SYARIAH

Benci Jangan Hilangkan Sikap Adil

benci jangan hilangkan sikap adil
Memelihara keadilan, memelihara keutuhan.

mukjizat.co – Benci jangan hilangkan sikap adil. Suatu kali Rasulullah saw. mengutus Sahabat Abdullah bin Rawahah ra. kepada Yahudi Khaibar untuk menarik kewajiban harta mereka. Saat itu mereka berusaha menyuap Abdullah bin Rawahah ra.

Apa sikap beliau? Beliau berkata:

والله جئتكم من عند أحب الخلق إلي

“Demi Allah. Aku diutus oleh orang yang paling kucintai di bumi ini, yaitu Rasulullah saw.”

ولأنتم أبغض خلق الله إلي…لأنتم كالقردة والخنازير عندي

“Sementara kalian adalah makhluk yang paling kubenci. Kalian sungguh seperti kera dan babi.”

ومع ذلك ما كنت لأحيف عليكم، وهذا الذي تعطونني هو سحت، ونحن لا نأكل السحت

“Walaupun demikian, aku tidak akan berbuat zalim kepada kalian. Apa yang kalian berikan adalah suap, dan kami umat yang tidak makan uang suap.”

Maka orang-orang Yahudi menjawab:

بهذا قامت الأرض والسموات، وبهذا غلبتمونا

“Dengan akhlak inilah bumi dan langit tetap terpelihara. Dan dengan akhlak inilah kalian bisa mengalahkan kami. Berkuasa atas kami.”

Demikianlah ajaran Islam. Kebencian kita kepada seseorang tidak boleh membuat kita berbuat zalim kepadanya. Seburuk apapun perbuatan orang itu, dia berhak mendapatkan perlakuan yang adil.

Orang itu harus diperlakukan sesuai dengan hukum dan peraturan. Harus ada penegakan hukum dengan benar. Penegakan hukum inilah yang akan menjadikan kehidupan ini akan terpelihara. Penegakan hukum yang tidak diwarnai dengan kebencian, tapi bertujuan menciptakan keadilan bagi semua.

Demikian pengakuan orang-orang Yahudi. Mereka mengakui kehebatan umat Islam saat bisa menegakkan hukum. Kehebatan itu bahkan bisa menjadi penyebab kemenangan umat Islam, dan kekalahan bangsa Yahudi.

Ternyata hukum ini berlaku untuk semua. Bahkan pada diri Rasulullah saw. pun berlaku hukum ini. Suatu kali Umar bin Khattab ra. mengusulkan kepada Rasulullah saw. untuk mencabut gigi Suhail bin Amru agar tidak bisa lagi berpidato menjelek-jelekkan Rasulullah saw.

Apa jawaban Rasulullah saw?

كلا يا عمر ، لا أمثل بأحد فيمثل الله بي ، ولو كنت نبياً

“Jangan wahai Umar. Itu tidak benar. Aku tidak akan memutilasi (merusak fisik orang lain) karena kalau demikian Allah pun akan membalasku serupa. Walaupun aku adalah seorang nabi.”

Beliau benar-benar teladan dalam semua hal. Termasuk dalam memimpin. Beliau tidak mau diistimewakan, terbebas dari jeratan hukum. Jika berbuat salah, siap menerima nasib sama dengan yang lain.

Dengan demikian semua orang akan menghormati hukum. Hukum akan tegang berdiri, melindungi semua hingga keadilan pun tercipta. Karena benci jangan hilangkan sikap adil. (sof1/www.mukjizat.co)

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.