BINGKAI

Mencintai Ulama, Kenapa Muncul Begitu Saja?

mencintai ulama
Cinta dari Allah Taala, cinta yang sebenarnya.

mukjizat.co – Umat Islam sangat mencintai ulama. Orang yang bukan ulama harus banyak berkampanye, beriklan, pencitraan dan lain sebagainya hanya untuk dicintai umat. Sedangkan para ulama tidak melakukan itu semua. Kenapa mereka begitu dicintai?

Allah Taala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” [Maryam: 96].

Ayat ini menjadi jawabannya. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Allah Taala menggerakkan hati umat Islam untuk mencintai ulama dan orang-orang shalih sebagai efek dari cinta Allah Taala kepada mereka.

Berikut tadabur ulama dan tokoh tentang ayat ini:

  • “Jika kau mencintai seseorang, dan kau tidak mengetahui sebab cinta itu, maka ketahuilah bahwa Allah Taala mencintainya, dan memerintahkan hatimu untuk mencintainya juga.” [Maha Al-‘Anzi]
  • “Sungguh besar pemberian Allah Taala kepada orang shalih. Sampai rasa cinta pun tak perlu diusahakannya. Cinta itu diciptakan langsung oleh Allah Taala dalam hati orang-orang.” [Ali Al-Fifi]
  • “Ada orang-orang shalih yang saat kau dengarkan perkataannya terasa ada cahaya yang merasuk ke dalam hatimu. Tiba-tiba kau sadari bahwa kau telah mencintainya.” [Ali Al-Fifi].
  • “Setiapkali orang beribadah kepada Allah Taala dengan sepenuh hatinya, Allah Taala pasti akan membuat hati orang-orang yang beriman mencintainya.” [Aidh Al-Muthairi].
  • “Ketika orang mulia wafat, maka pujian untuknya seakan memberinya umur kedua.” [Naif Al-Faishal].
  • “Pemberian terbesar adalah ketika Allah Taala menanamkan rasa cinta kepadamu di hati banyak orang.” [Ibrahim Al-Uqail].
  • “Allah Taala memberikan rasa cinta di hati para kekasih-Nya. Baik penduduk bumi maupun langit.” [As-Sa’di].
  • “Sangat mungkin rasa cinta di hati banyak orang akan tumbuh lebih subuh sepeninggal orang shalih itu.” [Uqail Asy-Syamri].
  • “Rasa cinta pemberian Allah Taala itu akan selalu ada. Fisik mereka memang berjauhan, tapi ruh mereka saling berdekatan.” [Rawai’ul Quran].
  • “Banyak usaha untuk mempertahankan rasa cinta kita dengan seseorang. Ternyata cukup dengan amalan shalih semua itu tak perlu dilakukan.” [Abdullah Balqasim].
  • “Rasa cinta kepadamu di hati orang-orang yang beriman akan sebesar iman dan amalanmu.” [Nawal Al-Aid].
  • “Inilah rahasia kenapa kita sudah saling cinta, padahal belum pernah bertemu.” [Uqail Asy-Syamri].
  • “Banyak sekali orang yang sudah lama meninggal dunia, kita sangat mencintai mereka, padahal tidak pernah bertemu.” [Rawai’ul Quran].
  • “Banyak orang yang beriman dicintai dan dipuji banyak orang tanpa diketahui apa alasannya.” [Ibnul Jauzi].
  • “Raihlah cinta Yang di langit, kau pun akan dicintai yang di bumi.” [Rawai’ul Quran].
  • “Prosesnya sangat samar, hanya efeknya sangat terasa di hati. Amal shalih akan membuahkan sesuatu yang berbekas di ruh. Ruh ini pun akan saling bertemu dengan ruh-ruh lain. Inilah keberkahan amalan shalih.” [Rawai’ul Quran].
  • “Hati mereka sepenuhnya digunakan untuk beriman dan beramal shalih. Maka Allah Taala menyiapkan hati orang-orang yang beriman agar mencintai mereka. Rasa cinta yang sejati ini adalah hiburan yang membahagiakan hati mereka.” [Rawai’ul Quran].
  • “Orang yang memperbaiki hubungannya dengan Allah Taala, maka Allah Taala yang menanggung hubungannya dengan sesama manusia.” [Rawai’ul Quran].
  • “Rasa cinta adalah hadiah dari langit, hanya didapatkan oleh seorang Mukmin.” [Rawai’ul Quran]. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan baca juga:

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.