KEJIWAAN

Terlambat Masuk Surga, Dapat Apa?

Terlambat masuk surga dapat apa?
Terlambat masuk surga dapat apa?
Kasih sayang Allah Taala demikian besar, kenapa harus putus asa?

mukjizat.co – Tepatkah kita berputus asa? Banyak di antara kita bergelimang kemaksiatan. Ketika ditawari bertobat mungkin merasa putus asa, yakin dirinya terlambat. Terlambat masuk surga dapat apa?

Perasaan nelangsa semakin kuat saat melihat rekan-rekannya sudah dari awal melakukan kebaikan dan terhindar dari kemaksiatan. Sebenarnya, bolehkah kita berputus seperti itu? Merasa terlambat dan kepalang basah?

Jika perasaan ini ada dalam hati kita saat hendak berbuat kebaikan, yakinilah itu adalah bisikan setan. Dia tidak mau ada orang yang tergerak untuk melakukan perbaikan. Dibisikkanlah rasa putus asa dalam hati orang tersebut.

Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyayang. Rasulullah saw. bersabda tentang dialog antara Allah Taala dan Nabi Musa as. dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim:

“Nabi Musa as. bertanya kepada Allah, ”Seperti apa derajat penghuni surga yang paling rendah?” Allah menjawab, “Ada seseorang yang datang (ke surga) setelah seluruh penghuni surga dimasukkan ke dalamnya, lantas dikatakan padanya, “Masuklah ke surga!”

“Bagaimana mungkin aku masuk ke dalamnya, wahai Rabbi, padahal seluruh penghuni surga telah menempati tempatnya masing-masing dan mendapatkan bagian mereka,” jawabnya.

Allah berfirman, “Puaskah engkau jika diberi kekayaan seperti raja-raja di dunia?” “Saya puas, wahai Rabbi,” jawabnya.

Allah kembali berfirman, “Engkau akan Kukaruniai kekayaan seperti itu, ditambah seperti itu lagi, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu dan ditambah seperti itu lagi.”

Saat kelima kalinya orang itu menyahut, “Aku puas dengan itu wahai Rabbi.” Allah kembali berfirman, “Itulah bagianmu ditambah sepuluh kali lipat darinya, ditambah lagi semua yang kau mau, serta apa yang indah di pandangan matamu”. Orang tadi berkata, “Aku puas, wahai Rabbi.”

Subhanallah… Maha Rahimnya Allah kepada Hamba-Nya yang beriman. Mengapa kita masih tidak sukarela dan bersemangat untuk bersimpuh kepada-Nya? Memohon rahmat-Nya.

Mengapa kita tidak tersemangati mengejar pemberian-Nya yang kalau memberi tidak tanggung-tanggung?

Jika kebaikan yang sangat kecil saja dibalas seperti, bagaimana dengan kebaikan yang besar dan penuh ketulusan?

Baca juga:

Tepatlah ungkapan Umar bin Khattab ra.:

ما رأيت مثل الجنة نام طالبها

“Aku tidak pernah melihat sesuatu seindah surga, tapi orang mengejarnya dengan tidur-tiduran, santai-santai.”

Terlambat masuk surga, dapat apa? Sebuah pertanyaan yang muncul dari orang yang sangat tidak mengenal Allah Taala. Tidak mengenal kasih sayang-Nya yang Maha Besar. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran I An-Nisa

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda