IBADAH

Rasa Shalat yang Diterima

menyambut bulan Ramadan
Semua kita bisa mengukurnya.

mukjizat.co – Selain sah dan tidaknya ibadah yang kita laksanakan, ada hal lain yang hendaknya kita usahakan. Yaitu diterima-tidaknya amal ibadah kita oleh Allah Taala. Lalu bagaimana rasa shalat yang diterima?

Sangat mungkin tata cara ibadah kita dinilai sah, tapi ternyata masih tidak diterima oleh Allah Taala, sehingga kita tidak dibalas pahala. Kita harus mengusahakan sahnya shalat kita, dan juga diterimanya shalat kita.

Bagaimana mengetahui dan merasakan bahwa shalat kita diterima Allah Taala? Tentu hanya Allah Taala yang mengetahuinya. Tapi kita bisa membaca tanda-tandanya.

Di antaranya disebutkan Imam Ibnul Qayyim:

إذا لم تجد للعمل لذة فاتهمه لأن الله شكور لابد أن يثيب العامل من لذة يشعر بها

“Jika kau tidak temukan rasa nikmat dalam amalanmu, maka curigalah bahwa amalanmu ditolak. Karena Allah Taala Maha Membalas, pasti akan membalas amalanmu yang diterima dengan rasa nikmat yang bisa kau rasakan.”

Kalau ada kebahagiaan kita rasakan seusai melaksanakan shalat, berarti Allah Taala telah membalas shalat kita. Kalau Allah Taala membalas shalat kita, berarti shalat kita diterima Allah Taala.

Kalau tidak ada kebagiaan kita rasakan seusai melaksanakan shalat, berarti Allah Taala tidak membalas shalat kita. Kalau Allah tidak membalas kita, berarti shalat kita ditolak Allah Taala.

Ternyata kebahagiaan dalam shalat itu sangat besar. Jauh dari yang kita rasakan atau sekadar bayangkan selama ini.

Seorang ulama hati mengatakan, “Aku berjuang memperbaiki shalatku selama 20 tahun, baru kemudian aku bisa mendapatkan rasa nikmatnya melaksanakan shalat.”

Ini perkataan ulama besar, yang tentu jauh lebih bertakwa daripada kita semua. Apa artinya? Artinya sebahagia apapun kita seusai shalat, itu belum apa-apa. Masih ada kebahagiaan yang sangat besar menunggu perjuangan kita memperbaiki ibadah shalat kita. Itulah sekilas tentang rasa shalat yang diterima. (sof1/www.mukjizat.co)

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda