HOW TO

Tentukan Prioritas Hidupmu Sesuai Prioritas Al-Quran

tentukan prioritas hidupmu sesuai prioritas al-quran
Belajar menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk.

mukjizat.co – Di antara petunjuk yang bisa kita gunakan dalam mengatur skala prioritas dalam hidup kita adalah merujuk kepada Al-Quran. Hal-hal yang menjadi prioritas Al-Quran hendaknya kita prioritaskan. Kita dahulukan dan kita perhatikan secara lebih.

Kadang kita menemukan Al-Quran memberikan perhatian kepada sesuatu, mengulang-ulangnya dalam banyak ayat dan surta, memberikan penekanan dalam perintah dan larangan, memberikan janji dan ancaman. Kalau suatu hal mendapatkan perhatian sedemikian, ini menandakan bahwa Al-Quran memprioritaskannya. Kalau kita qurani, hendaknya menyesuaikan prioritas hidup kita seperti itu.

Dalam masalah keimanan, kita temukan Al-Quran sangat memperhatikan masalah iman kepada Allah Taala, iman kepada risalah-risalah yang dibawa para rasul, iman kepada Hari Akhir dengan segala peristiwa-peristiwanya.

Dalam masa ibadah, Al-Quran memberikan perhatian lebih kepada ibadah-ibadah pokok seperti shalat, membayar zakat, puasa, naik haji, berzikir kepada Allah Taala, tasbih, tahmid, istighfar, tobat, tawakal, berharap kepada rahmat Allah, takut kepada azab Allah, syukur atas nikmat Allah, sabar terhadap cobaan, dan sebagainya.

Terdapat juga hal-hal yang diprioritaskan dalam masalah akhlak. Seperti jujur, amanah, sederhana, suci dari haram, malu, tawadhu, dermawan, lembut kepada sesama Mukmin, tegas kepada orang kafir, menyayangi orang lemah, birrul walidain, silaturahim, menghormati tetangga, menyantuni orang miskin dan anak yatim, dan sebagainya.

Hal yang mendapatkan perhatian kecil dalam Al-Quran hendaknya juga kita beri perhatian sebanding. Misalnya, perhatian yang kita berikan kepada masalah Isra’ Rasulullah saw. (diperjalankan dari Mekah ke Baitul Maqdis di Palestina) yang dibahas hanya dalam satu ayat, jangan lebih kita perhatikan daripada peperangan Rasulullah saw. yang dibahas dalam banyak ayat dan surat.

Bahkan kelahiran Rasulullah saw. (Maulid Nabi) tidak dibahas dalam Al-Quran. Ini menunjukkan bahwa pembahasan Maulid Nabi bukanlah yang sangat sangat penting dalam kehidupan islami kita. Karena tidak ada peristiwa mukjizatnya seperti kelahiran Nabi Isa as., dan tidak ada pensyariahan ibadah tertentu yang diwajibkan maupun dianjurkan kepada umat Islam. Sehingga masalah ini janganlah menjadi sebab keributan.

Menjadikan Al-Quran sebagai standar kita dalam mengatur skala prioritas insya Allah tidak akan salah. Karena Al-Quran adalah petunjuk lengkap untuk kehidupan kita.

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” [Al-Isra’: 9].

Silahkan baca juga:

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” [Al-Maidah: 15-16].

Demikianlah prioritas Al-Quran yang hendaknya menjadi petunjuk kita. (sof1/fikihaulawiyat/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda