IBADAH

Manfaat Rutin Membaca Surat Al-Kahfi

Manfaat Rutin Membaca Surat Al-Kahfi
Membiasakannya dalam keluarga akan sangat membentuk kepribadian anak-anak.

mukjizat.co – Kenapa hari Jumat terkesan sangat lengket dengan Surat Al-Kahfi? Tidak mungkin disunnahkan kalau tidak selalu kita butuhkan. Ternyata ada energi yang sangat penting untuk kita. Kita akan mendapat banyak manfaat ketika rutin membaca surat Al-Kahfi. Terutama tertuang dalam empat kisah yang disebutkan.

Kisah Ashabul Kahfi, Berisi Ujian dalam Agama

وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا

“dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” [Al-Kahfi: 14]

Mereka adalah para pemuda yang hidup di negeri kafir. Mereka bertekad untuk hijrah meninggalkan negeri mereka untuk menyelamatkan keyakinan agama mereka, setelah sebelumnya melakukan perlawanan kepada penguasa negerinya.

Allah Taala memberi mereka pahala dunia berupa kasih sayang-Nya di gua (kahfi), tidur selama 309 tahun. Begitu bangun, mereka dapati penduduk negerinya sudah beriman. Ujian agama yang sangat berat, dan jalan keselamatannya dengan mencari teman-teman seakidah yang saling menguatkan.

Kisah Pemilik Dua Kebun, Berisi Ujian dalam Harta dan Anak

فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا. وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا. وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

“maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku di kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu.” [Al-Kahfi: 34-36]

Ada seorang lelaki yang dikaruniai Allah Taala nikmat sangat banyak. Namun dia lupa dan menghina pemberian Allah Taala itu. Dia akhirnya merusak imannya dengan meragukan beberapa poin akidah. Dia tidak mau bersyukur atas nikmat walaupun sudah mendapat banyak nasihat.

Harta dunianya pun Allah Taala hancurkan. Akhirnya dia menyesali perbuataannya, padahal penyesalan tidak akan bermanfaat apa-apa. Ujian harta yang sangat berat, dan jalan keselamatannya adalah dengan mengetahui seperti apa dunia sebenarnya. Itu di antara manfaat rutin membaca Surat Al-Kahfi.

Kisah Musa as. dan Khidhr as., Berisi Ujian dalam Ilmu

بَيْنَمَا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى قَوْمِهِ يُذَكِّرُهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ وَأَيَّامُ اللَّهِ: نَعْمَاؤُهُ وَبَلاَؤُهُ ، فَسُئِلَ: أَىُّ النَّاسِ أَعْلَمُ؟ فَقَالَ: أَنَا أَعْلَمُ. فَعَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِ ، إِذْ لَمْ يَرُدَّ الْعِلْمَ إِلَيْهِ ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: أَنَّ عَبْدًا مِنْ عِبَادِى بِمَجْمَعِ الْبَحْرَيْنِ هُوَ أَعْلَمُ مِنْكَ)

“Suatu saat Musa as. berceramah mengingatkan kaumnya dengan nikmat-nikmat Allah Taala. Lalu beliau ditanya tentang orang yang paling berilmu. Beliau mengaku dirinyalah orang yang paling berilmu. Maka Allah Taala pun marah karena tidak mengucapkan Wallahu A’lam. Allah Taala lalu berfirman, “Ada hamba-Ku yang di tempat bertemunya dua lautan, dia lebih berilmu daripada engkau, wahai Musa.”

Ketika Musa as. ditanya tentang orang yang paling banyak berilmu di atas bumi, dia menjawab bahwa dirinyalah yang paling banyak berilmu. Maka Allah Taala mewahyukan kepadanya tentang adanya orang yang lebih berilmu dari dirinya.

Disuruhlah Musa as. untuk pergi menemuinya dan belajar bahwa hikmah yang Allah Taala inginkan kadang tidak begitu terlihat dalam perintah-perintah-Nya, walaupun demikian tetaplah Allah Taala Maha Bijaksana. Ujian ilmu yang sangat berat, dan jalan keselamatannya adalah dengan merendahkan hati, tawadhhu’.

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا. قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا.

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” [Al-Kahfi: 65-66].

Kisah Zulkarnain, Berisi Ujian dalam Kekuasaan

Zulkarnain adalah penguasa yang sangat besar, yang sama-sama hebat dalam kekuasaan dan ilmu.

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,” [Al-Kahfi: 84]

Dia bersama pasukan besarnya berkeliling dunia untuk menebarkan kebaikan dan keadilan.

قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا. وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا

“Berkata Zulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” [Al-Kahfi: 87-88].

Bisa menundukkan Ya’juj dan Ma’juj dengan membangun bendungan raksasa, bisa memanfaatkan potensi bangsa yang sangat terbelakang. Ujian yang sangat berat, dan jalan keselamatannya adalah keikhlasan.

Oleh karena itu, keempat kisah itu mengajari kita:

Semua kita akan diuji, apapun posisi dan kondisi kita.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” [Al-Ankabut: 2].

Bagaimana kita bersikap yang benar ketika diberi harta, ilmu, kekuasaan? Bagaimana kita mempertahankan keimanan?

Bagaimana mendapatkan teman-teman kehidupan yang bisa menguatkan keimanan, mengetahui dunia yang sebenarnya, rendah hati dengan ilmu yang kita miliki, dan mengusahakan dengan sebenarnya keikhlasan.

Silahkan baca juga:

Ketika kita bisa mengusahakannya, maka kita akan siap menghadapi ujian Dajjal. Karena ternyata ujiannya juga empat macam.

  • Meminta seluruh manusia menyembahnya (ujian agama),
  • Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan menguji manusia dengan banyak harta yang ada di tangannya (ujian harta),
  • Menguji manusia dengan banyaknya kabar yang diketahuinya (ujian ilmu),
  • Menguasai sebagian besar belahan dunia ini (ujian kekuasaan).

Kalau kita memasang niat, maka akan banyak manfaat rutin membaca Surat Al-Kahfi, terutama terkait dengan keselamatan iman kita dalam kehidupan dunia ini. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda