KEJIWAAN

Muhasabah Setiap Hari, Apakah Sukses Telah Kau Dapatkan?

muhasabah setiap hari tahun baru
Kesuksesan harus selalu dievaluasi.

mukjizat.co – – Pergantian waktu bisa menjadi tonggak dalam muhasabah. Perlu dilakukan muhasabah setiap hari, apakah sukses telah kau dapatkan. Allah Taala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji.” [Al-Baqarah: 189].

Kehidupan kita dibagi menjadi satuan-satuan waktu (مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ). Tahun, bulan, pekan, hari, jam, menit, detik, agar mudah melakukan evaluasi.  Waktu juga memiliki musim-musim untuk melakukan aktivitas yang berbeda.

Waktu adalah untuk beribadah (وَالْحَجِّ).  Ibadah memenuhi seluruh ruang waktu kita, dengan jenis-jenis ibadah yang berbeda.

Proses Kematian Sudah Dimulai

Waktu pasti akan habis, pasti akan ada saatnya perjumpaan dengan Allah Taala. saat itulah pertanggungjawaban dilakukan. Allah Taala berfirman:

يَاأَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” [Al-Insyiqaq: 6].

Sepanjang apa pun usia kita, sesehat apa pun, sekaya apa pun, sekuasa apa pun, kita pasti akan dipanggil Allah Taala.

Proses menuju kematian sudah dimulai bahkan saat kita sedang kuat-kuatnya. Proses menuju kematian bahkan sudah bermula saat kita dilahirkan.

Apa yang kita usahakan pasti akan kita dapatkan hasilnya di akhirat nanti.

Maka harus ada evaluasi; jangan sampai waktu habis, sedangkan kita belum mendapatkan apa yang kita butuhkan.

Apa yang Harus Dievaluasi?

Saat muhasabah tahun baru, apakah sukses telah kau dapatkan. Allah Taala berfirman:

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى. فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى. وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى. فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. [Al-Lail: 4-7].

Tujuan hidup kita berbeda-beda (إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى). Kebanyakan orang masih hanya mencari dan mengejar alat dan sarana. Bukan mengejar tujuan hidupnya. Evaluasi adalah mengevaluasi tujuan hidup kita. Apa tujuan hidup seorang Mukmin? Setelah mengetahuinya, barulah kita bisa bertanya sudahkah kita semakin dekat dengan tujuan itu?

Kesuksesan kita adalah kalau kita masuk surga Allah Taala (فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى). Hari, pekan, bulan, dan tahun kita katakan sukses, jika kita semakin dekat dengan surga Allah Taala.

Mendapatkan sarana tidak otomatis berarti sampai kepada tujuan. Usaha paling keras bukan bagaimana mendapatkan sarana, tapi bagaimana mengoptimalkan sarana yang kita miliki untuk mencapai tujuan. Maka ada nasihat ulama, “Beramallah untuk dunia seberapa lama kau akan menempatinya. Beramallah   untuk akhirat seberapa lama kau akan menempatinya.”

Bagaimana dengan Dunia?

Surga adalah tempat tinggal kita (وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى). Itulah tujuan perjalanan hidup kita semua sebagai seorang mukmin.

Dunia harus kita yakini sebagai ladang, sebagai jalan, sebagai jembatan, sebagai kendaraan. Kita tidak akan menempatinya secara permanen.

Hendaknya kita memiliki keinginan kuat untuk memanen usaha kita di surga. Kata Allah Taala (فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى), dengan demikian dunia hendaknya kita jadikan sebagai tempat untuk memberi, berkontribusi, membangun, memperbaiki, berkorban, berjuang.

Orang yang Paling Menyesal

Saat muhasabah setiap hari, apakah sukses telah kau dapatkan? Jangan menjadi orang yang harus menyesali perjalanan hidupnya. Orang yang paling menyesal adalah orang yang berhasil mengumpulkan dunia dengan kerja kerasnya, tapi belum sempat menikmatinya, ajal telah datang menjemput:

  • Dia bekerja keras, tapi tidak menikmati hasilnya.
  • Ahli waris menikmati dunia yang kita kumpulkan, walaupun bukan mereka yang mengusahakannya.
  • Orang itu akan mempertanggung jawabkan hartanya di akhirat sebagai orang kaya walaupun. Sangat mungkin mendapat siksa karena mengumpulkan dunianya dengan cara yang haram.
  • Ahli waris akan menerima pahala yang sangat besar, karena sangat mungkin mereka menggunakan harta warisan itu untuk mengejar surga.

Sehebat apapun kondisi kita saat ini, bukanlah kesuksesan jika tidak berada di jalan menuju surga. “Kebaikan jika berujung neraka bukanlah kebaikan. Keburukan jika berujung surga bukanlah keburukan.” Saat muhasabah setiap hari, apakah sukses telah kau dapatkan? (sof1/www.mukjizat.co)

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.