SOSIAL

Umat Islam Jangan Kehilangan Peran

umat Islam jangan kehilangan peran
Air laut akan kembali tawar melalui proses hujan, dan akan kembali menebar manfaat dalam aliran sungai.

mukjizat.co – Umat Islam jangan kehilangan peran. Umat Islam bisa diibaratkan dengan sungai. Sungai banyak sekali memberikan kebaikan kepada masyarakat yang berada di sekitar alirannya. Kebutuhan seperti minum, pertanian, transportasi, dan sebagainya.

Sungai sangat kuat. Melakukan perjalanan yang sangat jauh; bisa menuruni jurang yang sangat curam; bisa melampaui bukit dan gunung.

Dalam rentang sejarah panjangnya, Islam sangat mirip dengan aliran sungai:

  • Memberikan kehidupan bagi umat manusia.
  • Membebaskan bangsa dari penindasan kaum penguasa yang kejam.
  • Membawa manusia dalam perjalanan hidupnya.
  • Menaikkan derajat manusia dengan ilmu.
  • Menerangi kehidupan manusia yang gelap.

Namun ketika sampai di laut, sepertinya sungai akan kehilangan perannya begitu saja.

  • Hilang karakteristik airnya.
  • Tidak bisa dibedakan dengan air laut.
  • Tidak bisa diminum.
  • Tidak bisa menumbuhkan.
  • Hilang tanpa peran.

Umat Islam jangan kehilangan peran. Janganlah setelah menempuh rentang sejarahnya yang panjang, kondisi umat Islam bisa disamakan dengan aliran sungai yang sudah sampai ke bibir pantai.

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ. اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih. [Ibrahim: 1-2].

Bagaimana dengan umat Islam saat ini? Apakah umat Islam kehilangan perannya bagi seluruh umat manusia? Apakah umat Islam sudah larut dengan komponen lain yang lebih besar hingga kehilangan karakteristiknya?

Sepertinya lebih mudah menjawab “iya” daripada memberikan alasan-alasan yang mungkin akan dikatakan sebagai pembelaan yang mengada-ada.

Apakah memang sifat air sungai demikian? Setelah sampai ke bibir laut otomatis peran air tawar dalam aliran sungai hilang sama sekali dan untuk selamanya?

Ternyata tidak. Kondisi yang sangat sulit ini bukan akhir dari segalanya. Dari kumpulan air laut yang sangat banyak masih bisa diharapkan kemunculan air tawarnya.

Hujan. Ya, itulah cara bagaimana air kembali ke daratan dan membentuk lagi aliran sungai yang menyebar ke seluruh daratan. Menebar manfaat untuk orang banyak. Umat Islam jangan kehilangan peran.

Diawali dengan proses penguapan oleh panas matahari, pembentukan awan, penggiringan oleh angin, hingga berakhir dengan turunnya rintik-rintik hujan yang menyejukkan.

Kenapa Islam yang telah berperan besar ini kehilangan posisinya?

  • Karena sudah tidak menjadi pemimpin lagi.
  • Karena sudah tidak menjadi teladan lagi.
  • Umat Islam kehilangan tokoh pembangkitnya.
  • Pemahaman Islam yang diamalkan umat sudah mulai lapuk.

Semua itu hanya bisa dilewati dengan sebuah proses yang disebut dengan pembaharuan (at-tajdid). Ibarat aliran sungai, air di daerah hulu terasa sejuk.

Apa saja yang harus menjadi objek pembaharuan?

Islam harus terlihat aslinya yang nyata. Keaslian awalnya dalam ajaran, semangat, tujuan, dan kesimpelan/basathah.

Keaslian Islam ini pasti akan menjadi daya tarik tokoh intelektual (berkualitas) untuk memeluk, mengamalkan, dan memperjuangkan Islam (kisah assabiqunal awwalun).

Syukurlah bahwa Al-Quran adalah kitab yang terpelihara. Syukurlah hadits menjadi objek studi para ulama sehingga juga terpelihara keshahihannya.

Islam harus diamalkan secara utuh, tanpa dipecah-pecah dan dipilih-pilih. Dalam Al-Quran tidak ada surat yang lebih prioritas dari surat yang lain. Atau yang menyenangkan, dan ayat yang tidak menyenangkan.

Ayat-ayat Al-Quran adalah satu paket yang diturunkan Allah Taala. Bila diamalkan secara utuh, pasti akan berefek kebaikan untuk umat manusia. Ibaratkan dengan racikan obat dari dokter, apakah kita boleh memilih-milih sesuka kita? Bukankah akan bertambah sakit, timbul penyakit baru karena kesalahan obat?

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” [Al-Baqarah: 85]

Silahkan baca juga:

Performa kita sebagai umat akan prima jika lengkap semua bagiannya, dan berfungsi semuanya. Kekuarangan dan ketidakfungsian akan melemahkan wujud kita.

Ada wajib, sunnah. Ada rukun dan haiat. Bagaimana jika kekurangan kita ada pada hal-hal yang sangat inti? Bukankah hal itu akan semakin cepat merobohkan diri kita? Umat Islam jangan kehilangan peran. Jangan roboh. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda