KEJIWAAN

Menzhalimi Orang Lain Sulit Tobatnya

menzhalimi orang lain sulit tobatnya
Tidak ada alasan lagi menzhalimi orang lain.

mukjizat.co – Menzhalimi orang lain sulit tobatnya. Tobat  adalah penyesalan yang melahirkan tekad, niat dan keyakinan bahwa perbuatan maksiat telah menghalanginya terhubung dengan Allah Taala yang dicintainya. Tobat adalah awal perbaikan diri kita. Karena bukan hanya dengan menyesal dan meninggalkan perbuatan dosa, tapi mengisi sisa hidup dengan ketaatan dan kebaikan.

Penyesalan adalah rasa sakitnya hati ketika terpisah dari yang dicintainya. Tanda penyesalan adalah sedih dan menangis. Ketika orang terkasih mendapat hukuman, kita pun menangis. Lalu adakah yang lebih terkasih dari jiwa kita?

Adakah yang lebih berat hukumannya daripada neraka? Adakah yang lebih jahat  dari dari kemaksiatan sehingga layak dihukum? Adakah yang lebih kita percayai peringatannya daripada Rasulullah saw?

Orang yang bertobat harus mengingat-ingat kewajiban-kewajiban yang ditinggalkannya. Berapa shalat yang ditinggalkannya? Dia harus mengqadhanya.

Maksiat harus dihitung sejak baligh. Jika melanggar hak Allah Taala, maka tobatnya dengan menyesal dan istighfar. Lalu kemaksiatan itu dikaffarah (dihapus) dengan kebaikan sejenisnya dan seukurannya. Kenapa?

  • “Sesungguhnya kebaikan menghapus keburukan”
  • “Lanjutkanlah keburukan dengan kebaikan, untuk menghapusnya.”

Mendengar lagu diganti dengan mendengar Al-Quran. Mendengarkannya sesering kita mendengarkan lagu.

Dosa kepada manusia juga mengandung dosa kepada Allah Taala. Harus menyesal, tekad meninggalkan, kaffarah. Ditambah mengganti dan mengembalikan hak mereka. Penggantian itu dilihat jenis kezhalimannya. Bisa kezhaliman yang merugikan jiwa, harta, kehormatan, atau perasaan.

Jika terlalu banyak yang harus diganti dan dikembalikan, sehingga tidak sanggup melakukannya, maka lakukan semampunya, lalu kerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya.

Kebaikan sebanyak-banyaknya itu dilakukan sebagai persiapan qisas (balasan setimpal) yang akan diberikan kepada korban kezhaliman. Saat itu sudah tidak harta, yang ada hanyalah pahala dan siksaan. Jangan sampai kita kehabisan pahala sehingga harus menanggung dosa yang tidak pernah kita lakukan.

Dalam jenis kehormatan dan melukai perasaan, kita harus meminta maaf, menerangkan secara detail kejahatan kita itu. Minta maaf secara global dan samar tidaklah cukup. Karena masih mungkin tidak dimaafkan jika korban mengetahui beratnya kejahatan itu.

Namun jika mendetailkan permintaan maaf hanya menambah masalah, seperti membuka aibnya, atau membuka rahasia perzinahan yang seharusnya ditutupi, maka diganti dengan memberikan banyak kebaikan, baru kemudian meminta maaf secara global dan samar.

Silahkan baca juga:

Tapi hal itu tidaklah cukup, harus tetap melakukan banyak kebaikan sebagai persiapan qisas pada hari kiamat. Ternyata kita harus melakukan ibadah-ibadah yang sejak awal sudah kita sadari bahwa pahalanya bukan untuk kita. Tapi untuk korban kejahatan kita.

Ternyata menzhalimi orang lain sulit tobatnya. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menzhalimi orang lain. Apalagi dengan perbuatan-perbuatan remeh yang kita nikmati saat melakukannya. Padahal konsekuensinya sangat berat. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda