa kesalahan mereka?

  • Salah menentukan prioritas. Memilih dunia daripada Akhirat.
  • Kesibukan dunia melupakan tujuan utama.
  • Padahal semua orang akan berangkat kepada kematian.

Kehilangan umur dengan sia-sia adalah kerugian yang besar.

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Demi masa (umur manusia). Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,” [Al-’Ashr: 1-2].

Bahkan Allah Taala dan Rasulullah saw. menginginkan hidup kita di dunia seperti perlombaan dalam kebaikan, dengan datangnya:

  • Tidak santai.
  • Ingin menjadi yang terbaik.
  • Karena perlombaan dibatasi waktu yang tidak kita ketahui tapi pasti.

Sesukses apa pun di dunia adalah sebuah kegagalan kalau harus masuk neraka. Sesulit apa pun hidup di dunia, kalau berakhir dengan surga adalah sebuah kesuksesan.

Muslim di Tahun Baru bisa mengukur kesuksesan dalam beribadah ini.

Kebaikan yang berakhir dengan neraka bukanlah kebaikan. Keburukan yang berakhir dengan surga bukanlah keburukan.

Silakan baca juga:

Jawaban dari Allah swt. malah sangat menyakitkan mereka. Bukannya dikeluarkan, tapi malah disuruh merasakan siksaan Allah swt.

Siksaan di akhirat akan dirasakan dengan detil rasa sakitnya oleh orang-orang kafir. Ini dipahami dari kata (ذق) yang bermakna mencicipi.

Kulit sebagai indera perasa juga selalu dijaga fungsinya:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” [An-Nisa’: 56].

Bermuhasabah adalah aktivitas yang sangat tepat bagi Muslim di Tahun Baru. Bukan menganggapnya sakral sehingga jatuh kepada bid’ah, tapi memanfaatkan momen yang baik untuk mendapatkan kebaikan. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda