TUNTUNAN

Kata Mutiara Tentang Waktu Agar Bernilai Ibadah

Kata mutiara tentang waktu
Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian.

mukjizat.co – Pergantian tahun adalah momen yang dijadikan renungan. Ada tahun baru, pada tahun yang berlalu apa yang telah kita lakukan untuk diri, keluarga, masyarakat dan umat Islam? Makanya sangat penting kita membaca kata-kata mutiara tentang menjaga waktu yang disampaikan para ulama kita agar bernilai ibadah.

Kata mutiara tentang waktu berikut ini adalah hasil pengalaman dan perenungan para ulama yang telah berjuang dalam hidup mereka melahirkan hal-hal besar untuk agama Islam.

“Aku kesal dengan orang yang terlihat kosong, tidak dalam kesibukan dunia maupun kesibukan akhirat.” [Abdullah bin Mas’ud ra.].

“Aku melihat banyak orang berhati-hati dari terciprat najis tapi mulutnya sering menggunjing orang lain. Banyak mengeluarkan sedekah, tapi tidak memedulikan kegiatan ekonominya penuh dengan riba’. Bangun malam, tapi menunda-nunda kewajiban ibadah.” [Ibnul Jauzi].

“Satu hari aku tidak belajar hal baru maka bukan termasuk umurku.” [Amr bin Ma’di Yakrib].

“Siang dan malam sedang melakukan sesuatu kepadamu, maka lakukanlah sesuatu untuk keduanya.” [Al-Kindi].

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutus hubungan kita dengan Allah Taala dan akhirat, sedangkan kematian memutus hubungan kita dari dunia dan penduduknya.” [Ibnul Qayim].

“Tidak boleh bagiku membuang-buang waktu. Bahkan ketika lisan dan mataku sudah tidak bisa kugunakan untuk membaca, meneliti dan menulis. Saat itu aku terus sibukkan pikiranku untuk merenung sambil berbaring. Ketika bangun sudah banyak hal yang siap kutuliskan.” [Ibnu Aqil].

“Waktu yang paling berat bagiku adalah saat-saat aku harus makan.” [Al-Khalil Al-Farahidi].

“Sesungguhnya setiap perkumpulan yang membuat seseorang tidak mengingat Allah Taala hanya akan menjadi penyesalan pada Hari Kiamat.” [Mu’az bin Jabal].

“Selesai berkumpul, pulanglah ke rumah dengan berjalan sendiri-sendiri. Mungkin ada di antara kalian yang akan membaca Al-Quran saat berjalan. Tapi kalau kalian berjalan bersama, kalian pasti akan berbincang.” [Ulama salaf].

“Jagalah waktumu yang sangat bernilai. Ketahuilah bahwa masa hidupmu berbatas, dan nafasmu berjumlah. Setiap nafasmu mengurangi bagian dirimu. Umur itu pendek, yang tersisa darinya sangat sedikit. Setiap bagian waktumu permata yang sangat bernilai, tak tergantikan dengan lainnya. Karena dengan hidup yang pendek inilah kau bisa mendapatkan kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi.” [Ibnu Qudamah].

“Ketika aku betul-betul meyakini bahwa seluruh hidupku bagaikan satu saat, kenapa tidak aku telah erat memegangnya, dan hanya kugunakan untuk kebaikan dan ketaatan?” [Abul Walid Al-Baji].

“Wahai yang nafasnya terbatas dan amalannya tercatat, mungkinkah umur yang sangat bernilai hilang demi mengejar nawa nafsu yang rendahan?” [Ibnul Jauzi].

“Orang yang menghabiskan harinya tanpa menunaikan hak orang lain, melaksanakan kewajiban, membangun kejayaan, meraih pujian, menebar kebaikan, atau menuliskan ilmu, maka dia telah durhaka kepada harinya dan menzhalimi dirinya sendiri.” [Al-Manawi].

“Aku pernah bertemu dengan generasi yang masing-masing mereka lebih erat memegang umurnya daripada hartanya.” [Hasan Al-Basri].

“Aku sungguh heran dengan orang yang duduk santai tanpa ada yang dikerjakannya.” [Ibnu Hajar].

“Aku mendengar ayahku berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah waktu yang paling kusenangi adalah waktu berzikir dan beribadah kepadamu, dan waktu yang paling kubenci adalah waktu makan, minum, dan tidurku.’” [Ubaidillah bin Syumaith].

“Orang yang tidak menimbang perbuatan dan keadaannya setiap saat dengan timbangan Al-Quran dan Sunnah, dan tidak meneliti kondisi jiwanya, maka dia tidak akan tertulis dalam daftar tokoh-tokoh penting.” [Abu Hafsh].

“Menyia-nyiakan waku adalah sebuah kejahatan bunuh diri pelan-pelan yang dilakukan dengan disaksikan banyak orang tanpa ada yang mengukumnya. Orang yang telah membunuh waktunya sebenarnya telah membunuh dirinya.” [Yusuf Al-Qaradhawi].

“Tahukah kalian bagaimana sesesorang bisa tercuri umurnya? Dia tidak memanfaatkan hari ini hanya karena meyakini masih ada besok hari. Dia akan terus melakukan hal ini hingga habis umurnya, sedangkan dirinya tidak mendapatkan apa-apa.” [Muhammad Al-Ghazali].

 “Sangat sulit bagi bangsa yang banyak bicara untuk mendengar langkah senyap waktu yang meninggalkannya.” [Malik bin Nabi].

 “Saat seseorang berhenti membaca, itulah waktu yang tepat untuknya mati.” [Salman Audah].

 “Seperempat jam yang dibuang oleh 1.5 miliar Muslim sama saja dengan 42 ribu tahun waktu yang dibuang umat ini.” [Ahmad Syuqairi].

Silakan baca juga:

“Di penjara tidak ada hal yang membuat seseorang menerima keadaan selain tersedianya waktu yang cukup untuk berpikir dan merenung.” [Nelson Mandela]

Itulah kata mutiara tentang waktu agar bernilai ibadah. Semoga tidak ada lagi waktu yang terbuang tanpa menghasilkan pahala dan meninggikan derajat surga di akhirat. Amin. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda