SYARIAH

Melindungi Umat dari Bahaya Khawarij

Bagaimana Melindungi Umat dari Bahaya Khawarij?
Orang yang beramal dan berdakwah tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan di jalan yang benar.

mukjizat.co – Ketika Islam dituduh sebagai agama yang terkait terorisme, maka dengan tegas kita menolak. Tidak ada hubungan antara Islam dan terorisme.

Tapi ketika umat Islam dituduh sebagai pihak yang terkait dengan terorisme, maka tidak tidak bisa menjawab tegas seperti tadi. Ada kaitan antara terorisme dengan beberapa oknum dalam umat Islam.

Kita harus melindungi umat dari bahaya Khawarij. Ajaran Khawarij yang tidak bisa menerima perbedaan, cara pandang kepada orang lain dengan hitam-putih, memegang sikap sangat keras, cenderung ekstrem dengan orang yang berbeda, bahkan sampai pada tahap membunuh mereka.

Dalam sejarah umat Islam, orang-orang seperti ini pernah ada, bahkan sudah diperingatkan tentang keberadaannya oleh Rasulullah saw.

Ada hadits tentang Khawarij. Rasulullah saw. bersabda:

سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون من خير قول البرية، يقرأون القرآن لا يجاوز حناجرهم، يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم، فإن في قتلهم أجراً لمن قتلهم عند الله يوم القيامة

“Akan datang nanti, orang-orang, yang umurnya masih muda, akalnya sangat lemah, mereka menyampaikan kalimat-kalimat terbaik. Mereka membaca al Qur-an, namun tikda melebihi kerongkongannya. Mereka terlepas dari agama bagai terlepasnya anak panah dari buruannya. Apabila kalian menemuinya, bunuhlah mereka, karena terdapat ganjaran bagi mereka yang membunuh kaum tersebut” [Muslim].

Banyak ulama berpendapat bahwa orang-orang yang dimaksud oleh Rasulullah saw. dalam hadits di atas adalah orang-orang khawarij. Sesuai dengan sejarah Khawarij dan doktrin aliran khawarij.

Siapakah Khawarij?

Seperti disebutkan dalam hadits Rasulullah saw. Mereka adalah:

Anak-anak muda. Semangat mereka berapi-api, kadang tidak dibarengi dengan hikmah (kebijaksanaan). Dalam beramal seharusnya terwujud jargon “Hamasatus Syabab; hikmatuss syuyukh” (semangat anak muda, dan kebijaksanaan orang tua).

Mereka memiliki semangat yang berapi-api. Iman yang sangat kuat. Takwa yang sangat tinggi. Tapi tidak memedulikan kebijaksanaan.

Akal dan keilmuan mereka sangat lemah. Semangat, iman, dan takwa, hendaknya diiringi dengan ilmu. (فاعلم أنه لا إله إلا الله). Ilmu dan pemahaman hendaknya didahulukan daripada tauhid. Iman dan tauhid kita hendaknya dibangun di atas dasar ilmu. Tapi mereka tidak demikian.

Mereka mengatakan dan berdalilkan Al-Quran. Tapi Al-Quran dibaca tanpa pemahaman yang benar. Al-Quran pun dibaca tanpa pengetahuan. Padahal Al-Quran adalah hidayah, petunjuk. Harus dipahami agar benar menggunakannya.

Memahami Al-Quran tanpa petunjuk keilmuan yang jelas bisa berakibat fatal. Kelompok-kelompok sesat pun menggunakan al-Quran sebagai dalil mereka, walaupun dengan pemahaman mereka.

Benarkah Mereka Keluar dari Agama?

Para ulama masih membeda-bedakan. Ada di antara mereka yang keluar dari agama Islam, ada yang fasik, ada yang pelaku bid’ah, dan sebagainya.

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw. bersabda:

يحقر أحدكم صلاته مع صلاتهم وصيامه مع صيامهم

“Kalian menganggap shalat kalian tidak seberapa dibanding shalat mereka. Dan puasa kalian tidak seberapa dibanding puasa mereka.” [Bukhari].

Ada kisah Zul-Khuwaishirah yang berani menentang cara Rasulullah saw. saat membagi harta ghanimah. Dia mengatakan bahwa Rasulullah saw. tidak adil. Para ulama menyebutkan bahwa apa yang dilakukan orang ini adalah benih munculnya kaum khawarij.

Di antara ciri mereka adalah orang-orang yang rajin beribadah. Sehingga mungkin akan banyak orang yang tertipu dengan keshalihan mereka. Ternyata keshalihan dan kezuhudan bukanlah standar pasti keselamatan seseorang. Harus ada ilmu dan pemahaman yang baik.

