BINGKAI

Jangan Ungkap Kemaksiatan Kita

jangan ungkap kemaksiatan
Semoga Allah Taala masih melindungi negeri ini.

mukjizat.co – Publik sedang dihebohkan dengan beredarnya video asusila yang diduga dilakukan beberapa orang artis. Masyarakat, terutama umat Islam, tentu sangat menyayangkan hal ini. Public figure yang seharusnya menebar kebaikan kepada orang banyak, ternyata bisa menjadi panutan buruk. Itulah kenapa jangan ungkap kemaksiatan kita.

Perkembangan digital ternyata telah mengubah budaya masyarakat. Perbuatan yang seharusnya bersifat sangat pribadi diabadikan dengan video, lalu tersebar luas dan dilihat banyak orang.

Hal ini tentunya bukan efek positif teknologi yang kita harapkan, bahkan untuk perbuatan yang bukan merupakan zina sekalipun. Keburukan akan kian bertambah jika memang itu adalah sebuah perzinahan.

Islam membolehkan kita membuka dan menampakkan kebaikan dan ketaatan. Khususnya dalam ketaatan yang bersifat wajib. Ada juga amalan sunnah yang kadang dianjurkan untuk dibuka kepada publik.

Namun terkait kemaksiatan, Islam menganjurkan pelaku sebisa mungkin untuk menutup dan merahasiakannya. Bukan sebagai bentuk pencitraan untuk dicintai orang lain, tapi untuk beberapa alasan yang sangat penting. Di antaranya:

Allah Sudah Menutupi, Kenapa Kita Buka?

Jika terjatuh ke dalam perbuatan maksiat, kita diperintahkan untuk menutupinya. Karena Allah Taala juga sudah menutupinya untuk kita. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits hasan,

“Jauhilah kalian kotoran yang telah Allah Taala larang itu. Jika ada orang yang terkenanya, maka hendaknya menutupinya dengan penutupan dari Allah Taala.” [Hakim].

Bisa Terus Berlanjut

Kita diperintahkan untuk melindungi keburukan dalam diri kita yang telah dirahasiakan Allah Taala. Jika keburukan itu diungkap, lalu tersebar luas, hal itu pasti akan berpengaruh sangat besar pada kejiwaan kita.

Sangat mungkin kita akan merasa ‘terlanjur basah’, ‘terlanjur dikenal buruk, kenapa tidak buruk sekalian?’

Oleh karena itu, kita bahkan diperintahkan memohon kepada Allah Taala agar keburukan kita tidak terungkap di dunia, dan tidak diungkap di akhirat nanti. Maka jangan ungkap kemaksiatan kita.

Jangan Jadi Teladan Buruk

Jika kita mengungkap perbuatan buruk kita, sangat mungkin hal itu akan menjadi contoh dan pelajaran buruk bagi orang lain. Apalagi kalau kita adalah tokoh yang dikenal luas, mempunyai daya pengaruh yang kuat. Public figure dan influencer di media sosial misalnya.

Kemaksiatan hendaknya kita rahasiakan bahkan dari orang terdekat sekali pun. Karena keburukan itu mudah sekali menyebar. Seperti sakit kulit yang diabaikan, digaruk-garuk, bisa menular ke bagian kulit lain yang tadinya sehat.

Jangan Halangi Ampunan Allah Taala

Ketika jatuh ke dalam kemaksiatan, tentunya kita menginginkan ampunan dari Allah Taala. Yakinilah Allah Maha Pengampun dosa sebesar apapun, ketika kita bertobat. Tapi ada hal yang membuat kita mungkin tidak akan diampuni. Di antaranya adalah mengungkap dan menyebarkan perbuatan maksiat kita.

Rasulullah saw. bersabda, “Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang melakukan kemaksiatan terang-terangan. Termasuk terang-terangan adalah orang yang bermaksiat di malam hari yang ditutupi oleh Allah Taala, tapi di pagi hari mengatakan, ‘Hai Fulan, tadi malam aku melakukan ini itu.’ Semalaman Allah Taala merahasiakan kemaksiatannya, tapi di pagi hari dia membuka hal yang dirahasiakan Allah Taala itu.” [Bukhari, Muslim]

Mendapat Kebaikan Rasa Malu

Malu kepada orang lain saat berbuat buruk adalah tanda keimanan kita. Karena ketika kita beriman, kita senang saat berbuat baik.

Suatu kali Rasulullah saw. mendapati seorang Anshar yang sedang menasihatis saudaranya agar tidak merasa malu. Rasulullah saw. pun bersabda, “Biarkan saja. Karena rasa malu adalah bagian dari iman.”

Rasulullah saw. juga bersabda, “Iman terdiri dari enam puluh sekian cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang keimanan.”

Ada sebuah jaminan dari Rasulullah saw., “Rasa malu pasti akan membawa kebaikan.”

Agar Dipersaksikan dalam Kebaikan

Manusia adalah saksi Allah Taala dalam menilai sesama manusia. Ketika banyak orang menilai kita baik, maka Allah Taala akan menilai kita baik.

Ketika ada iringan jenazah melewati Rasulullah saw., dan para sahabat memuji almarhum, Rasulullah saw. bersabda, “Wajabat” Para sahabat bertanya tentang maksud kata-kata Rasulullah saw. itu. Beliau lalu menjelaskan, “Kalian memujinya, maka dia pun masuk surga.”

Hal sebaliknya pun terjadi, ketika iringan jenazah yang lain lewat, para sahabat menyebutkan keburukannya. “Kalian menyebutkan bahwa dirinya buruk, maka dia pun masuk neraka. Kalian adalah saksi Allah Taala di muka bumi ini.”

Oleh karena itu, jangan ungkap kemaksiatan kita.

Agar Jadi Korban Gunjingan Orang

Ketika keburukan kita terungkap, orang pun otomatis akan menggunjing kita. Akan ada banyak orang yang jatuh ke dalam perbuatan dosa menggunjing saudaranya.

Apalagi kalau berita buruk ini kemudian viral. Berapa juta orang yang akan berdosa, jika mereka menikmati obrolan tentang keburukan kita?

Dan masih banyak hal lain yang seharusnya membuat kita menutup-nutupi keburukan yang telah kita lakukan. Jangan ungkap kemaksiatan kita. (sof1/mukjizat.co)

Mutiara tadabur para ulama tafsir: Al-Fatihah I Al-Baqarah I Ali Imran

Ikuti kami juga di Media Sosial

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda