PRESTASI

Syaikh Ali Jaber Meminta Umat Islam Tidak Bereaksi Berlebihan

Syaikh Ali Jaber meminta umat Islam tidak melakukan reaksi yang berlebihan
Nasionalisme seorang ulama dan da'i tidak diragukan lagi.

mukjizat.co – Syaikh Ali Jaber meminta umat Islam tidak bereaksi berlebihan menyusul peristiwa penusukan yang dialaminya. Menurutnya, tindakan-tindakan itu tidak akan mengubah takdir.  

Hal itu disampaikan Syaikh Ali Jaber dalam podcast Deddy Corbuzier, Rabu (16/9/2020) kemarin, saat membahas peristiwa penusukan yang dialamai Syaikh Ali Jaber di Lampung Ahad (14/9/2020) yang lalu.

“Apa yang kita perbuat tidak akan mengubah takdir. Saya percaya, ketika kita reaksi dengan takdir, ndak akan berubah. Marah, emosi, (takdir) ndak berubah. Kalau takdir ini bisa berubah, saya mau duluan marah. Tapi buat apa? Kecuali ada manfaatnya. Saya marah biar ada perubahan. (Sekarang) justru bisa menimbulkan musibah lebih besar. Maka saya memilih tenang, diam,” jelas Syaikh Ali Jaber.

Syaikh Ali Jaber mengajak umat Islam untuk mengucapkan alhamdulillah inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Karena orang yang mampu memuji Allah Taal saat ditimpa musibah akan mendapatkan ketenangan.

Syaikh Ali Jaber meminta umat Islam untuk menerima bahwa peristiwa penusukan itu murni kejadian pribadi yang menimpanya. “Saya tidak mau dikaitkan dengan gerakan mana pun, politik, isu-isu mana pun. Nanti (itu) urusan aparat kepolisian.”

Reaksi umat, menurut beliau, malah menimbulkan keributan baru. “Itu namanya buruk sangka. Saya belajar harus berbaik sangka. Ada yang membisiki, saya ini… karena aliran ini… Ndak mau saya itu. (Saya katakan), kamu bicara yang baik, kalau tidak bisa bicara yang baik lebih baik diam.”

Menurut beliau, umat Islam harus menerapkan hal yang diajarkan Islam. Kemuliaan akhlak seorang Muslim tidak terlihat ketika dalam kondisi santai, tapi ketika diuji. Hal itu dicontohkan oleh Rasulullah saw. Seperti sabar walaupun dilempari kotoran saat sedang sujud, saat diusir dari Thaif sambil dilempari batu.

“Saya terima dengan lapang dada. Sampai detik ini, alhamdulillah hati saya tenang. Saya juga tidak mau tahu berita tentang orang itu. Cuma saya kemarin sempat kecil hati ketika kepolisian terlalu cepat menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa,” jelas beliau.

Sampai jika pelaku pun akhirnya diputus mengalami gangguan jiwa beliau pun menerima putusan itu, “Saya terima. Saya percaya penegak hukum. (Kalau tidak) terus mau apa? Mau apa coba? Mau ribut? Coba pikirkan, kalau saya ribut apa gunanya? Kalau ribut (itu) membawa manfaat, saya mau.”

Baca juga:

Syaikh Ali Jaber: “Saat Kejadian Ini, Ndak Tahu Ya, Rasa Saya Tenang, Adem”

Beliau kembali mengingatkan, “Ujungnya, banyak terganggu aktivitasnya, banyak bisa meninggalkan kepentingan keluarganya, bahkan bisa terganggu fasilitas ibadahnya, Muslim maupun non Muslim, mengganggu aparat keamanan, membebankan pemerintah, bahkan mendorong masyarakat melakukan sesuatu yang ndak tahu hasilnya apa, apalagi di musim pandemi. Saya lebih baik korban sendiri daripada korban umat.” Demikianlah, Syaikh Ali Jaber meminta umat Islam tidak bereaksi berlebihan. (sof1/www.mukjizat.co)

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment