HOW TO

Keburukan Diperbaiki Bukan Ditutup-Tutupi

keburukan diperbaiki bukan ditutup-tutupi
Keindahan dari dalam adalah keindahan yang sesungguhnya.

mukjizat.co – Memperbaiki sesuatu dengan cara menutupi cacatnya tidak berguna sama sekali. Mungkin akan ada orang yang menghormati dan memujinya, tapi sama sekali tidak mengubah kenyataan buruknya. Keburukan itu diperbaiki bukan ditutup-tutupi.

Islam tidak memberi perhatian kepada penampilan, jika hanya untuk menyembunyikan kerusakan dan kekurangan yang buruk. Apa gunanya penampilan manis kalau di baliknya hanya terdapat isi yang pahit?

Oleh karena itu, Islam tidak menganggap seseorang itu baik dan indah jika di dalamnya tidak terdapat jiwa yang bersih, akhlak yang baik, hati yang suci, dan nurani yang bercahaya. Keburukan itu diperbaiki bukan ditutup-tutupi.

Keindahan adalah sesuatu yang nyata dan bisa diwujudkan dalam jiwa manusia. Caranya dipilihkan bahan (jiwa) yang bernilai, dibuang kotorannya, dikuatkan kebaikan-kebaikannya, dihindarkan dari lubang-lubang keburukan, diselamatkan dari pikiran kejahatan, lalu dimunculkan dalam kehidupan nyata. Akan terjadi sesuatu yang kontras tapi ditunggu-tunggu orang. Seperti datangnya semilir lembut di musim panas, dan angin hangat di musim dingin.

Ketika jiwa sampai pada tingkatan ini, maka godaan setan pun menjauh. Tidak mendapatkan tempat, bahkan tidak menemukan celah.

Setiap manusia melakukan reaksi terhadap kebaikan dan keburukan yang datang dari luar dirinya. Sama seperti alat reciever yang bereaksi terhadap gelombang siaran yang datang kepadanya. Ketika alat disesuaikan pada tinggi gelombang yang tepat, maka siaran yang kita inginkan akan bisa kita lihat atau dengar.

Demikian juga seseorang jika jiwanya dalam keadaan baik atau keadaan buruk. Ketika dalam kondisi baik, maka hidupnya akan baik, dan gelombang keburukan dan pembangkangan akan tersingkir. Allah Taala berfirman:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

“Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” [An-Nahl: 99-100].

Sebaliknya, jika dalam kondisi buruk, maka jiwanya akan selalu menyambut dorongan kejahatan yang memaksanya dan menggiringnya kepada akhir hidup yang menyeramkan.

أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا. فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

“Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh? Maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.” [Maryam: 83-84].

Allah Taala telah memerintahkan umat Islam untuk membersihkan hati mereka dari segala macam keburukan yang tersimpan, menjaga hati mereka dari perasaan yang bisa mengotori, dan memperkuat pertahanan hatinya dari tipu daya setan. Karena keburukan itu diperbaiki bukan ditutup-tutupi.

Semua itu dilakukan dengan menambah kesadaran, keikhlasan amal, benar-benar mengharap ridha Allah Taala. Bahkan Allah Taala turunkan sebuah surat khusus agar manusia melakukan perlindungan segala yang bisa merusak hatinya. Allah Taala berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” [An-Nas]

Silahkan baca juga:

Minta perlindungan seperti dalam surat di atas menggambarkan bagaimana seorang Mukmin berlindung kepada Allah Taala agar mendapatkan keselamatan. Demikianlah bagaimana keburukan itu diperbaiki bukan ditutup-tutupi. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda