BINGKAI

Buya Yahya: Tidak Takut Neraka, Bencana Besar

Buya Yahya: Tidak Takut Neraka, Itu Bencana Besar
Umat Islam harus bersedih mendengarnya.

mukjizat.co – Nikita Mirzani terus-terusan membuat kontroversi. Kali ini ucapannya tentang surga dan neraka saat live Instagram menjadi sorotan netizen. Dia mengatakan tidak takut neraka.

Video live Instagram Nikita dibagikan ulang oleh akun @fuadbakh. Awalnya, dia melantunkan surat Yasin dengan lancar karena ditantang netizen. Kemudian di perbincangan selanjutnya, Nikita membahas soal surga dan neraka. Mantan istri Dipo Latief ini secara blak-blakan mengaku tak masalah masuk neraka.

“Lagian gue udah bilang, gue enggak gila-gila masuk surga, say. Gue di neraka juga enggak apa-apa, happy ketemu teman-teman gue banyak,” kata Nikita, dikutip inews.id, Senin (23/11/2020) yang lalu.

Ditanyakan tentang kejadian ini, Buya Yahya tanggapan yang sangat membuat umat Islam bersedih. “Jika  yang mengucapkan itu adalah ahli La Ilaaha Illa Allah, maka kita ucapkan Inna Lillah. Karena itu bencana besar. Dan hendaknya kita tidak terima, dan sedih, karena ahli Laa Ilaaha Illa Allah telah masuk wilayah aman dan iman. Tiba-tiba kok punya ungkapan-ungkapan semacam itu, artinya dia telah kecelakaan berat,” ungkapnya.

Buya Yahya mengisyaratkan terancamnya keimanan orang yang berkata seperti itu, “Kalau ada seorang hamba yang berkata semacam itu maka dia telah kecelakaan besar, kita harus sedih, dia mendapatkan musibah. Bukan saja tabrakan mobil retak kepalanya, tapi imannya yang hilang. Jadi harus sedih mendengar orang semacam itu.”

Apa yang harus dilakukan umat Islam? Buya Yahya meminta umat Islam mendoakannya, “Kalau memang dia ahli Laa Ilaaha Illa Allah tiba-tiba mengucapkan seperti itu. Sedih. Ya kita doakan semoga mendapatkan hidayah dan sadar kalau ada orang semacam itu.”

Lalu bagaimana dengan nasib keimanan Nikita? Buya Yahya berpendapat dengan menyitir pendapat ulama, “Adapun hukumnya orang mengucapkan kalimat yang merendahkan surga dan neraka, Ibnu Hajar dalam Qawathi’-nya, menjelaskan bahwa termasuk hal yang menjadikan seseorang itu keluar dari iman adalah merendahkan surga dan merendahkan neraka.”

Buya juga menyebutkan sebuah hadits tentang kebiasaan seseorang dalam hidupnya menandakan di mana tempatnya di akhirat nanti. “Kemudian jika ada orang mengucapkan semacam itu kita sedih. Semua orang itu akan Allah mudahkan sesuai dengan tujuan itu di mana nanti. Kalau ahli surga akan dimudahkan meniti jalan surga. Kalau ahli neraka dimudahkan Allah meniti jalan neraka,” jelas beliau.

Lalu bolehkah umat Islam menuduh orang yang mengucapkannya telah kafir atau murtad? Buya lebih memilih untuk mengintrospeksi diri sendiri, “Tidak usah kita menilai orang. Tidak perlu juga kita mengatakan kalau dia telah meniti ke neraka. Itu nasihat untuk kita. Artinya, ayo kita sadar semuanya. Saya, Anda, termasuk orang yang mengucapkan kalimat seperti itu, ayo kita sadari bahwasanya kalau memang orang itu ahli surga dia akan dimudahkan meniti amalan ahli surga. Tapi kalau ternyata memang ahli neraka kita tuh susah melakukan kebaikan.”

Siapapun bisa jatuh dalam bahaya seperti itu, “Jalannya ya kayak tiba-tiba mengucapkan kalimat semacam itu. Hati-hati, mati kita koreksi diri kita sendiri. Enggak usahlah ngoreksi orang.”