Apa Ciri-ciri Khawarij?

Tak dipungkiri tentang bahaya Khawarij. Tapi masih adakah kelompok Khawarij saat ini ? Yang pasti doktrin, sikap-sikap dan pemikiran khawarij sangat mungkin masih ada dan diyakini oleh kelompok-kelompok tertentu dalam umat Islam. Di antara sifat mereka adalah:

  • Reaktif. Mereka cepat dalam bereaksi, tanpa pertimbangan yang matang.
  • Ekstrem. Sikap yang berlebih-lebihan dalam pemahaman dan pengamalan agama. Islam adalah agama yang tengah-tengah. Agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam meniscayakan Islam berada pada posisi tengah-tengah.
  • Keras dalam memahami agama. Padahal di antara ciri Islam adalah mudah dan memudahkan. Syariat Islam memudahkan ketika kita dalam kondisi sulit, walaupun dalam kondisi normal Islam memperketat sikapnya kepada kita.
  • Tidak mau menerima pemikiran yang berbeda. Bahkan bisa membid’ahkan, mengkafirkan, dan menghalalkan darah mereka. Mereka mengkafirkan orang yang berbuat maksiat. Karena iman terdiri dari keyakinan dalam hati, ikrar dengan lisan, dan pembuktian dengan amal perbuatan.

Dengan sifat-sifat seperti itu, umat Islam bisa kembali kacau. Tumbuhnya kelompok-kelompok sesat dalam Islam diawali dengan lahirnya kelompok khawarij.

Kenapa Muncul Khawarij?

Fenomena pemikiran dan sejarah Khawarij bisa memberikan kita gambaran tentang penyebab kemunculan mereka. Para ulama yang memerhatikan dan berusaha memperbaiki mereka menyebutkan latar belakang kemunculan mereka. Di antaranya.

  • Ketidaktahuan. Misalnya mereka menyamakan antara kufur akbar (keluar dari Islam) dan kufur ashghar (maksiat), tidak membedakan antara Kufr muthlaq (sifat yang dihukumi kafir) dan kufr mu’ayyan (orang yang dihukumi kafir), dan sebagainya.
  • Mengikuti hawa nafsu, bukan mengikuti petunjuk Al-Quran dan Sunnah.
  • Lebih mengikuti pendapat lemah dari ulama yang kurang kompeten dan dikenal luas mayoritas umat Islam.
  • Dibiarkannya kemaksiatan, sehingga memaksa mereka untuk bergerak.
  • Banyaknya kekafiran yang nyata, tapi dibiarkan para ulama.
  • Diperanginya para da’i. Padahal para da’i memperjuangkan ajaran Islam. Memerangi mereka dinilai memerangi Islam.
  • Kurangnya keilmuan mereka. Seperti lemah dalam bahasa Arab, hanya mengambil sebagian teks dalil, mengambil dalil-dalil yang mutasyabihat (kurang jelas maknanya) dan meninggalkan yang muhkamat (jelas maknanya), mengambil masalah-masalah juz’iyyah (kecil dan spesifik) meninggalkan kulliyah (umum dan mencakup banyak hal), memahami dalil secara tekstual, menyimpulkan hukum tanpa memperhatikan maqashid syariah (tujuan-tujuan syariah), dan sebagainya.

Silakan baca juga:

Menasihati Khawarij

Sebenarnya mereka adalah orang-orang baik, tapi memiliki kekurangan yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, banyak ulama memberikan nasihat kepada mereka, agar bahaya Khawarij terminimalkan. Di antaranya adalah Imam Hasan Al-Basri. Beliau mengatakan:

“Orang yang beramal dan berdakwah tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan di jalan yang benar. Aktivitas mereka lebih bisa dikatakan merusak daripada memperbaiki. Maka carilah ilmu tanpa mengabaikan ibadah. Giatlah beribadah tanpa melupakan ilmu.

Ada sekelompok orang yang mengejar ibadah dan meninggalkan ilmu, akhirnya mereka marah-marah dan membunuhi umat Rasulullah saw. Seandainya mereka belajar ilmu, tentu tidak akan melakukan hal ini.”

Bahaya Khawarij sangat mengancam keutuhan umat Islam. Oleh karena itu, hendaknya kita memberikan perhatian yang cukup. Bukan dengan memerangi mereka, tapi dengan upaya penyadaran, dialog, diskusi ilmiah, sehingga mereka kembali tersadarkan. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda