KEJIWAAN

Bagaimana Memikirkan Peristiwa Ghaib yang Pasti Datang?

bagaimana cara memikirkan yang ghaib?
Karena pasti terjadi, rasakan saja sedang atau telah terjadi.

mukjizat.co – Kebanyakan manusia tidak memikirkan peristiwa ghaib yang menunggu mereka dan tidak memikirkan tempat kembali yang pasti akan mereka datangi.

Mereka hanya berpikir tentang hari ini dan dunianya saja, seolah olah masalah ghaib itu tidak perlu mendapat porsi perhatian darinya.

Padahal masalah itu sangat penting dan sangat membutuhkan perhatian. Sebab di sanalah masa depan dan kehidupan yang hakiki.

Lalu kenapa? Apakah mereka meragukan kedatangannya kerena ghaib dan tidak dapat dilacak oleh indera? Atau karena dunia telah melalaikan mereka darinya?

Bila penyebabnya adalah yang pertama, maka hendaknya mereka mengoreksi kembali keimanannya. Sedangkan bila penyebabnya adalah yang kedua, maka hendaklah mereka segera sadar selagi masih diberi kesempatan.

Iman kepada yang gaib dan Hari Akhir merupakan syarat mutlak bagi keimanan. Bagaimana mungkin kita tidak benar-benar mengimaninya, padahal Allah Taala telah bersumpah dengan firman-Nya:

“Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kami ucapkan.” [Adz-Dzariat: 23].

Itulah kelalaian karena terlena dengan kenikmatan dan glamornya kehidupan dunia. Mereka tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk memikirkan akhirat.

Lalu bagaimana kita memikirkan hal-hal ghaib itu? Alangkah bagusnya kalau kita menghindarkan diri dari pengaruh kelalaian dengan cara memikirkannya.

Kita hendaknya berpikir tentang hal gaib tersebut, seolah-olah kita tengah manjalaninya, hidup di dalamnya. Seolah kejadian itu betul-betul sedang terjadi pada kita seperti yang digambarkan oleh Al-Qur’an dan sunah.

Pemikiran itu membuat kita betul-betul menghargai masalah ghaib tersebut dan mendorong kita untuk beramal serta mempersiapkan diri untuk menghadapi hal ghaib dan tempat kembali yang menunggu kita.

Hal-hal ghaib yang setia menunggu kita itu bermula dari detik-detik yang datang saat ini. Bila kita mengurutkannya, maka tahapan yang pertama adalah detik-detik yang datang setelah saat ini sampai datangnya kematian. Lalu kematian, kuburan, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan, Mahsyar, penghisaban, sirath, dan berakhir dengan surga atau neraka. Seperti itulah memikirkan peristiwa ghaib. (sof1/www.mukjizat.co)

Sumber: Fikih Dakwah

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.