Namun demikian, Buya berharap Nikita Mirzani mendengar nasihatnya, “Semoga kalau yang mengucapkan kalimat seperti itu bisa mendengar kalimat kami ini semoga bisa sadar. Artinya selagi tiba-tiba kok punya kalimat enggak bener, prilaku enggak bener ini, jangan-jangan kita ini na’uzu billah, jangan-jangan ahli neraka. Kan begitu? Segera tarik kebiasan jelek ini. jangan sampai terus berlanjut dengan merendahkan neraka, merendahkan surga dengan kalimat ini.”

Kembali Buya Yahya mengingatkan bahwa perkataan seperti itu, “Sebab apa? Tanda-tanda ahli neraka ya seperti itu. Dari omongannya mengantarkan ke neraka. Apalagi mengatakan sudah tidak terobsesi lagi dengan surga. Wah ini bahaya benget. Cuma kita tidak boleh menunjuk dia ahli neraka.”

Buya Yahya kembali mengutarakan kesedihannya jika ada umat Islam mengatakan hal seperti itu, “Akan tetapi siapa pun yang punya prilaku dan ungkapan semacam itu ini artinya adalah muyassarun dia dimudahkan menuju neraka kalau memang tempatnya adalah neraka. Na’uzu billah. Maka yang ada, sedih kita mendengar orang yang mengaku dia beriman tiba-tiba seperti itu. Karena apa? Dia lepas daripada rel kemuliaannya. Dia telah lepas.”

Lalu tentang orang seperti Nikita Mirzani, Buya Yahya memberikan peringatan kepada umat Islam tentang bahayanya. “Sangat berbahaya sekali jika ada orang sudah tidak percaya dengan Hari Pembalasan. Bahaya sekali. Anda pun jangan bergaul dengan orang semacam itu. Karena urusan Anda dengan dia hanya untuk kepentingan dia saja di dunia. Karena dia tidak pernah berpikir kemashlahatan nanti di akhirat.”

Segala kejahatan bisa dilakukan, karena ancaman neraka adalah ibarat rem yang menahan manusia melakukannya. “Sehingga mungkin dia berbuat apa saja. Apalagi merendahkan neraka. Siapapun kalau sudah menganggap neraka bukan sesuatu yang menakutkan, bukan menganggap bahwa di situ ada murka Allah.

Kalau orang sudah menganggap neraka bukan tempatnya murka Allah, maka kita lihat apa yang terjadi? Kalau orang yang mengatakan seperti itu dengan keyakinan bahwa dia memang tidak takut neraka, apa yang terjadi? Dia tidak akan menghindar dengan satu pun dari dosa. Semua dosa akan dilakukan. Kenapa? Wong dia tidak takut neraka kok.”

Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang paling berbahaya adalah orang yang tidak takut neraka. “Maka paling bahayanya manusia kalau sudah tidak percaya dengan Hari Pembalasan. Atau meremehkan hukuman di Hari Pembalasan. Bagi dia, apapun yang saya lakukan saya tidak peduli dengan pembalasan. Na’uzu billah.

Silahkan baca juga:

Maka manusia ini adalah paling bahayanya manusia. Suaminya akan ketakutan. Istrinya akan ketakutan. Karena apa? Dia bahaya, dia bisa melakukan apa saja. Karena apa? Bagi dia neraka enteng. Anda mau jual-beli dengan orang ini, dia bisa saja menipu Anda. Dia enggak peduli kok. Menipu bisa masuk neraka, wong saya cari, teman saya banyak di sana. Urusan yang lainnya, culas, bohong, mengambil haknya orang lain, zina, segala macam bisa saja dilakukan karena dia sudah tidak peduli dengan neraka. Bahaya sekali manusia semacam itu.”

Menurut Buya Yahya, orang seperti Nikita Mirzani harus dibela, tapi caranya adalah dengan menasihati. “Makanya hendaknya jika ada orang semacam itu ayo kita tolong, kita sadarkan, bahaya sekali itu. orang semacam itu tidak perlu kita bela. Na’uzu billah. Justru cara membelanya ayo kita ingatkan, saudaraku, ayo jangan lakukan itu. Bahaya itu (tidak takut neraka).” (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda