TUNTUNAN

Berlebihan Mencintai Rasulullah SAW

berlebihan mencintai Rasulullah saw.
Cintai yang juga jalan keselamatan.

mukjizat.co – Mencintai Rasulullah saw. adalah jalan keselamatan kita di dunia dan akhirat. Ketika kita mencintainya, kita akan mengikuti petunjuknya, kita akan terhindar dari bahaya. Namun demikian, ada orang-orang yang memberikan peringatan bahwa jangan berlebihan dalam mencintai Rasulullah saw. Pertanyaannya, adakah sikap berlebihan dalam mencintai Rasulullah saw?

Hadits-hadits yang memerintahkan kita mencintai Rasulullah saw. mensyaratkan cinta kita kepada beliau harus melebihi cintai kita kepada yang lain. Harta, pasangan, orangtua, anak, dan bahkan diri sendiri.

وَلَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga dia lebih mencintaiku daripada anaknya, orangtuanya, dan semua manusia.” [Ahmad].

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الْآنَ وَاللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآنَ يَا عُمَرُ

“Suatu hari, kami pernah bersama Rasulullah saw., dan ketika itu beliau memegang tangan Umar bin Khattab ra. Maka Umar  ra. pun berkata, “Demi Allah, ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku.” Maka Rasulullah saw. pun menanggapi, “Demi Dzat Yang memegang jiwaku, sampai aku kau cintai melebihi dirimu sendiri.” Lalu Umar ra. pun berkata, “Sejak saat ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Maka Rasulullah saw. pun menyambut,” Ya begitu, Umar.” [Bukhari].

Ketika melihat hadits-hadits seperti ini, sepertinya tidak ada kata “berlebihan” dalam hal mencintai Rasulullah saw. Bahkan sangat mungkin cinta kita kepada beliau masih sangat kurang, sangat jauh dari kata “sempurna”, apalagi dari kata “berlebihan”.

Cinta itu tempatnya di hati. Sedangkan yang memungkinkan bersifat berlebih-lebihan adalah hal yang bersifat amalan perbuatan.

Sementara itu, amalan yang benar-benar menunjukkan rasa cinta kita kepada Rasulullah saw. juga tidak mungkin bersifat berlebih-lebihan. Karena berlebih-lebihan hanya mungkin terjadi pada amal perbuatan yang melanggar syariah.

Amalan perbuatan yang melanggar syariah tidak mungkin dilakukan dalam rangka mencintai Rasulullah saw. Amalan perbuatan seperti itu mungkin saja dilakukan oleh orang yang tidak mengetahui agama dengan benar, atau oleh orang yang sebenarnya membenci Rasulullah saw.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa tidak ada kata “berlebihan” dalam hal mencintai Rasulullah saw.

Allah Taala menyebutkan hal-hal yang harus dilakukan dalam mencintai Rasulullah saw.

فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Al-A’raf: 157].

Mengimani

Yaitu beriman bahwa beliau adalah utusan Allah Taala untuk seluruh manusia, sejak masa hidupnya hingga Hari Kiamat. Beliau adalah penutup para nabi. Apa pun yang disampaikannya adalah kebenaran yang harus diyakini. Beliau ma’shum (terpelihara) dari kesalahan dalam menyampaikan dakwah dan dari perbuatan dosa.

Memuliakan

Memuliakan Rasulullah saw. banyak diabaikan oleh umat Islam. Banyak yang salah dalam memahami ayat “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu.” [Al-Kahfi: 110]. Ayat ini bukan untuk menyamakan Rasulullah saw. dengan manusia yang lain. Oleh karena itu umat Islam harus memuliakan beliau dengan hati, lisan dan perbuatan.

Dengan hati, berupa meyakini kesumpurnaan akhlak beliau yang jauh di atas manusia dan makhluk lainnya, meyakini kesempurnaan ajaran yang dibawanya, meyakini kesempurnaan pemeliharaan Allah Taala terhadap dirinya.

Kita juga harus meyakini bahwa kesempunaan hanya terdapat pada perbuatan, perkataan, akhlak, dan pri kehidupan beliau. Sedangkan segala sesuatu yang bertentangan dengan itu semua adalah sebuah kekurangan.

Hati kita juga harus penuh dengan rasa cinta kepada beliau, yang jauh lebih besar daripada cinta kita kepada selain beliau.

Dengan lisan, berupa menyebutkan nama beliau disandingkan dengan segala hal yang merupakan pujian dan pengagungan, menyebutkan shalawat setelah nama beliau, dan juga menyebutkan kepada orang-orang hal-hal yang membuat mereka memuliakan beliau. Bisa berupa akhlak, kehebatan dalam memimpin, pengorbanan beliau dalam berdakwah, dan sebagainya.

Dengan amalan, tentunya dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang beliau dakwahkan. Bahkan bukan hanya dalam masalah ibadah, tapi dalam adat kebiasaan beliau, meneladaninya akan bernilai pahala yang sangat besar di Sisi Allah Taala.

Menolong dan Membela

Hal ini bisa dilakukan dengan mencintai orang-orang yang mencintai Rasulullah saw., dan memusuhi orang-orang yang membencinya. Bisa juga dilakukan dengan menghidupkan ajaran-ajaran beliau, menerangkan dan membuktikan kebenaran ajaran-ajaran tersebut kepada orang lain, mengorbankan apa yang kita miliki untuk menegakkan ajaran-ajaran beliau, dan berjuang membela beliau dari kejahatan orang-orang yang tidak mengimani kerasulan beliau.

Mengikuti Al-Quran dan Sunah

Al-Quran dan Sunah adalah wahyu yang telah Allah Taala turunkan kepada Rasulullah saw. Wajib bagi umat Islam mengikuti keduanya. Kebahagiaan tidak akan diraih oleh orang yang mengingkari salah satunya.

Semua poin di atas hendaknya dilakukan umat Islam kepada Rasulullah saw. jika ingin menjadi orang yang beruntung. Orang yang mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan. Semoga hal ini bisa menjawab pertanyaan, adakah sikap berlebihan dalam mencintai Rasulullah saw? (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.